THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
RENATA MATTEO


__ADS_3

Renata mengerjapkan matanya. Perlahan kelopak yang tertutup rapat itu terbuka. Renata mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar hotel tempat ia dan suaminya menghabiskan malam pertama mereka yang telah sempurna dilalui.


Netra nya menatap jauh keluar jendela kaca yang terhubung ke balkon, di luar nampak hujan deras mengguyur kota Toronto.


"Dimana Matteo?", gumam Renata sambil menatap jarum jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Wanita itu mengusap wajah.


"Oh my God, aku tertidur selama ini?!", batinnya.


Renata menarik selimut, merapatkan ke tubuhnya yang masih polos. Ia hendak bangun dari perpaduan.


Renata menatap langit-langit kamar luas nan mewah itu, sejenak ia berpikir menyadarkan ingatannya .


Perlahan tubuhnya bangkit,


"Argh...Aww"


Renata merasakan sakit di sekujur tubuhnya. "Ahh, rasanya sakit sekali". Renata meringis. Bahkan ia merasakan perih di selang*angan nya.


"Kau sudah bangun?".


Suara bariton Matteo menyadarkan Renata.


Matteo keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh bagian bawahnya.


"Apa rasanya masih sakit?"


Renata menganggukkan kepalanya sambil meringis.


Matteo melihat bercak darah yang sudah mengering ditempat tidur. laki-laki itu menarik nafasnya. Semuanya jelas, hubungan intim semalam adalah yang pertama kali untuk Renata.


"Maafkan aku sayang, lain kali aku akan melakukan nya dengan lebih pelan", ucap Matteo sambil mengecup bibir Renata.


"Ini pertama untuk ku, kurasa wajar aku kesakitan", suara Renata terdengar lirih. Dengan muka merona.


"Aku tahu..Sebaiknya kau berendam air hangat sayang. Agar mengurangi rasa sakit tubuh mu".


Tanpa menunggu jawaban Renata, Matteo menarik selimut tebal yang menutupi tubuh Renata. Kemudian ia mengangkat tubuh istrinya ala bridal style ke kamar mandi.


Tentu saja tindakan spontan Matteo membuat Renata menjerit, bagai mana tidak tubuh masih nude begitu.


"Matte, turunkan! Aku bisa sendiri". Protes Renata sambil membelalakkan matanya menatap kedua manik abu-abu suaminya.


Harum shampoo Matteo seketika memenuhi indera penciuman Renata. Begitu lekat dan maskulin. Tubuh Matteo masih lembab beradu dengan tubuh polos Renata membuat otak Renata traveling ke mana-mana.


"S-ayang...

__ADS_1


"Hem...?"


Matteo mendudukkan tubuh istrinya ke kursi kecil berbentuk bulat yang ada di depan cermin kamar mandi mewah itu. Sementara Matteo mengisi bathtub dengan air hangat dan meneteskan essentials lavender kedalam air rendaman.


Renata melebarkan kedua matanya saat melihat kondisi tubuhnya penuh dengan tanda-tanda merah bahkan ada yang berubah menjadi warna keunguan.


Ditambah lagi rambut panjang yang nampak kusut dengan sisa makeup yang belum sempat di bersihkan semalam.


"Aku sangat mengerikan sekali", lirih Renata menatap tanda-tanda merah di sekujur tubuhnya.


"Aku menyukainya, kau terlihat seksi seperti itu, sayang", jawab Matteo tanpa menatap istrinya.


"Seksi apanya. Tubuh ku jadi merah semua begini, uhh bahkan wajah ku sangat mengerikan sekali", seru Renata kesal. Wanita itu membalikan badannya menatap suaminya yang sedang menunggu air bathtub terisi.


Renata menatap tubuh suaminya. Netra nya terbelalak saat melihat goresan-goresan dipunggung lebar Matteo. Seketika Renata berdiri, ia melupakan sakit area bawah tubuhnya dan mendekati Matteo.


"Sayang... punggung mu luka semua. Kenapa bisa begitu?", tanya Renata polos sambil mengusap pelan dengan jemari tangannya.


Matteo membalikkan badannya menghadap istrinya. "Istri ku melakukan KDRT kepada ku semalam", jawab Matteo sambil membingkai wajah tanpa dosa Renata yang terlihat kaget dengan mulut terbuka.


Melihat Renata seperti itu, sangat menggemaskan bagi Matteo. Tentu Matteo tidak akan mendiamkan nya saja. Matteo segera menyatukan bibirnya dengan bibir Istrinya yang sedang terbuka seperti menantang itu.


Tindakan Matteo membuat Renata kaget. "Sst.."


Yang awalnya hanya iseng saja berubah menjadi sentuhan sungguhan. Suasana berubah menjadi panas. Saat keduanya saling membalas lu*atan. Bahkan Renata melingkarkan tangannya keleher Matteo.


Lidah saling membelit dan tubuh berhimpitan.


"Akh...


Suara de*ahan lolos dari mulut Renata saat merasakan remasan di dadanya. Apalagi saat merasakan Matteo menundukkan kepalanya dan menghisap kuat puncak gunung kembar milik Renata. Bergantian kiri kanan mendapatkan giliran nya. Matteo membenamkan wajahnya diantara gunung kembar milik Renata dan menggigit puncaknya perlahan.


Renata meremas rambut suaminya sambil mengenadahkan kepalanya keatas. Sementara akibat perbuatan Matteo membuat tubuh Renata meremang gemetaran. Seketika hawa panas menjalari seluruh tubuhnya.


Tiba-tiba Matteo menghentikan aktivitasnya. Perlahan ia mengangkat wajahnya menatap Renata dengan pandangan berkabut. Sementara jemari tangannya menarik handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya dan melemparkannya.


Renata menatapnya. "Sayang, apa yang kau lakukan? Aku mau berendam sekarang", ucap Renata dengan suara bergetar menahan gairah yang sudah menguasai dirinya.


"Iya kau akan berendam sekarang....bersama ku!"


Renata melebarkan kedua matanya.


"M-Mate...Apa yang kau lakukan tubuh ku masih sakit semua".


"Aku tidak akan membuatmu kesakitan. Aku hanya meminta mu merawat punggung ku yang terluka akibat ulah mu", jawab Matteo serius.

__ADS_1


Renata tidak bisa berkata-kata lagi. "Baik aku akan membersihkan goresan itu", jawab Renata menarik tangan suaminya masuk ke bathtub berukuran besar tersebut.


Renata mengusap lembut punggung suaminya dengan air hangat. Jemari jemari-jemari lentik itu menyusuri punggung Matteo sambil menyiramnya dengan air.


"Ahh shitt...Aku menginginkan mu lagi, Rena!", ujar Matteo dengan suara berat spontan mengangkat tubuh Renata keatas pahanya.


Tanpa aba-aba Matteo melahap gunung kembar istrinya yang begitu menggoda nya.


Cukup lama Matteo membenamkan wajahnya diantara dua dada Renata, membuat de*ahan lolos dari mulut istrinya. "Akh...


Matteo tersenyum mendengarnya. Sementara miliknya kembali berdiri dengan keras dibawah tekanan inti Renata.


Matteo mengangkat sedikit tubuh istrinya. Miliknya siap memasuki inti Renata lagi. "Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan", bisik Matteo sambil menggigit telinga Renata. Tubuh Renata seketika mengelijang, bergetar hebat saat merasakan milik Matteo memasuki nya dari bawah.


"Akh...


"M-atteo... katamu kau tidak akan membuat ku kesakitan lagi. Tap...Akh...Ahh M-MATE", teriak Renata tidak bisa melanjutkan ucapannya. Yang terdengar malah de*ahan dari bibirnya saat merasakan milik Matteo kembali memasuki intinya dari bawah, sementara posisi tubuh keduanya duduk di dalam bathtub.


Renata memeluk erat leher Matteo saat merasakan intinya di hentak kuat milik suaminya.


"Ahh Ahh A-Ahh, S-sayang...", racau Renata mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya.


Sementara bagian tubuh bawah Matteo bekerja keras, bibir laki-laki itu menghisap kuat kedua dada istrinya bergantian.


Lenguhan panjang tertahan terdengar dari bibir Renata. Bahkan bunyi cipratan air terdengar begitu kerasnya muncrat keluar dari bathtub.


Renata menyandarkan wajahnya pada bahu Matteo. Keduanya masih mengatur nafas yang menderu setelah mendapatkan pelepasan bersamaan.


Sangat gila, mereka bercinta di dalam bathtub. Tapi Renata sangat menikmatinya. Ternyata rasanya tidak sakit sama sekali. Justru Renata mereguk kenikmatan yang membuncah.


"Apa rasanya sakit seperti semalam?", tanya Matteo sambil mengangkat tubuh istrinya ke samping


"Tidak. Aku menyukainya", bisik Renata jujur. Ia mencium lembut rahang Matteo.


Tentu saja Matteo tersenyum mendengar pengakuan istrinya itu.


"Sekarang kita selesaikan ritual rendaman ini agar tubuh mu segar lagi. Kemudian kita sarapan".


"Aku senang kita hanya menghabiskan waktu di kamar saja, kita bisa bercinta sepuasnya. Selesai mandi aku ingin kau tidak menggunakan pakaian apapun", bisik Matteo menggoda Renata sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya.


Mendengar perkataan suaminya membuat tubuh Renata memanas seperti di aliran listrik. Sementara wajahnya sudah memerah seperti buah tomat yang baru di petik. Namun Renata tidak bisa menampik, ia sangat menginginkan tubuh suaminya. Lihatlah.. sebentar saja di sentuh Matteo, ia sudah men*esah tidak karuan.


Pengalaman pertama yang membuat Renata mabuk kepayang.


...***...

__ADS_1


__ADS_2