THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
INGIN SELALU DI CINTAI


__ADS_3

"Sayang, kau mau makan apa?", tanya Renata pada suaminya. Sudah tiga hari mereka pindah ke mansion yang sengaja Matteo siapkan untuk keluarga barunya.


"Sandwich saja dan susu hangat", jawab Matteo sambil mengecup wajah Renata yang terlihat lebih berisi sekarang.


"Sore nanti aku akan menemanimu periksa kandungan. Arnold akan menjemput mu kita akan pergi bersama dari kantor ku", ujar Matteo sambil menggigit sandwich yang ada di tangannya.


"Iya", jawab Renata. "Sekarang aku merasakan tubuh ku semakin berat, ukuran dada ku juga semakin membesar dan wajah ku semakin berisi", ucap Renata sambil menempelkan tangan ke wajahnya.


Matteo tersenyum mendengar perkataan istrinya itu. "Kau semakin cantik seperti itu, tubuh mu semakin seksi aku semakin mencintai mu, sayang".


Matteo mendaratkan sebuah kecupan ke wajah Renata sembari mengusap lembut perut istrinya yang sudah terlihat hamil.


"Terimakasih sayang. Itu yang selalu ingin aku dengar kau mencintai kami setiap saat", balas Renata tersenyum bahagia.


*


Austin baru saja selesai mandi. Handuk putih masih melilit di bagian tubuh bawahnya sementara tetesan air masih nampak di ujung-ujung rambutnya.


Sudah seminggu ia berada di kota kelahirannya. Selama seminggu pula waktunya hanya di habiskan bersama Matteo dan Dominic saja. Berkunjung ke kantor kedua temannya itu.


Sejak beberapa hari berada di kota Toronto, laki-laki banyak di berikan masukan oleh Matteo dan Dominic.

__ADS_1


"Sejauh kaki mu melangkah kau tidak akan pernah selamanya pergi, Austin. Aku yakin sebenarnya di hati kecil mu itu selalu merindukan kota ini", ucap Matteo beberapa hari yang lalu.


Austin melangkahkan kakinya ke balkon yang ada di kamar hotel tempatnya menginap, masih dengan lilitan handuk yang menutupi area tubuh bagian bawahnya.


Laki-laki itu menatap lurus ke depan. Menatap gedung-gedung tinggi menjulang di pusat kota Toronto. Sementara Panas pagi matahari sudah berganti dengan panas menyengat.


"Huhhh...berapa hari tinggal di sini ternyata teman-teman ku benar. Aku sangat merindukan kota ini. Tapi aku tidak ada perasaan apa-apa pada keluarga ku. Bahkan aku tidak mengunjungi mereka. Sekarang aku hanya ingin sendirian. Anggaplah sekarang aku sedang menikmati suasana liburan", gumam Austin menatap keadaan kota Toronto dari ketinggian sangat indah.


Drt


Drt


Terdengar deringan handphone miliknya dari dalam. Austin melangkah masuk dan mengambil


"Kimberly...?"


"Ada apa dia menghubungi ku?", gumam Austin sambil menggeser tombol hijau di layar handphone.


Baru juga hendak menempel kan handphone ke telinga, suara nyaring langsung memekakkan telinga Austin.


"Kakak...kenapa kau berada di Toronto tidak menemui aku. Kau keterlaluan sekali". Suara yang sangat di kenal Austin. Suara adik satu-satunya Kimberly.

__ADS_1


"Kau ini selalu saja kalau bicara di telepon memekakkan telinga ku!"


"Tapi kakak sudah keterlaluan sekali, sudah seminggu berada di Toronto tidak menemui aku dan Noah"


"Aku datang ke sini karena urusan pekerjaan. Aku tidak lama berada di Toronto, Kimmy", jawab Austin memberikan alasan.


"Aku tidak mau tahu alasan mu, karena aku sudah janji pada Noah kau akan menjemput nya pulang sekolah hari ini", ketus Kimberly.


"Apa-apaan kau ini. Aku ada janji dengan rekan bisnis ku, Kimmy. Aku tidak bisa menjemput putra mu!"


"Kakak tidak kasihan pada Noah. Bahkan pagi tadi ia malas-malasan pergi ke sekolah. Saat mendengar kau yang akan menjemputnya, ia langsung semangat dan begitu bahagia. Noah merindukan figur ayah, kak".


"Makanya kau cari ayah untuk anak mu, Kimmy. Kau sudah terlalu lama sendirian. Kau ini mirip sekali dengan papa, orang tua tidak bertanggung jawab!", ketus Austin kesal.


"Kak...


"Ck...Baiklah aku akan menjemput anak mu nanti", seru Austin kesal.


"Aku sudah mengirim alamat sekolah Noah, ia pulang dua jam lagi", ucap Kimberly diujung telepon.


"Menyusahkan aku saja. Bagaimana Kimmy mengetahui aku sedang berada di Toronto? Uhh...aku paling benci urusan begini". Tak henti Austin mengumpat kesal sambil memakai pakaiannya".

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2