
"Katakan informasi apa yang kau bawa, Winston?"
"Nona Laura saat ini tinggal di apartemen bersama anaknya. Anak di foto bersama nya itu ternyata putri nona Laura", ujar Winston menjelaskan.
"Kau yakin?"
"Iya nyonya", jawab Winston yakin.
"Siapa suaminya, ayah anak itu?", tanya Amanda menatap Winston yang begitu yakin memberikan informasi padanya.
"Menurut informasi yang saya terima sesuai catatan sipil suami nona Laura sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia membesarkan anaknya seorang diri".
"Apa Laura tidak memiliki keluarga lainnya? Adik misalnya?" Amanda menatap Winston penuh selidik. Ia ingin mendengar informasi tentang Brenda. Adik Laura yang mengandung anak Connors.
"Nona Laura memiliki seorang adik perempuan tetapi meninggalkan beberapa tahun yang lalu nyonya".
Amanda tak bergeming mendengar penjelasan Winston. Wanita paruh baya itu kaget mendengar informasi yang di berikan Winston. "Jadi wanita mudah itu sudah mati! Pantas saja Laura merawat anak itu"
Tiba-tiba wajah Amanda melukiskan senyuman diujung bibirnya. "Apa anak Laura tercatat di catatan sipil?"
"Iya. Sementara status perawatan orang tua tunggal", jawab Winston.
"Good Winston. Aku puas dengan kerja mu. Kau boleh keluar sekarang", perintah Amanda.
Setelah Winston keluar, Amanda tertawa sambil mengangkat kakinya ke atas meja kerja Connors. "Baiklah Laura kita sudah saatnya kita bermain-main.."
*
Hari berganti hari ..
Seminggu kemudian tiba pada hari istimewa Austin dan Laura.
Di mansion nya Renata menelisik riasan Wajahnya di depan cermin yang ada di ruangan khusus untuk Renata berhias saat akan menghadiri acara resmi.
Jika untuk acara formal Renata biasa memanggil makeup stylish kerumahnya.
"Kau sangat cantik nona Renata. Mata mu sangat indah berwarna biru terang bak safir yang berkilau".
__ADS_1
Makeup stylish memuji kecantikan Renata.
Ia sangat senang selalu diberi kepercayaan mendandani istri pemilik perusahaan besar seperti Anderson Groups .
Sebuah perusahaan yang sangat besar.
Dan semua orang tahu siapa pemiliknya Matteo Thomas. Pria tampan, yang sangat terkenal karena karakter yang dingin dan tegas. Orang-orang juga tahu cerita di balik pernikahan Matteo dan Renata. Namun berita yang berkembang adalah berita positif. Orang-orang mendukung Renata tanpa menghujatnya sama sekali. Setelah sebagian media pada saat itu memuat perbuatan keji Angelica juga scandal perselingkuhan nya terkuak dan menjadi konsumsi publik.
Setelah membantu Renata memakaikan gaun berwarna hitam dengan bagian depan sedikit rendah memperlihatkan dadanya yang semakin berisi. Sementara bagian belakang terbuka menampakkan punggung putih mulus Renata.
"Orang-orang yang melihat nona Renata pasti berdecak kagum".
Renata tersenyum mendengarnya. "Tapi tubuhku sedang hamil besar".
"Justru karena nona sedang hamil, aura positif ibu hamil memancar dari wajah nona Renata", jawab makeup stylish sambil merapikan dress indah Renata.
"Kau bisa saja membuat hati ku berbunga-bunga", balas Renata tersenyum.
Sedangkan untuk rambut, Renata meminta untuk di gerai saja dengan style classic waves, dibuat bergelombang di bagian bawah rambutnya.
Tak tinggal clutch dan wedges lima centimeter menambah sempurna penampilan Renata untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya Laura dan Austin teman Matteo.
Ia memakai tuksedo berwarna hitam. Sewarna dengan gaun istrinya.
Membuatnya semakin tampan seperti dewa-dewa Yunani.
Matteo mendekati Renata.
"Tinggal kan aku dan istriku". Perintah nya pada makeup stylish yang terlihat sudah selesai dengan pekerjaannya.
Setelah hanya mereka di ruangan ganti itu, Matteo memeluk Renata dan mengecup lembut leher istrinya.
"Matte...Hentikan! Kau bisa merusak dandanan ku", protes Renata.
"Sedikit saja, aku tidak akan merusaknya. Aku tidak tahan melihat mu sangat cantik sayang. Rasakan milik ku sudah berdiri hanya melihat mu saja", bisik Matteo dengan mesranya.
Renata melebarkan kedua matanya. Ketika jemari tangannya merasakan milik suaminya sudah berdiri dengan keras begitu.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa membantu milik suami mu ini agar tidak berdiri seperti mentimun impor begini, sayang? Rasanya tidak enak", bisik Matteo sambil mencium leher Renata sementara tangannya bergerilya meremas dada Renata yang berukuran semakin besar dan menggoda itu. "Sudah seminggu lebih kita tidak melakukannya, dokter bilang kita sudah bisa melakukannya kan?"
"Kau ini. Tapi tidak sekarang juga Matte. Aku tidak mau terlihat buruk dan kacau di pernikahan Laura dan Austin nanti", cicit Renata. Lagi-lagi Renata melancarkan protes nya pada suaminya itu
"Baiklah..."
"Aku turuti kemauan mu, tapi malam ini kita melakukannya. Tidak ada protes lagi. Aku sangat menginginkannya sayang". Matteo mengecup bibir istrinya.
"Iya, setelah kita pulang nanti aku akan memuaskan mu", jawab Renata sambil mengusap lembut leher Matteo. Sejujurnya ia pun menginginkan nya tapi waktu sudah sangat mepet sekali. Jika di lanjutkan bisa-bisa mereka tidak bisa menghadiri pernikahan sahabat mereka.
Tampak Matteo memejamkan matanya sesaat menenangkan dirinya. Renata membantunya mengusap lembut punggung suaminya.
Setelah semua terkendali, Matteo mengeluarkan kotak beludru berwarna merah, ia membuka kotak itu dan mengambil isi nya.
Memasangkan nya ke leher Renata.
Netra Renata melebar melihat berlian yang berkilau sudah terpasang dilehernya, membuat penampilan nya semakin mempesona malam ini
"Sayang..."
"Aku sengaja memesannya untuk mu, Evans berhasil meminta toko langganan ku, membuat pesanan ini beberapa hari yang lalu. Kebetulan sekali hari ini pernikahan Austin jadi kau bisa langsung memakainya".
"Apa kau menyukai nya?", bisik Matteo ditelinga Renata yang terdiam tak bergeming sedikitpun.
Tangan Renata tak berhenti mengelus kalung itu dan terharu melihat benda yang sangat mahal itu ia miliki.
"Tentu saja aku menyukai nya Sayang", jawab Renata mengecup wajah Matteo.
Tentu saja Matteo senang dengan tindakan spontan istrinya itu .
Kembali ia menciumi tengkuk leher Renata. "Kau wanita yang sangat istimewa dalam hidup Rena, kau layak mendapatkan apapun dari ku. Meskipun tak sebanding dengan pengorbanan mu karena mau mengandung anak ku. I love you so much", gumam Matteo tersirat penuh makna.
"Well... sekarang sebaiknya kita pergi saja sebelum aku berubah pikiran untuk melahap mu", ucap Matteo tersenyum.
"Kau sangat tampan sayang. Aku tidak akan membiarkan mata mu melirik wanita lain".
"Tujukan permainan liar mu malam ini, aku pastikan tidak akan melirik wanita lainnya", goda Matteo sambil menggenggam erat tangan Renata menuju mobil yang sudah siap.
__ADS_1
...***...
To be continue