
"T-olong aku..."
Mata Kelly terpejam, sementara tubuhnya terkulai lemah.
Seketika semuanya gelap...
"Cepat lakukan, sekarang. Segera gilir! Kalian pasti tidak pernah melakukannya pada wanita seperti itu kan!", ucap Lory dengan santainya.
Sementara Diane memberikan kamera pada salah satu pria yang sudah tidak sabar mencicipi tubuh Kelly yang sudah tidak berdaya di atas meja. Namun kedua matanya masih mengerjap. Kelly belum kehilangan kesadaran sepenuhnya. Bahkan bibirnya berucap lirih memohon agar laki-laki itu melepaskan dirinya.
Pria berambut panjang dan yang memiliki bekas luka sayat di wajah nya terlihat tersenyum mendengar rintihan permohonan Kelly. Laki-laki itu menurunkan sedikit celana, siap melahap tubuh Kelly. Sebelum nya ia terlihat menghisap serbuk berwarna putih ke hidungnya.
"Aku akan memasuki mu sayang. Kita akan bersenang-senang. Rasakan milik ku...
Brakkkk.
Tiba-tiba pintu di dobrak paksa. Terlihat Felix dan orangnya yang mendobrak pintu.
"Bajingan. Lepaskan putri ku...!"
Kelly mengerjap-ngerjapkan matanya. Sebelum mata itu terpejam. Samar ia masih mendengar dobrakan keras di pintu dan langkah-langkah yang mendekatinya. "P-apa... T-olong A-ku pa...Sekali ini saja", ucap Kelly lirih. Dan setelahnya mata itu terpejam. Tertutup rapat dengan wajah pucat pasi seputih kapas.
Melihat kedatangan Felix dan orang-orangnya, sontak membuat Lory dan Diane berdiri dengan tubuh gemetaran. Apalagi setelah itu Dominic dan orang-orang nya datang juga. Lory dan Diane terdesak. Lory tidak menyangka Felix dan Dominic menemukan lokasi mereka secepat ini. "Brengsek!!", umpat nya.
Dengan tangan terkepal, Dominic berlari sekencang mungkin menghantam laki-laki yang hendak menodai kekasihnya. Dominic melihat laki-laki itu hendak melucuti celana kerja Kelly. Sementara miliknya sudah menyembul keluar dari celana panjang yang dikenakannya.
"Rasakan ini bajingan", teriak Dominic sambil menendang keras dada pria yang sudah berada di atas tubuh Kelly hingga terhuyung kebelakang dan terjerembab ke lantai.
Dominic tidak memberi ampun, dengan sorot mata menggelap, ia begitu emosi. Tangan Dominic menghantam wajah pria itu dengan keras. Darah segar mengucur dari mulut dan hidung pria yang hampir saja menodai Kelly. Beruntung pria itu belum sempat melakukanya. Bertepatan dengan pintu di dobrak orang-orang Felix di susul datangnya Dominic dan orang-orang nya.
__ADS_1
"Kurang ajar kau bajingan!", teriak Dominic menggelegar sambil menendang, memberikan pukulan keras bertubi-tubi ke wajah pria itu yang langsung terhuyung-huyung. Laki-laki itu terdesak, belum sempat memberikan perlawanan membalas, Dominic kembali menyerangnya membabi-buta. Apalagi pria itu di bawah pengaruh obat-obatan membuatnya otaknya tidak bisa berpikir jernih.
"Dasar laki-laki tidak berguna. Kau berani bermain-main dengan ku hah brengsek!", teriak Dominic dengan tangan terkepal menghantam bagian rahang pria itu hingga menyemburkan darah segar dari mulutnya.
Sementara Felix membuka jaket kulit nya dan menutupi tubuh Kelly. "Bangun sayang, papa dan Dominic ada di sini", ucap Felix memeluk putrinya sambil mendudukkan tubuh Kelly yang setengah sadar. Rasanya seperti bermimpi, Kelly melihat ayahnya. Rasanya seperti mimpi menyadari ayahnya menyelamatkan dirinya yang dalam bahaya. Felix hendak membuka tali ikatan di tangan putrinya.
Namun...
Kres...Kress
"Akh..."
"Pa...papa", lirih Kelly dengan sisa tenaganya. Dengan sorot mata sayu Kelly memeluk tubuh Felix yang kesakitan. Lory membuta, dua kali menancapkan pisau ke punggung Felix.
Roland yang melihat Lory melukai Felix segera menendang tubuh wanita itu hingga terjerembab ke lantai. Diane yang melihat kondisi di sana tidak aman untuk nya berniat melarikan diri. Namun, tindakannya
Orang-orang Dominic dan Felix tidak butuh waktu yang lama melumpuhkan Lory dan orangnya. Meskipun mereka memberikan perlawanan dan sempat menghalau orang-orang Dominic dan Felix, namun mereka tidak mampu melawannya. Apalagi Roland membawa orang-orang terbaik yang biasa mengawal Dominic saat menangani kasus besar.
Sekarang petugas sudah tiba di lokasi bersama ambulans dan petugas medis yang segera memberikan pertolongan pertama pada Felix.
*
Dominic mendekap erat tubuh Kelly yang hampir saja ternoda oleh gerombolan laki-laki bejat suruhan Lory dan Diane. Dominic mengeram menahan amarah dalam dirinya yang masih menggebu-gebu.
Sementara Kelly tidak sadarkan diri dengan tubuh terkulai lemah dan mata terpejam ia tidak mengetahui lagi apa yang terjadi disekitarnya. Kejadian yang ia alami hari ini benar-benar membuatnya syok.
"Sayang, kau aman sekarang", ucap Dominic sambil memasang kancing kemeja kerja Kelly yang sempat terbuka ulah laki-laki bejat itu. Begitu pula celana kerja Kelly sudah kembali di rapikan Dominic.
Petugas medis segera memeriksa kondisi Kelly dan Dominic menggendongnya ke ambulans.
__ADS_1
*
Lory dan Diane beserta enam pria suruhan mereka masih didalam ruangan, dibariskan dilantai dengan wajah babak belur dan tangan sudah terpasang di borgol.
"Tuan, apa sebaiknya tuan bawa nona Kelly ke rumah sakit sekarang. Biarkan saya yang mengurus para penjahat ini di sini hingga mengawal mereka ke kantor polisi nanti", ucap Roland.
"Iya, aku akan membawa kekasih ku kerumah sakit sekarang. Tapi sebelumnya aku ingin memberi pelajaran pada mereka semua", jawab Dominic mengepalkan kedua tangannya dan menghampiri Lory dan Diane yang masih bisa mengangkat wajah mereka. Dominic benar-benar kesal melihatnya.
Tanpa ba-bi-bu lagi Dominic memberikan bogem mentah pada keenam pria bayaran Lory. Sementara untuk Lory dan Diane, Dominic menampar wajah keduanya dengan keras. Petugas yang melihat nya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka mengenal baik Dominic sebagai pengacara handal.
"Aku pastikan kalian semua mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya. Dan kau...kau, aku pastikan kalian menghabiskan sisa hidup mu di penjara yang paling buruk di negeri ini. Pengap dan kumpulan narapidana yang berbahaya", tegas Dominic menunjuk wajah Lory dan Diane.
"Kau tidak akan bisa melakukannya. Aku akan menyewa pengacara terhebat. Aku pastikan kau akan menarik ucapan mu itu, Dominic!", balas Lory membalas tatapan tajam Dominic.
"Kau brengsek, Dominic....apa untungnya kau membela wanita itu. Kau akan menyesal melakukannya", teriak Diane.
"Ck..kau masih bisa berbicara seperti itu", ketus Dominic sambil mencengkram kuat leher Diane."Ini tidak seberapa dengan penyiksaan yang kalian lakukan pada kekasih ku! Mengenal mu adalah hal yang paling aku sesali seumur hidup ku!", hardik Dominic sambil menghentakkan tangannya dengan kuat membuat tubuh Diane terjungkal kebelakang. Wanita itu terbatuk-batuk karena kerasnya cengkraman tangan Dominic dilehernya.
"Tuan Dominic, nona Kelly akan di bawa ke rumah sakit sekarang", ujar Roland memberi tahu bos-nya itu.
"Ini belum berakhir. Aku segera menemui kalian lagi. Aku pastikan aku sendiri yang akan mengawasi kasus berat kalian ini. Bersiaplah kalian mendapat kan balasan setimpal seperti yang kalian lakukan pada kekasih ku", ancam Dominic sambil membalikkan badannya keluar ruangan.
Saat Dominic menuju mobil, masih terlihat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara. Setelah semua selesai pengambilan barang bukti, tempat itu barulah di pasang garis line guna mengamankan tempat kejadian perkara.
...***...
To be continue
Tinggalkan komen dan like kalian ya. Author semangat kalau kalian memberikan interaksi di setiap bab yg Emily upload 🙏
__ADS_1