THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
TIDAK AKAN JATUH CINTA PADA ISTRI ORANG


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Austin bergegas mengambil kunci mobilnya. Ia bangun pagi sekali karena ada janji dengan Kimberly adiknya.


Jarak hotel tempatnya menginap selama di Toronto tidak terlalu jauh dari apartemen Kimberly hanya sekitar dua puluh menit saja, namun saat jalanan belum macet seperti sekarang bisa lebih cepat lagi sampai ke sana.


Kebetulan hari ini weekend, Austin akan menghabiskan waktu nya bersama adik dan keponakan nya Noah.


Mobil yang di kendarai Austin sudah berhenti di parkiran apartemen. Laki-laki itu bergegas turun sambil membawa mainan mobil remote control untuk Noah yang di pesannya khusus di Amerika dan dikirimkan oleh Leon asisten nya.


Saat sampai di lantai tiga puluh tempat unit Kimberly berada, Austin menekan bel. Sekarang masih pukul 8 pagi.


Tak lama, pintu di buka Noah bersama pengasuh nya.


"Paman Austin.."


Teriak bocah kecil itu, begitu melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Halo boy, lihat paman membawa kan mu apa?", ujar Austin memperlihatkan kotak besar ke depan tubuh nya.


"Mobil remote control, paman? apa untuk ku?", teriak Noah memastikan.


"Of course. Paman memesannya khusus di Amerika", jawab Austin menyerah kotak berukuran besar itu pada pengasuh Noah.


"Horee... Terimakasih paman Austin", ucap Noah sambil memeluk paha Austin yang memiliki tubuh tinggi.


"Kak...kau sudah datang", sapa Kimberly yang baru selesai mandi. Bahkan handuk putih masih diatas kepalanya.

__ADS_1


"Mommy..lihatlah, paman membelikan mobil untuk ku", ucap Noah sumringah.


Kimberly tersenyum melihat putranya itu terlihat sangat senang. "Apa kau sudah mengucapkan terima kasih pada paman?"


"Sudah mom", jawab bocah mengemaskan itu yang sibuk membuka kotak.


"Nona Kimmy, sarapan sudah siap", ucap pelayan.


"Kak...ayo kita sarapan", ujar Kimberly menuju meja makan diikuti Austin.


Kimberly memilih sarapan sereal gandum sementara Austin memilih omlet dan cokelat panas.


Kedua kakak beradik itu menikmati sarapan bersama sambil mengobrol tentang keputusan Austin untuk menetap di Toronto. Malah Austin sedang mencari tempat tinggal yang cocok dengannya di kota itu.


"Aku senang jika kakak memutuskan untuk menetap di Toronto. Apa kakak dan papa sudah berbicara lagi?"


"Apa kakak menyetujui persyaratan yang papa minta?"


"Aku akan menyetujui nya kalau wanita yang akan aku nikahi adalah pilihan ku, tidak ada hubungannya dengan Amanda!".


"Apa artinya kakak sudah merubah pandangan tentang sebuah pernikahan?", tanya Kimberly menatap Austin.


Austin menyesap coklat hangat. "Jika aku bertemu dengan wanita yang tepat, tentu saja pandangan ku akan berubah. Namun sampai saat ini aku belum menemukan wanita itu".


"Aku yakin kakak akan menemukan wanita itu", ucap Kimberly sambil menggenggam erat jemari tangan Austin, memberikan semangat untuk laki-laki yang sangat di sayangi nya itu.


"Bagaimana dengan perusahaan kakak di Manhattan?"

__ADS_1


"Tidak perlu kuatir, di sana orang-orang ku sangat terpercaya. Orang-orang kepercayaan kakek pun masih mengawasi perusahaan itu. Leon akan memberikan informasi rutin kepada ku tentang perusahaan. Jarak Toronto Manhattan juga tidak terlalu jauh. Mudah diatur untuk kedepannya", jawab Austin.


"Iya juga. Kakak bisa bolak balik dalam sehari", ucap Kimberly tersenyum setuju dengan pemikiran Austin.


Kemudian Kimberly melanjutkan makannya. "Oh ya kak, ada apa kau dan Laura orang tua Qiana teman Noah. Ia menanyakan nomor kontak mu. Ia bilang ada urusan yang belum tuntas dengan mu", tanya Kimberly penuh selidik menatap wajah Austin yang terlihat biasa-biasa saja.


"Tidak ada apa-apa. Aku menganggap urusan kami telah selesai", jawab Austin terlihat tak berminat.


"Mommy...jam berapa kita akan membeli hadiah untuk Qiana?"


Austin menatap keponakannya begitu mendengar nama Qiana. "Apa kalian akan pergi?"


"Qiana putri nya Laura yang aku tanyakan tadi, hari ini berulang tahun. Aku akan mengantar Noah ke sana".


"Paman mau ikut? pasti Qiana senang melihat paman Austin lagi", ucap Noah dengan polosnya.


"Memangnya kapan Qiana bertemu paman Austin sayang?"


"Waktu paman menjemput Noah, mom", jawab Noah.


"Dan kau bertemu dengan mommy nya juga?", tanya Laura menatap selidik wajah kakaknya yang terlihat berubah.


"Laura cantik ya kak?", goda Kimberly menahan tawanya.


"Sejak kapan aku menyukai istri orang Kimmy. Wanita seperti itu bukan tipe ku. Aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan wanita bersuami!"


...***...

__ADS_1


To be continue


__ADS_2