
Suara dentuman musik terdengar memekakkan telinga.
Terlihat orang-orang menggerakkan tubuh mereka mengikuti irama musik yang menghentak tersebut.
"Angelica...aku lelah, sekarang aku mau duduk. Kau dan Isabella lanjutkan saja melantai kalian".
"Kau ini cepat sekali lelah. Aku belum puas menghilangkan penat. Aku butuh penyegaran pikiran ku. Matteo brengsek itu benar-benar membuatku kesal", jawab Angelica pada temannya.
"Aniston..kau hubungi Jacob dan Daniel, aku membutuhkan mereka di kamarku", ucap Angelica bernada perintah.
"Shitt, kau pikir aku ini anak buah mu?! Kau perintah kan saja asisten mu Jennifer menghubungi mereka", balas gadis muda yang di panggil Aniston oleh Angelica.
"Jennifer sudah aku pecat. Aku tidak menyukainya karena ia orang Matteo", jawab Angelica semakin lincah meliuk-liuk tubuhnya dilantai sebuah club mewah, tempat yang sering ia datangi bersama teman-teman nya.
"Uhh...kau selalu saja menyulitkan ku, Lica", teriak Aniston kesal.
"Aku harus membuat rencana baru agar tidak berpisah dengan Matteo, sebelum ia memberikan hartanya untuk ku. Aku tidak akan membiarkan laki-laki itu bahagia dengan wanita manapun. Enak saja!", umpat Angelica dalam hatinya.
*
"Rena... jangan lupa jaga kandungan mu. Sering-seringlah kemari", ujar Zaneta lembut sambil mengusap perut Renata.
"Iya bi. Tapi semuanya tergantung putra bibi Zaneta, Rena tidak berani pergi jika ia tidak mengizinkan", jawab Renata menatap Matteo yang berdiri di dekatnya.
__ADS_1
"Sayang, sering-seringlah ajak Rena mengunjungi mommy. Kau tahu sendiri hingga kini daddy masih saja sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan, tidak seperti mommy yang sudah pensiun dan menikmati hidup", ucap Zaneta pada Matteo.
"Iya mom. Mommy bisa juga mengunjungi Renata kapanpun di apartemennya. Evans sudah mendapatkan apartemen untuk Renata. Apartemen itu jauh dari keramaian dan aku sudah meminta Evans menyembunyikan identitas Renata demi keamanannya", jawab Matteo sambil menggenggam erat jemari tangan Renata.
"Kau tetap harus menempatkan orang untuk menjaga tempat itu, Matte. Walaupun kau merasa sudah aman tetap harus waspada...musuh tidak bisa di tebak bisa datang dari arah mana saja", tegas Thomas memberikan nasihat pada putranya.
"Iya dad, aku tidak akan pernah lupa nasihat mu satu itu. Sekarang aku dan Rena pamit pulang dulu", ucap Matteo sambil memeluk Thomas.
"Daddy senang kalian bersama. Daddy harap setelah kasus perceraian mu dengan Angelica selesai, kau segera menikahi Renata. Daddy dan mommy tahu kalian saling mencintai. Kalian berdua tidak bisa membohongi kami", ujar Thomas tanpa tedeng aling-aling lagi.
Matteo dan Renata saling berpandangan. Matteo mengusap tengkuknya sementara Renata terlihat tersipu dengan wajah merona.
"Iya dad"
"Untuk kali ini pilihan ku tidak akan mengecewakan daddy dan mommy", ujar Matteo tersenyum.
Perasaan Renata menghangat. Ia terharu melihat keharmonisan keluarga itu. Saling menyayangi dan memberikan dukungan satu dan yang lainnya. Yang terpenting selalu memberikan nasihat-nasihat kepada Matteo. Jika putra mereka keliru tak sungkan untuk menegurnya.
Dimata Renata sosok Thomas dan Zaneta adalah sosok orang tua panutan yang sempurna.
*
"Mulai sekarang kau akan tinggal di apartemen ini, Rena. Tempat ini aman untuk mu dan aku sudah memilih seseorang untuk menemani mu. Lihatlah di belakang mu sekarang", ucap Matteo.
__ADS_1
Renata menolehkan kepalanya menatap Myria yang tersenyum di belakangnya.
"Bibi Myria.."
Renata tertawa sumringah saat melihat siapa orang yang di pilih Matteo untuk menemaninya. "Aku kira Matte, akan mengajak orang lain bersama ku. Aku sangat senang ternyata bibi lah orangnya".
"Bibi juga senang ikut bersama mu, nona Renata. Seperti biasa bibi akan membuatkan makanan sehat yang lezat untuk mu", jawab Myria tersenyum.
Myria tahu Matteo pasti ingin berdua saja bersama Renata. "Baiklah...karena bibi baru saja tiba jadi sekarang harus membereskan pakaian bibi. Bibi tinggal tuan dan nona kekamar, jika membutuhkan bantuan bibi panggil saja dengan cepat bibi Myria segera datang", ucap Myria tersenyum ramah pada keduanya.
"Iya bibi", jawab Matteo dan Renata berbarengan.
Setelah Myria berlalu, Matteo mengajak Renata duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Matteo memangku tubuh Renata, tangannya melingkar di pinggang gadis itu. Sementara tangan Renata melingkar di leher Matteo.
"Apa kau menyukai apartemen mu, hem?", tanya Matteo menatap mesra wajah cantik Renata.
Renata menganggukkan kepalanya. "Tapi seharusnya kau tidak perlu melakukannya, Matte. Aku kan bisa tinggal bersama-sama mama".
Matteo terdiam mendengar perkataan Renata. Tiba-tiba ia ingat sesuatu. "Shitt...kenapa aku tidak memikirkan nya", ujar Matteo sambil mengambil handphone miliknya.
Renata merasa aneh melihat tingkah Matteo. Tiba-tiba perasaannya tidak enak. "Ada apa Matte? Kau membuat ku kuatir.."
...***...
__ADS_1
To be continue
Apa yang dipikirkan Matteo ya 🤔