
Mobil yang dikendarai sopir berhenti di sebuah bangunan apartemen. Sambil memijat keningnya Kelly menatap bangunan artistik tepat di depan matanya. "Domi ..kenapa kita ke sini? Ini apartemen siapa?"
Dominic tidak menggubris pertanyaan istrinya, ia tahu Kelly mengalami jetlag. Dominic langsung mengajak Kelly menuju lift.
"Dominic...ini apartemen siapa?", tanya Kelly mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan unit apartemen saat sudah berada di dalam.
"Apartemen milik ku. Selama di Roma, kita akan tinggal di sini", jawab Dominic memeluk pinggang Kelly.
Dominic langsung mengajak istrinya ke kamar utama miliknya yang sudah cukup lama tidak ditempati nya. Namun begitu pintu kamar terbuka lebar tetap saja aroma musk parfum Dominic menyeruak memenuhi Indera penciuman Kelly. Harum yang sangat disukai Kelly begitu lekat meskipun pemiliknya sudah lama tidak menempati ruangan itu.
Kelly menatap semua sudut kamar mewah itu. Begitu bersih dan tertata rapi. "Siapa yang merawat apartemen mu ini, begitu bersih dan rapi? Kau kan menetap di Toronto selama ini", tanya Kelly sambil melihat-lihat foto-foto suaminya di nakas. Banyak foto wisuda suaminya yang di pajang.
"Bibi Matilda. Wanita asal Mexico yang sudah lama bekerja dengan ku. Ia rutin membersihkan apartemen ini. Apa kau menyukainya, hem? Kau boleh merubah tatanan apartemen ini sesuai keinginan mu", ucap Dominic sambil memeluk pinggang Kelly dari belakang dan mendaratkan sebuah kecupan di tengkuk Kelly.
Kelly membalikkan badannya menghadap suaminya. "Apa kamar ini tempat mu dan kekasih-kekasih mu bermesraan, Domi?". Kelly menatap selidik wajah Dominic.
"Tentu saja. Dimana lagi.."
"Huhh...kalau begitu aku mau kamar yang lain saja!", ketus Kelly kesal membalikan badannya hendak mendorong koper nya keluar kamar.
"Kau mau kemana sayang. Kita tetap tidur di sini", ucap Dominic tersenyum jahil. "Kau mudah sekali marah. Aku hanya menggoda mu saja. Tentu saja hanya kau saja yang aku bawa ke apartemen ku ini".
__ADS_1
Kelly menghembuskan nafasnya.
"Aku kan bisa mengajak kekasih ku ke kamar hotel", Seloroh Dominic dengan wajah konyolnya menatap Kelly yang cemberut dan mencebikkan bibirnya.
Kelly melebarkan kedua matanya. "Huhhh...Kau sangat menyebalkan Domi", balas Kelly sambil memukul dada bidang suaminya.
Dominic tertawa, ia terlihat senang sekali menggoda istrinya. Dominic memeluk erat tubuh Kelly.
"Apa kau ingin membersihkan tubuh sekarang, hem? atau kita berendam bersama?", bisik Dominic sambil mencium lembut bibir Kelly.
Sementara Kelly meremas kemeja putih yang membalut tubuh atletis Dominic. Dominic menundukkan kepalanya me*umat bibir ranum istrinya. Sementara Kelly menengadahkan wajahnya membalas ciuman suaminya. Kelly menjijitkan kakinya sambil melingkarkan tangannya pada leher Dominic. Keduanya berciuman mesra, cukup lama. Kelly terhanyut buaian Dominic. Suaminya itu sangat lihai menyentuh bagian-bagian sensitif tubuh Kelly.
"Aku menjadikan perjalanan kali ini sebagai bulan madu kita yang tertunda. Aku harap setelah bulan madu ini kau langsung hamil, sayang", bisik Dominic di depan bibir Kelly yang baru saja membuka kedua matanya setelah berciuman sangat mesra dengan suami nya itu.
Kelly menganggukkan kepalanya, sambil memeluk erat tubuh Dominic. "Iya sayang, aku juga menginginkan agar cepat hamil"
Mendengar jawaban Kelly, terlukis senyuman samar penuh makna di bibir Dominic. "Yes, ternyata tindakan ku benar", batin Dominic sambil mendekap tubuh Kelly.
"Sekarang bersih kan lah tubuh mu, sementara aku akan memesan makan malam kita".
Kelly menganggukkan kepalanya. "Iya sayang. Aku ingin makan pasta yang enak malam ini", ucapnya girang sambil masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
*
Tiga puluh menit berlalu, Kelly keluar kamar mandi dengan bathrobe. Kelly membuka kopernya kerena memang belum sempat memindahkan pakaiannya dan Dominic. Ia berada di walk in closet yang terpisah sekat saja dengan tempat tidur.
Seketika kedua mata Kelly terbelalak melihat isi kopernya. "Oh my god, apa-apaan ini. Dimana semua pakaian ku?"
Kelly segera masuk ke kamar dan melihat Dominic sedang melihat-lihat handphone miliknya sambil duduk bersandar di atas tempat tidur luas itu.
"Domi, kenapa isi koper ku lingerie semua, Pasti kau kan yang menukar pakaian ku. Sekarang katakan di mana baju-baju ku, Dominic. Aku harus berganti pakaian tidur", ucap Kelly kesal.
Dominic menaruh handphone miliknya di atas nakas sambil menatap Kelly . "Aku tinggal di Toronto. Kan sudah aku katakan kau tidak butuh pakaian selama kita di sini", jawab Dominic tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Netra hitam Kelly membulat , melotot menatap suaminya yang terlihat biasa-biasa saja dan tidak bersalah sama sekali.
"Argh....yang benar saja Domi, aku memakai lingerie ini sama saja aku tidak memakai apa pun", ketus Kelly sambil memperlihatkan salah satu lingerie berwarna terang yang sangat tipis di hadapan Dominic.
"Aku suka dengan pilihan mu, sangat seksi. Pilihan mu hanya dua, pakai lingerie itu atau telanjang", jawab Dominic tersenyum menggoda.
"Kau...Uhh Argh!"
...***...
__ADS_1