
"Aku ingin yang terlibat dalam penculikan anakku di hukum seberat-beratnya, Domi. Mereka sudah berani bermain-main dengan ku", ketus Matteo sambil berkacak pinggang.
"Tentu saja. Kau tenanglah aku langsung yang akan mengawal kasus penculikan anak mu. Semoga saja mereka tidak berbuat nekat", jawab Dominic. Ia dan Austin segera datang ke mansion temannya itu begitu asisten mereka memberikan kabar tentang penculikan Zayn.
Dominic dan Austin serta istri mereka langsung datang menemui Matteo dan Renata. Sementara Laura dan Kelly menenangkan Renata di kamarnya. Mereka tahu bagaimana kuatirnya Renata saat ini, pasti jiwanya terguncang apalagi saat ini sedang hamil tujuh bulan.
Ceklek..
Matteo dan teman-temannya menatap kearah Evans yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu lagi. Pasti ia akan menyampaikan pesan penting pada Matteo.
"Tuan.. berdasarkan penyusuran CCTV jalan, mobil itu terlacak menuju ke arah barat luar kota. Orang kita masih menyusuri beberapa jalan yang kemungkinan di lalui. Orang-orang kita sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib mencari tuan Zayn", ucap Evans memberikan penjelasan sesuai perintah Matteo agar menyampaikan semua kabar yang mereka dapatkan kepadanya.
"Matte...aku rasa tidak mungkin orang event organizer yang di pecat itu saja yang melakukannya, coba kalian pikir untuk apa ia melakukannya. Ia juga tidak ada urusan dengan mu kan? Bisa jadi ia suruhan orang. Atau saingan bisnis mu", ujar Austin memberikan pendapatnya.
Matteo memijat keningnya nampak berpikir. "Aku tidak ada musuh. Setahuku semua kerja sama yang aku jalani dengan perusahaan lain baik-baik saja".
"Bisa jadi yang di katakan Austin itu benar, Matte. Coba kau ingat-ingat lagi, mungkin bisa memberikan petunjuk dimana Zayn saat ini", ucap Dominic.
__ADS_1
Matteo menatap kedua sahabatnya itu bergantian. "Evans tadi kau katakan mobil itu terlacak ke arah barat luar kota Toronto?", tegas Matteo memastikan.
"Kalian ikut aku sekarang. Kalau benar yang aku pikirkan, kemungkinan Zayn ada di sana", tegas Matteo sambil berdiri dari tempat duduknya.
Austin dan Dominic bertukar pandang. Mereka tidak mengerti maksud temannya itu. Tapi sepertinya Matteo memiliki dugaan di mana anaknya berada.
*
"Rena...tenangkan diri mu. Kau harus makan dan minum. Aku kuatir dengan kondisi mu Renata sayang", ucap Laura sambil mengusap kening temannya itu.
Sementara Kelly yang sedang hamil besar juga memegang piring berisi makanan yang sama sekali tidak di sentuh Renata.
Kelly dan Laura mengerti dengan apa yang di rasakan Renata. Renata sepenuh hati menyayangi Zayn seperti darah dagingnya sendiri. Bahkan ia mau mengorbankan hidupnya untuk Zayn, meskipun anak itu ada di dunia ini dari program surrogate mother.
"Aku sangat menyayangi Zayn. Ia anak ku", lirih Renata berurai air mata.
Melihat Renata sedih seperti itu membuat Kelly dan Laura pun ikut menangis.
__ADS_1
"Iya Rena, kami tahu kau sangat menyayangi Zaynee dengan tulus. Kau ibu yang terbaik bagi Zayn. Ia beruntung memiliki mu", ucap Laura sambil mengusap air mata Renata yang menyandarkan punggungnya di atas tumpukan bantal.
"Aku tidak tahu lagi harus apa jika kenapa-napa dengan anak ku. Aku tidak akan bisa melanjutkan hidup ku lagi". Renata menangis sejadi-jadinya.
"Kau tidak boleh berkata seperti itu, Rena. Kau harus memikirkan anak yang ada dalam kandungan mu. Ia membutuhkan ku. Iya berhak juga hidup bersama mu, Rena", ucap Kelly mengusap air matanya. Ia sangat tahu siapa temannya itu. Kelly saksi hidup perjuangan Renata sebelum menikah dengan Matteo. Mereka bersama-sama berjuang untuk bertahan hidup dari takdir yang sangat sulit kala itu.
Ceklek...
Myria masuk ke dalam kamar. "Sepertinya tuan Matteo sudah mengetahui keberadaan Zayn. Tuan Matteo di temani tuan Dominic dan tuan Austin sudah pergi beberapa saat yang lalu. Sekarang nona Renata harus tenang. Harus makan dan minum susu agar sehat. Nona harus menjaga juga kandungan nona", ucap Myria seperti biasanya keibuan dan sabar.
Selang beberapa menit kemudian. Datang Sophia dan Zaneta juga Thomas menemui Renata dengan kata-kata yang sama mereka memberikan support untuk Renata agar tetap memikirkan kesehatan nya.
Akhirnya Renata mau juga menelan makanan yang sudah di siapkan Myria. Bahkan makanan yang sudah dingin di gantinya dengan sup hangat.
Renata terlihat lebih bersemangat sekarang. Apalagi mendengar bahwa Matteo sudah mengetahui keberadaan anaknya. Renata tak berhenti untuk terus berdoa agar suaminya menemukan anaknya dalam keadaan baik-baik saja.
...***...
__ADS_1
To be continue
Kalau banyak yang komen kita lanjut lagi nih ❤️