THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KEBAHAGIAAN KELLY & DOMINIC


__ADS_3

"Sayang...jangan katakan kau masih perawan. Apa kau masih virgin, Kelly...??", tanya Dominic sambil menatap lekat wajah istrinya.


Kelly membalas tatapan Dominic dengan sorot mata yang terlihat pasrah. Perlahan ia menganggukkan kepalanya.


"Ahh Kelly", ucap Dominic mengangkat tubuhnya mensejajarkan wajahnya dengan wajah Kelly. "Apa karena ini kau tidak mau kita bercinta sebelumnya?", tanya Dominic sambil mengusap lembut wajah Kelly.


Lagi-lagi Kelly menganggukkan kepalanya dan menatap Dominic dengan pandangan berkabut. "I-ya.."


"Domi, apa kau sudah merenggut keperawanan ku?", tanya Kelly polos.


"Belum sayang, baru akan aku lakukan", bisik Dominic sambil me*umat bibir Kelly sementara jemari tangannya mengusap lembut puncak gunung kembar kelly yang sudah mengeras.


Bibir Dominic semakin membuai tubuh Kelly. Kelly melenguh panjang ketika lidah lembab menggelitik puncak dadanya. "Akh... sayang". Jemari tangan Kelly menekan kepala Dominic, seakan meminta lebih.


Dominic membuka lebar kedua paha putih mulus istrinya yang sedari tadi menjadi tempatnya bermain-main, menggoda Kelly yang tak henti mengeluarkan suara lenguhan tertahan.


Tubuh Dominic bertumpu pada lututnya mengarahkan miliknya yang sudah mengeras pada inti Kelly. "Sekarang kau akan merasa sedikit sakit. Bertahanlah", bisik Dominic sambil mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat memutih, kacau dan pasrah.


Kelly menatap Dominic dengan pandangan sayu. Jemari tangannya memeluk pundak suaminya.


Saat merasakan sesuatu ingin masuk ke pusat tubuhnya, kedua mata Kelly melotot dengan mulut terbuka. Ia merasa kan bagian tubuh bawahnya seakan terkoyak. Kelly membelalakkan matanya sambil menjerit. "Aah S-akitt–Domi"


Tubuh Kelly berusaha bangun dan mendorong dada Dominic yang sudah berada di atas tubuhnya. Namun tenaga Dominic yang begitu kuat mengungkungnya, membuat Kelly tidak bisa berkutik lagi.


Dominic berusaha melesakkan miliknya dengan sekali hentakan, namun sepertinya ada dinding yang menghalangi miliknya masuk. "Ah Kelly, begitu sulit memasuki mu", racau Dominic terlihat frustasi. Sementara Kelly semakin meringis kesakitan.


Hingga di percobaan berikutnya, milik Dominic barulah berhasil masuk. Berbarengan terdengar teriakan kesakitan Kelly. Satu tangan Kelly meremas seprai dan yang satunya lagi mencakar punggung kokoh Dominic.

__ADS_1


"Owh S-akitt–" Teriak Kelly saat milik Dominic berhasil menerobos masuk intinya.


Perlahan Dominic menarik keluar miliknya dan melihat darah segar di ujung intinya. "OH...sayang. Aku sangat mencintai mu, sepenuh hatiku...".


Ujung mata Kelly pun tidak bisa menahan rasa sakit teramat sangat yang dirasakan nya, hingga mengeluarkan kristal bening. Kelly menatap Dominic yang juga menatapnya dengan tatapan teduh penuh cinta. Dominic mengecup kedua mata istrinya dan me*umat bibir Kelly yang terbuka. Dominic ingin menenangkan istrinya dan memberikan kenyamanan. Sementara Kelly menautkan jemari tangan kanannya dengan jemari tangan kiri Dominic. Jemari yang satunya memeluk tubuh atletis suaminya itu.


"Tenanglah, aku akan memasuki mu lagi. Masih akan terasa sakit tapi tidak sesakit tadi. Apa kau siap hem?", bisik Dominic. Jemari tangannya mengusap wajah mengenaskan istrinya itu.


Kelly menganggukkan kepalanya pelan. Memberikan izin pada pada Dominic melanjutkan permainan. "Lakukan dengan pelan-pelan sayang, aku tidak sanggup lagi jika akan merasakan kesakitan lebih dari tadi", Jawab Kelly menatap kedua netra Dominic dengan tatapan memohon.


Senyuman samar terlukis di wajah Dominic. Laki-laki itu kembali me*umat bibir Istrinya. Kelly pun membalasnya dengan panas juga. Sampai bibirnya kembali mengeluarkan lenguhan panjang saat merasakan sakit di intinya di saat Dominic kembali melesakkan miliknya.


Untuk kali ini Dominic tidak bisa menahan dirinya lagi. Walaupun terdengar rintihan istrinya, rasa Kelly yang begitu nikmat membuat Dominic menulikan pendengarannya, pinggulnya bergerak pelan maju-mundur sambil menghentakkan miliknya perlahan.


"Ahh sayang..."


"Owh Ah–". Kelly mengeratkan pelukannya. Jeritan-jeritan yang keluar dari mulutnya berganti dengan de*ahan kenikmatan. Ternyata apa yang di ucapkan teman nya benar adanya, sakit yang di rasakan hanya sesaat saja setelahnya berganti dengan kenikmatan yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


Dominic tersenyum mendengarnya. "Kau harus mencoba bermain di atas. Woman on top. Aku akan membimbing mu", bisik Dominic tanpa melepaskan penyatuan mereka. Dominic membalikkan tubuhnya.


"Akh–", teriak Kelly saat berada di atas tubuh suaminya. Kelly benar-benar terlihat seksi seperti itu. Rambut panjang yang sudah berantakan dengan tubuh polos dan ukuran dada normal yang menantang, begitu menggairahkan Dominic.


"Bergerak lah sayang", ucap Dominic sambil menekan perut Kelly dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya memegang pinggang istrinya dengan gerakan maju mundur. Dominic menjadi mentor berpengalaman untuk Kelly.


Beberapa saat kemudian Kelly mengikuti petunjuk Dominic bergerak dengan liar di atas tubuhnya. Ternyata Kelly cepat belajar. Buktinya ia mampu membuat Dominic mengeram hebat.


"Oh shitt kau sangat nikmat Kelly", racau Dominic kembali membalikan keadaan ia kembali memimpin pergumulan panas itu. Dan menghentak-hentakkan milik dengan keras. Namun bukan kesakitan yang di rasakan Kelly kali ini tapi kenikmatan yang tiada tara.

__ADS_1


Suara de*ahan dan erangan memenuhi kamar pengantin mereka. Pergumulan panjang itu belum juga usai. Keduanya bergantian memimpin. Bahkan pada akhirnya Kelly bisa mengimbangi permainan panas Dominic yang membuat laki-laki itu kembali mengeram panjang dan menyemburkan cairan hangat pada inti Kelly yang juga merasakan miliknya berkedut dan menghisap kuat milik Dominic.


Dengan Nafas tersengal-sengal, keduanya terkulai tak berdaya. Terutama Kelly, ia seperti orang pingsan. Bercinta untuk yang pertama kalinya malam ini dan baru saja melepas keperawanannya untuk laki-laki yang sangat di cintainya. Suaminya yaitu Dominic Howard.


"Oh sayang, kau benar-benar membuat ku bahagia malam ini", bisik Dominic di telinga Kelly yang memeluk erat tubuhnya. Kelly sangat menikmati harum musk tubuh suaminya yang bercampur keringat akibat percintaan panas mereka beberapa saat yang lalu.


Kelly memejamkan kedua matanya. Dominic merengkuh tubuhnya, mendekap erat. Berulangkali mengecup lembut pucuk kepala istrinya. "Aku mencintaimu. Sangat mencintai mu", ucapnya dengan lembut.


"Aku juga mencintaimu, Domi", jawab Kelly sambil mengusap perut sixpack suaminya. Menghitung kontak-kontak perut Dominic.


Dominic mengusap punggung polos Kelly. "Apa kau menyukai tubuh ku, hem?"


"Sangat. Kau sangat seksi", ucap Kelly sambil menyandarkan dagunya di dada bidang Dominic. Matanya menatap suaminya yang terlentang di bawahnya.


"Kau sangat nikmat sayang. Rasa tubuh mu benar-benar membuatku ketagihan", ucap Dominic menatap mesra istrinya. "Apa aku sangat menyakiti mu, hem?"


"Iya. Ini yang pertama untuk ku. Aku sangat ketakutan dan gugup, Domi".


Jemari tangan Dominic, merapikan anak-anak rambut Kelly, dan menyelipkan nya ke telinganya. "Aku janji selanjutnya akan melakukan dengan pelan".


Kelly menyipitkan matanya menatap suaminya. "Benarkah? Hm...aku sangsi dengan janjimu", ucap Kelly sambil menggoda suaminya. Jemari lentik tangannya mengusap-usap dada Dominic. Semakin turun kebawah. Sementara kedua matanya menatap lekat suaminya.


Perbuatan Kelly itu tentu saja berakibat sangat fatal. Milik Dominic kembali berdiri. "Ah...shitt, kau menggoda ku, Kelly?!"


"Kau harus bertanggungjawab, menyelesaikan nya...!"


...***...

__ADS_1


To be continue


...***...


__ADS_2