THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KOMITMEN SURROGATE MOTHER


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


"Lica ayo bangun, kita harus ke rumah sakit sekarang. Kita harus menemani Renata cek kesehatannya", ujar Matteo yang sudah siap dengan pakaian kerjanya namun ia menyempatkan diri untuk melihat Renata.


Hari ini adalah jadwal Renata, menjalani tes kesehatan yang wajib di lakukan sebelum menjadi surrogate mother.


Matteo sudah berjanji pada Renata bahwa ia dan Angelica akan bersamanya saat gadis itu mengikuti berbagai rangkaian tes kesehatan terutama rahimnya. Sementara Angelica sendiri masih sibuk dengan pekerjaan nya.


"Angelica...bisa tidak sekali saja kau menjadi istri yang bertanggung jawab. Bukankah kau yang menginginkan semua ini? Atau kita batalkan saja semuanya!"


Angelica yang masih tampak mengantuk sontak bangun setelah mendengar suara Matteo menggelegar karena kesal.


"Honey aku masih mengantuk. Bisa tidak kau saja yang ke rumah sakit melihat gadis itu", rengek Angelica.


Matteo memijat pelipisnya. kemudian berkacak pinggang. "Alright, kita batalkan saja melakukan ide gila mu ini. Aku akan menghubungi Renata sekarang", ketus Matteo menahan emosi.


"No, honey. Baik aku akan mandi sekarang. Kita ke rumah sakit melihat gadis itu", jawab Angelica bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi sambil menggerutu kesal.


"Semua ini gara-gara orang tua Matteo, terlalu kolot dan banyak aturan. Seharusnya aku dan Matteo bisa langsung mengadopsi anak, tapi orang tua nya justru memintaku hamil. Huhh enak saja, bisa-bisa badan ku berubah bentuknya. Seandainya mereka tidak menuntut cucu dari ku, aku tidak perlu bersusah payah seperti sekarang. Brengsek!", umpat Angelica kesal.


*


Renata duduk di kursi tunggu sebuah rumah sakit mewah yang ada di kota Toronto.


Sudah sejam yang lalu ia berada di sana, dan namanya pun sudah dua kali di panggil petugas untuk segera masuk tapi Renata memberikan alasan belum akan masuk karena masih menunggu Angelica dan Matteo.

__ADS_1


Sebenarnya perasaan Renata sangat gugup sekali, bagaimana tidak ini yang pertama kalinya ia di periksa dokter kandungan untuk memeriksa rahimnya.


Renata terlihat gelisah sekali.


"Renata, apa kau sudah lama menunggu?", tanya Matteo yang sudah datang bersama Angelica.


"Tuan, nona...iya tuan dan nama saya sudah di panggil dua kali", jawab Renata gugup.


"Honey, aku tidak bisa lama-lama di sini jadwal ku padat hari ini", ujar Angelica sambil membetulkan posisi kacamata hitam yang dipakainya.


"Tunda pekerjaan mu! ini lebih penting. Bukan hanya Renata yang akan di periksa tetapi kita berdua juga akan di cek ", tegas Matteo.


"Ah, ribet sekali urusan nya. Bukankah kita pernah di periksa. Sel telur ku baik dan sper*a mu juga baik", balas Angelica menunjukkan rasa tidak sukanya.


Renata mendengar semua perdebatan antara Matteo dan Angelica. Gadis itu hanya diam dan duduk di kursi tunggu pasien.


"Iya", jawab Matteo menimpali.


Renata menatap Matteo begitu juga laki-laki itu. "Sekarang waktunya. Tenangkan diri mu selama menjalani proses pemeriksaan, Rena. Aku dan istriku ada di samping mu. Ayo kita masuk", ucap Matteo.


Renata menganggukkan kepalanya pelan. Ketiganya lalu masuk bersama-sama.


*


"Semuanya baik-baik saja. Nona Renata kondisinya sangat sehat dan bisa menjadi ibu pengganti", ucap dokter yang memeriksa Renata.

__ADS_1


"Tapi masalahnya nona Renata belum pernah melahirkan, sementara untuk menjadi seorang ibu pengganti sebaiknya wanita yang sudah berpengalaman dalam merawat kandungan nya".


Matteo dan Angelica bertukar pandang. Matteo tidak bisa memberikan jawaban untuk hal seperti itu.


"Jangan kuatir dok, saya bisa melakukannya. Saya akan mengikuti semua anjuran dokter sebagai ibu pengganti. Saya akan mengikuti semua tahapan-tahapan prosesnya", jawab Renata yakin.


Dokter yang terlihat sudah sangat berpengalaman itu menganggukkan kepalanya.


"Nona harus memahami secara langsung risiko medis kehamilan dan persalinan. Juga masalah emosional dari ikatan antara ibu pengganti dan anak yang nona kandung karena anak itu sepenuhnya milik tuan Matteo dan nona Angelica".


Renata dan Matteo mendengar kan dengan fokus, sementara Angelica sibuk dengan handphone miliknya. Sepertinya wanita itu tidak perduli dengan proses yang harus diikuti nya.


"Apakah nona Renata siap memberikan anak itu nantinya setelah ia lahir? Karena masalah seperti ini sering kali terjadi pada kasus surrogate mother/ibu pengganti yang pernah saya tangani. Dimana ibu pengganti memiliki ikatan yang sangat kuat pada anak yang dikandungnya selama sembilan bulan lebih dan pada akhirnya ia enggan memberikan anak itu pada pemiliknya dalam hal ini tentu saja tuan Matteo dan istrinya.


"Pada akhirnya ibu pengganti akan mengalami down sehingga butuh pengobatan mental dalam jangka waktu yang panjang", ucap dokter bernama Regina tersebut menjelaskan proses dan dampaknya sebagai ibu pengganti yang akan di jalani Renata nantinya.


Matteo menatap Renata yang terlihat begitu gugup sambil menundukkan kepalanya dan memainkan jemari-jemari tangannya. Namun Renata mendengar dengan jelas ucapan dokter Regina. Renata berpikir keras. Yang ada dalam pikirannya hanya satu yaitu membalas kebaikan Matteo padanya.


"I-ya saya siap menerima konsekuensinya. Saya bersedia menjadi ibu pengganti untuk tuan Matteo dan nona Angelica", jawab Renata pelan. Netra biru terang itu menatap Matteo dan Angelica bergantian. Tatapan yang tulus. Matteo dapat melihatnya dengan pasti.


Matteo yang duduk di sebelah kiri Renata spontan menggenggam jemari tangan gadis itu.


"Terimakasih, Rena..."


...***...

__ADS_1


To be continue


HAI KAKAK² SAYANG MUMPUNG HARI SENIN, BAGI VOTE YA 😀🙏


__ADS_2