THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
JANJI KELLY PADA DOMINIC (VISUAL)


__ADS_3



"Kelly, kau hantarkan berkas ini keruang tuan Dominic sekarang juga. Ingat kau yang harus mengantarkan karena ini berkas-berkas penting!", perintah Supervisor administrasi atasan Kelly dengan tegas.


"Baik nona Camel", jawab Kelly beranjak dari tempat duduknya mengambil berkas yang sudah di siapkan Camel.


Wanita yang di panggil Kelly nona itu menatapnya dengan sorot mata tajam dan tidak suka. "Kau jangan macam-macam di ruangan tuan Dominic. Setelah mengantarkan yang aku perintahkan segera kembali. Atau kau aku pecat dari pekerjaan mu!", ancam wanita seksi itu mengingatkan Kelly yang sudah memeluk tumpukan berkas di atas tangannya.


"Kelly menatap Camel. "Iya nona".


Kelly langsung mengantarkan berkas-berkas itu keruangan Dominic yang berada satu lantai di atas ruangan mereka.


Terlihat office boy menekan tombol lift saat melihat Kelly kesulitan untuk melakukan nya karena di tangannya cukup banyak tumpukan berkas.


"Nona, biar saya saja yang membantu membawa berkas itu", ucap sang office boy.


"Tidak perlu. Terimakasih. Ini berkas penting yang harus aku antar ke ruangan tuan Dominic", jawab Kelly.


"Kalau begitu saya antar nona di dalam lift saja biar bisa membuka lift nanti".


Kelly tersenyum. "Baiklah, kalau itu sangat aku butuhkan", jawab Kelly tersenyum ramah.


Ting..


Kelly segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Dominic. Ia tampak kesulitan membawa berkas yang ada di tangannya.

__ADS_1


Dominic yang sedang berjalan dengan Roland setelah meeting di lantai atas melihat Kelly kesulitan begitu, cepat-cepat membantunya.


Melihat bosnya hendak mengambil berkas ditangan Kelly, cepat-cepat Roland mengambil berkas itu dari tangan Kelly. "Biar saya saja tuan", ucap Roland. Dengan sigap laki-laki itu meletakkannya di atas meja kerja Dominic.


"Apa yang kau lakukan? Apa tidak ada office boy yang bisa mengangkat berkas sebanyak itu?", ketus Dominic pada Kelly.


"T-uan, ini memang tugas saya. Tadi petugas sudah menawarkan bantuan, tapi saya tolak".


"Ck. Dominic berdecak singkat. Kau lanjutkan pekerjaan mu Roland.


"Baik tuan", jawab Roland sambil menganggukkan kepalanya hendak keluar ruangan bosnya itu. Melihat asisten Dominic keluar gadis itu pun hendak keluar karena ingat dengan ucapan Camel beberapa saat yang lalu.


"Siapa yang menyuruhmu pergi. Kau tetap di sini", perintah Dominic.


"T-api..


"Domi, nona Camel akan memarahi ku. Ia bilang setelah berkas di antar aku harus segera kembali keruangan ku".


Dominic yang sudah duduk di kursinya menatap wajah cantik Kelly. Yang saat ini mengikat rambut hitamnya itu. Kelly terlihat seperti gadis belia. Dominic selalu menyukai gadis itu. Jarak usia sepuluh tahun dengan Kelly membuatnya merasa muda kembali.


"Siapa Camel yang berani mengatur kekasih ku", ketus Dominic hendak menekan tombol interkom di atas meja kerjanya. Melihat hal itu cepat-cepat Kelly berlari menahan tangan Dominic menekannya.


Yang ada di kepala Kelly, Dominic akan memanggil Camel dan menegurnya. Tentu saja Kelly tidak mau hal itu terjadi.


Melihat kepanikan Kelly membuat Dominic menekan tombol tirai vertikal, agar dinding kaca itu tertutup. Dominic menarik tangan Kelly agar duduk di pangkuan nya. Jelas saja perbuatan Dominic mengagetkan Kelly.


Kedua netra bening itu membulat sempurna dengan mulut terbuka. "Dominic apa yang kau lakukan, kita di kantor sekarang".

__ADS_1


"Aku tahu. Dan ini kantor ku", jawab Dominic menarik tengkuk Kelly. Dominic menyatukan bibirnya dengan gadis itu. Mulut Kelly yang terbuka membuat Dominic leluasa bermain-main di sana.


Di serang begitu membuat Kelly tidak bisa berkutik. Mulut Dominic memenuhi mulut nya. Kelly mencengkram kuat jas kerja laki-laki itu.


Kelly memejamkan matanya. Sementara Dominic me*umat bibirnya dengan hebat.


"Balas ciuman ku, sayang. Aku menginginkan nya", bisik Dominic di sela lu*atan bibirnya.


Kelly mendorong dada Dominic. Dominic tersandar dipunggung kursi. Keduanya bertatapan mesra. Kelly tersenyum, gadis itu merubah posisinya menghadap tubuh Dominic dan menundukkan kepalanya kembali menyatukan bibirnya pada bibir Dominic. Keduanya berciuman mesra hingga terdengar intercom dari sekertaris Dominic, mengingatkan atasannya bahwa klien penting sudah menunggu Dominic di ruang konsultasi.


"Ah shitt". Umpat Dominic kesal.


Kelly cepat-cepat berdiri dan merapikan pakaian dan rambutnya. Ia juga merapikan pakaian dan dasi Dominic yang terlihat berantakan ulahnya.


Dominic berdiri dan memeluk pinggang Kelly. "Hari ini pulang bersama ku", ucap Dominic menatap Kelly.


"Iya".


"Aku tidak mau melihat mu mengangkat berkas-berkas seperti tadi. Atau aku benar-benar akan memberi tahu semua pekerja di kantor ku ini kau kekasihku. Calon istri ku", tegas Dominic.


"Iya Dominic". Kelly memeluk pinggang laki-laki tampan itu dan mendaratkan sebuah kecupan di rahang keras Dominic sambil membalikkan badannya keluar ruangan.


Dominic tersenyum melihat tingkah Kelly. Kelly sudah berjanji padanya, bersedia menikah saat ia selesai kuliah yang hanya tinggal beberapa bulan lagi. Bagi Dominic waktu menunggu terasa lama sekali. Tapi ia pria dewasa, ia harus menghargai keputusan Kelly yang ingin mewujudkan impiannya dulu menjadi sarjana hukum sebelum menjadi istri nya.


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2