
Note :
Visual ini berdasarkan imajinasi author. Karena Emily tuh suka tokoh novel pria dewasa dan wanitanya masih muda gitu (tapi bukan ABG loh)🤣
Kalau kalian nggak suka dengan visual yang author tampilkan, silahkan berimajinasi dengan visual masing-masing ya 👍
...***...
Hari istimewa Dominic dan Kelly telah tiba. Terlihat raut wajah bahagia dari kedua mempelai, keluarga dan teman-teman keduanya.
Kelly dan Dominic tidak terlalu banyak mengundang orang. Yang hadir teman dekat dan keluarga inti serta beberapa orang tetangga sekitar rumah Kelly.
Saat ini Dominic dan Kelly sedang berciuman mesra setelah dinyatakan sah menjadi pasangan suami-istri. Felix, Gerard dan Lily tidak bisa menutupi rasa haru mereka melihat anak-anak mereka akhirnya berjodoh dan dipersatukan dalam ikatan pernikahan tanpa mereka sangka sebelumnya. Karena sebenarnya Dominic di jodohkan dengan anak tiri Felix dan Lory, Diane. Namun dengan keras Dominic menolak rencana orang tuanya. Siapa sangka dengan sendirinya ternyata Dominic jatuh cinta pada Kelly putri kandung Felix yang sudah lama pergi dari kehidupan Felix.
Beberapa bulan belakangan adalah kebahagiaan yang sesungguhnya dirasakan Felix dan Kelly. Mereka saling memaafkan dan menyayangi. Sering menghabiskan waktu bersama, menebus waktu yang terbuang selama ini.
Kelly menghampiri dan memeluk Felix. "Papa..", ucapnya sambil menitikkan air mata menyandarkan wajahnya ada dada ayahnya.
Felix mencium lembut kening putrinya itu. "Sekarang kau sudah memiliki pelindung mu, sayang. Papa sangat bahagia sekali Kellya", ucap Felix membingkai wajah putrinya.
__ADS_1
Kemudian Dominic memeluk Felix. "Jangan kuatir, aku akan menjaga putri paman", ujar Dominic menggaruk kepalanya membuat orang tua mereka tertawa.
"Ini hanya masalah kebiasaan saja. Karena aku selalu memanggil paman jadi lidah ku terbiasa menyebutnya begitu", seloroh Dominic memberikan alasan dengan wajah konyolnya.
"Kalian harus memberikan banyak cucu untuk kami", ucap Gerard yang di iyakan oleh Felix dan Lily.
"Berikan mama cucu perempuan, Domi", ujar Lily.
"No. Cucu pertama tentu saja laki-laki", balas Gerard dan Felix bersamaan. "Aku dan Felix sudah membahas nya. Cucu pertama sebaiknya laki-laki. Iyakan, teman?"
"Iya. Tapi, apapun jenisnya tentu saja kita terima", jawab Felix di sambut tawa semuanya.
*
"Kelly...kau cantik sekali", ucap Renata dan Laura memeluk tubuh teman mereka yang berbahagia hari ini. Kelly yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan ornamen kristal di bagian leher itu sangat glamor. Rambut hitamnya di biarkan terurai dengan tatanan indah karya hair style yang di sewa Kelly.
Sementara Zayn di jaga Zaneta dan Sophia di mansion Matteo dan Renata. Renata tidak perlu kuatir, karena ia menyimpan stok ASI-nya di lemari pendingin. Zayn tidak akan kekurangan apapun.
Sekarang Kelly bersama dua temannya itu, sementara suami mereka sedang berbincang-bincang di meja lainnya.
"Apa kau gugup, Kell?", tanya Laura. Ia tahu dibalik senyuman bahagia temannya itu, terselip rasa gugup Kelly.
"Iya. Sebenarnya aku sangat gugup teman. Bagaimana rasanya, apa sangat sakit?", ucap Kelly mendekatkan wajahnya pada kedua temannya sambil berbisik-bisik takut-takut kalau ada yang mendengar pertanyaan konyol nya.
Renata dan Laura bertukar pandang. Dan saling beri isyarat. "Ya. Sangat sakit...", jawab keduanya berbarengan.
__ADS_1
Seketika Kelly terdiam sambil menutup mulutnya menatap kedua temannya. Wajah nya nampak meringis.
"Tenanglah, nanti kau juga akan tahu rasanya. Yang pasti setelah nya kau pasti ketagihan", ucap Renata tertawa sambil menenangkan temannya itu.
"Tapi hati-hati kau jangan menjerit terlalu keras malam ini, bisa-bisa kami mendengarnya", ujar Laura tertawa mengingat malam pertama ia dan Austin waktu pernikahan mereka.
Teman-temannya itu memang akan menginap juga di rumah Kelly. Mereka semuanya menempati kamar di lantai dua, bersebelahan dengan kamar pengantin Kelly dan Dominic.
Sebenarnya Matteo dan Austin akan menginap di hotel Montreal, namun melihat pemandangan yang sangat indah di North Hatley melalui video dan foto yang dikirimkan Dominic kepada Matteo dan Austin sebelum mereka booking hotel, tentu saja keduanya tidak menolak menginap di rumah Kelly.
Apalagi pemandangan di sore hari seperti sekarang sangat indah sekali.
Pemandangan dan suasana alamnya sangat memanjakan mata.
"Bisa-bisa pulang dari sini aku hamil lagi", ucap Renata tertawa.
"Uhh...aku juga berharap begitu, Rena. Aku dan Austin sudah tidak sabar memiliki anak. Tapi sampai sekarang aku belum hamil juga", ucap Laura sambil mengusap perut ratanya.
Kelly menggenggam lengan Laura. "Setelah ini kau pasti segera hamil, Lau", ucapnya memberikan support pada Laura.
"Kalau begitu kita lomba saja siapa yang akan duluan hamil setelah malam ini. Hitung-hitung aku dan suamiku belum honeymoon. Anggap saja sekarang kami sedang berbulan madu", ujar Renata di sambut tawa kedua temannya. Kelly dan Laura menerima tantangan Renata. Diantara mereka bertiga siapa yang akan hamil setelah ini.
"Ya kau benar, Rena. Pulang dari Maldives aku belum hamil juga, siapa tahu rezeki kami di North Hatley", ucap Laura berseloroh.
...***...
__ADS_1
To be continue