THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
DOMINIC-KELLY


__ADS_3

Dominic keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya memasuki ballroom sebuah universitas negeri ternama di kota Toronto. Saat ini ia akan menjadi pembicara di sebuah seminar tentang hukum yang diadakan senat mahasiswa.


Kehadiran Dominic di sambut oleh panitia dan langsung menuju ketempat acara. Saat ini di dalam ballroom sudah ramai para mahasiswa yang akan mengikuti kuliah umum tersebut.


Dominic terlihat lugas sekali dalam memberikan bimbingan hukum kepada para mahasiswa. Diantara mahasiswa itu nampak seseorang gadis yang fokus mencatat semua yang disampaikan Dominic.


Saat acara selesai gadis itu cepat-cepat keluar menyusul Dominic yang sedang menjawab pertanyaan beberapa media yang meliput kegiatan tersebut.


Setelah beberapa saat Dominic segera menuju mobilnya. "HM...tuan Dominic tunggu!"


Mendengar namanya dipanggil membuat Dominic menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya pada gadis yang terlihat berlari kecil menuju tempatnya.


Dominic menyipitkan matanya, menatap gadis itu ia ingat sepertinya pernah bertemu dengan sosok itu.


"Tuan menjatuhkan buku tuan". Ucap gadis itu sambil memberikan buku milik Dominic.


"Apakah kita pernah bertemu?"


"Iya tuan. Saya Kelly, pelayan cafe milik tuan Matteo teman anda. Yang waktu itu menabrak tuan", jawab Kelly mengingatkan Dominic.


Dominic baru ingat sekarang siapa gadis dihadapannya ini. "Tentu saja aku mengingat mu", jawab Dominic tersenyum ramah. "Terimakasih kau sudah menyelamatkan buku penting ku ini", ucapnya lagi.


"Saya juga berterima kasih pada tuan karena sudah membantu saya waktu itu. Saya sangat takut kalau-kalau saya benar-benar dipecat dari pekerjaan saya tuan. Ucapan teman anda membuat ku kuatir", ujar Kelly berterus-terang.

__ADS_1


"Tentu saja hal itu tidak akan terjadi. Austin hanya menakut-nakuti mu saja", jawab Dominic. "Apa kau mengikuti juga seminar tadi?"


"Tentu tuan, saya mahasiswi hukum semester terakhir. Materi yang tuan berikan tadi sesuai dengan judul skripsi saya, penjelasan tuan sangat membantu saya".


"Oh ya? kebetulan sekali", jawab Dominic.


"Apa kau masih ada mata kuliah sekarang?"


"Tidak tuan, saya harus bekerja sekarang", jawab Kelly tersenyum manis.


"Kebetulan sekali aku mau bertemu Matteo di perusahaan nya. Ayo kita lanjutkan obrolan di mobil".


"Oh...tidak usah tuan. Saya bisa pergi sendiri", jawab Kelly membalikan badannya .


Spontan langkah kaki Kelly terhenti. Gadis itu berpikir sejenak. Tentu saja ia membutuhkan bimbingan dari orang yang berkompeten seperti Dominic agar ia cepat menyelesaikan skripsinya dan ia segera menjadi sarjana.


Kelly membalikan badannya, menatap Dominic. "Tentu saja saya mau tuan, tapi apa tidak akan merepotkan mu?", tanya Kelly ragu-ragu.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? ayo naik mobil, kita lanjutkan obrolan", ucap Dominic tersenyum penuh makna.


*


"Jadi kau salah satu mahasiswi hukum abadi, Kelly?", tanya Dominic yang terlihat menahan tawanya.

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi. Saat teman-teman ku sudah menjadi sarjana, aku masih menjadi mahasiswi. Aku harus bekerja siang-malam untuk mengumpulkan uang, akhirnya kuliah ku terbengkalai. Beruntung aku diterima bekerja di café tuan Matteo. Atasan ku nona Laura sangat baik dan pengertian. Ia memberikan izin pada ku jadwal shift disesuaikan dengan jadwal ku kuliah", ucap Kelly bersemangat.


Dominic tertegun melihat semangat juang gadis itu. Bahkan ia tidak malu untuk berterus terang. Bagi Dominic, Kelly gadis pintar apalagi saat membahas soal hukum. Gadis itu menjelma menjadi sosok yang berbeda sangat kritis dalam menyikapi suatu masalah.


Saat mobil yang di kendarai sopir Dominic berhenti tepat di depan cafe, Dominic mencegah gadis itu membuka pintu mobilnya. "Kau harus baca buku ini, aku yakin kau akan segera mewujudkan impian mu, Kelly. Kau juga bisa menghubungi ku kapanpun kau mau", ucap Dominic tulus.


"HM tapi tuan Dominic.., kata tuan buku ini sangat penting untuk tuan?", tanya Kelly ragu-ragu mengambil buku itu.


"Aku tidak memberikan nya pada mu Kelly, tapi meminjamkan nya pada mu. Setelah selesai kau baca, kau harus mengembalikan buku itu pada ku", jawab Dominic tersenyum.


"Eh...Oh...tentu saja tuan", jawab Kelly salah tingkah. Ia sangat malu telah salah menduga niat baik Dominic.


"Sekarang turunlah, aku harus bertemu Matteo".


Kelly menganggukkan kepalanya. "Terimakasih sudah mengantarku tuan. Buku mu segera aku kembalikan...


"Ke kantor ku!", sela Dominic. "Kau harus mengantarkan nya ke kantorku", jawabnya sambil menatap manik hitam gadis itu.


Lagi-lagi Kelly menganggukkan kepalanya. Sambil melambaikan tangannya saat mobil Dominic melaju perlahan.


...***...


To be continue

__ADS_1


Selamat hari raya Idhul Adha 1443 H 🐑 bagi readers yang merayakannya hari ini ataupun esok hari 🙏


__ADS_2