THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
PERASAAN MENDALAM


__ADS_3

Begitu pulang dari perusahaan, Matteo mengantar Renata pulang ke apartemen miliknya yang sekarang menjadi tempat tinggal Renata dan Sophia mamanya. Juga ada Myria tinggal bersama mereka di sana.


Saat tiba di apartemen, Renata segera memberi tahu mamanya, keinginan ia dan Matteo untuk melangsungkan pernikahan esok hari.


Tentu saja perkataan putrinya itu mengagetkan Sophia. Begitu mendadak bahkan Renata dan Matteo sebelumnya tidak pernah berencana menikah dalam waktu secepat ini.


Setelah Matteo menjelaskan mengapa mereka menikah secepat itu, tak lain demi Renata yang sedang hamil dan ia yang ingin lebih dekat dengan Renata juga anak yang dikandungnya... Sophia tidak bisa menolak. Apalagi Sophia melihat akta cerai Matteo yang menyatakan ia sudah resmi bercerai dari istrinya, tidak ada lagi yang menghalangi niat baik tersebut.


Matteo meminta izin secara langsung pada Sophia bahwa besok sore ia dan Renata akan melangsungkan pernikahan yang sederhana di mansion orangtuanya.


Awalnya Sophia memang kaget mendengarnya, tapi itu tidak lama. Selanjutnya Sophia memberikan jawaban yang membuat Renata dan Matteo senang. Sophia merestui pernikahan mereka.


Hingga malam menjelang setelah Matteo pulang, Renata meminta izin Sophia untuk tidur bersama nya malam ini.


Keduanya sudah merebahkan tubuh di atas pembaringan. Renata menggenggam erat tangan Sophia sementara wanita paruh baya itu mengusap lembut wajah Renata.


"Mama merestui mu, Rena. Kau sudah sepantasnya untuk bahagia sayang. Masa remaja mu hanya dihabiskan untuk merawat mama yang sakit-sakitan ini", ucap Sophia dengan lembut sambil mengusap wajah Renata yang terlihat lebih berisi.

__ADS_1


"Terimakasih mama sudah merestui hubungan Rena dan Matte. Rena tidak pernah menyesali kehidupan ini. Apa yang aku lakukan untuk mama, itu sudah kewajiban ku. Bukti keikhlasan itu sekarang aku rasakan. Mama sehat dan aku di pertemukan dengan Matteo, laki-laki yang sangat aku cintai", ucap Renata membawa genggaman tangannya dan Sophia ke depan dada.


"Mama hanya berpesan pada mu tetap harus sabar dalam menghadapi semua ujian. Tetap pertahankan pernikahan kalian meski ada badai menerjang. Mama yakin walaupun kalian tidak berpacaran dalam kurun waktu yang lama, kau dan Matteo memiliki perasaan mendalam.


Meski pernikahan kalian mendadak salah satu alasan karena kau hamil anaknya, tetapi sebagai seorang ibu...mama yakin Matteo laki-laki yang baik dan bertanggung jawab".


Mendengar perkataan Sophia mendadak netra biru Renata terasa hangat dan pada akhirnya kristal bening jatuh di pipinya.


Hughh... Sophia menarik nafas dalam-dalam.


"Dalam berumah tangga... yang terpenting kau dan Matteo mau menerima kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Mama hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kalian. Jadilah istri yang baik, setia untuk suami dan anak-anak keturunan kalian kelak, Rena".


"Setelah menjadi seorang istri, kau sudah menjadi tanggung suami mu. Kau harus patuhi semua perkataan suami mu, sayang", Ujar Sophia penuh kasih sayang.


Terdengar isakan kecil Renata. Ia menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Iya mah, nasihat mama akan selalu Rena ingat selamanya", ucap Renata sambil memeluk Sophia. Usapan lembut jemari-jemari tangan sang mama dirasakan Renata pada kepalanya. "Rena sangat menyayangi mama", ucapnya pelan.


"Huhhh..

__ADS_1


Terdengar hembusan nafas Sophia yang dapat di rasakan Renata.


"Sekarang sebaiknya kita tidur. Besok adalah hari istimewa mu, sayang. Mama ingin melihat mu tampil cantik dan menawan. Jangan menangis lagi. Kau harus berjanji pada mama...setelah malam ini, tidak ada lagi air mata kesedihan. Yang ada hanya air mata kebahagiaan. Apa kau mau berjanji pada mama?", tanya Sophia tersenyum menatap wajah polos Renata.


"Iya mah, Rena janji.."


*


Malam semakin larut..


Di tempat terpisah Matteo menatap bintang bintang yang bersinar terang di langit malam itu. Laki-laki itu berdiri di balkon kamarnya.


"Aku tidak pandai merangkai kata...tapi malam ini aku merasa berbeda. Jantung ku berdebar kencang, rasanya sudah tidak sabar menunggu terbitnya sinar matahari. Aku berterimakasih pada MU karena mengirim seorang gadis cantik yang berhati bak malaikat untuk ku".


"Aku sangat mencintai nya sepenuh hatiku. Perasaan ini sangat mendalam, bahkan tidak pernah aku rasakan selama ini termasuk pada Angelica. Renata sangat berbeda. Kepolosan nya dan kelembutannya mampu meluluhkan hatiku dalam sekejap", ucap Matteo sambil mengangkat gelas yang ada di genggamannya keatas kemudian meneguk isi nya hingga tandas.


"Aku sangat mencintai mu... RENATA"

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2