THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
REAKSI LILY MELIHAT KONDISI KELLY


__ADS_3

"Papa... Mama?", ucap Dominic ketika melihat siapa yang datang.


"Kelly, bagaimana kabar mu nak?", tanya Gerard menatap miris kondisi Kelly yang berada dalam pelukan Dominic. "Aku tidak menyangka, Lory dan putrinya bisa melakukan perbuatan sekeji ini. Apa yang ada dipikiran mereka sebenarnya", ketus Gerard geram melihat apa yang sudah ibu dan anak itu lakukan pada Kelly.


"Baik, P-paman", jawab Kelly terbata.


Sementara Lily menutup mulutnya, kaget melihat kondisi Kelly. Sejujurnya hati kecilnya tidak tega melihat perbuatan Lory dan Diane pada gadis itu. Ia pun tidak menyangka Lory dan Diane yang selalu terlihat sebagai wanita terhormat dan berpendidikan tinggi ternyata seorang yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan sama sekali. Layaknya seorang psikopat.


"Domi...kau harus menyeret ibu dan anak itu, agar menerima hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan pada kekasih mu", ucap Lily menahan amarahnya. Kelly menundukkan kepalanya mendengar perkataan Lily.


"Mama mu benar, Domi", jawab Gerard.


"Iya. Aku sendiri yang akan mengawal kasus mereka", tegas Dominic sambil menggenggam erat tangan Kelly yang hanya diam dari tadi.


"Papa dan mama baru saja melihat paman mu", ujar Gerard.


"Papa mu sudah lebih baik sekarang, kau tidak perlu mengkuatirkan nya", ucap Gerard lagi menatap Kelly yang juga menatapnya.


Terdengar hembusan nafas Kelly. "Iya paman", jawabnya pelan.


"Dominic...ada yang ingin papa bicarakan dengan mu sekarang", ujar Gerard menepuk pundak putranya.


Dominic menganggukkan kepalanya mengajak ayahnya berbincang di sofa yang berjarak dari tempat Kelly dan Lily.


Sekilas Dominic menatap mama nya dengan wajah serius mengajak Kelly berbincang. Terlihat Kelly menganggukkan kepalanya pelan menyimak Lily yang sedang berbicara.


*


Keesokan harinya..


Dominic menepati janjinya, untuk mengantarkan Kelly melihat ayahnya. Kelly duduk di kursi roda, sementara Dominic mendorong kursi roda itu menuju ruang rawat inap tempat Felix di rawat, hanya berjarak berapa ruangan saja dari kamar Kelly.


Beberapa jam yang lalu Dominic di beritahu petugas bahwa Felix akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


Dominic membuka handle dan mendorong kursi roda Kelly masuk ke kamar ayahnya.

__ADS_1


Seketika mata Kelly berkaca-kaca melihat kondisi ayahnya. Berada di atas tempat tidur pasien dengan posisi tubuh miring. Felix di temani asistennya yang bernama Mitchel.


Kedua mata Felix terpejam. Sepertinya tertidur. Mitchel menjelaskan kondisi bos-nya pada Dominic dan Kelly. Tusukan yang dilakukan Lory tidak terlalu dalam dan tidak mengenai organ vital Felix. Hanya saja semalam bos-nya itu tidak bisa tidur sehingga dokter memberikan obat tidur dosis rendah untuk membantu Felix beristirahat.


Kelly meminta Dominic mendorong kursi roda nya agar lebih dekat dengan ayahnya. Kelly mengusap lembut lengan Felix. "Pa... terimakasih sudah menolong ku".


"Papa harus cepat sembuh. Aku ingin melihat rumah kita bersama papa", ucap Kelly pelan. Gadis itu terlihat mengusap air mata yang sudah menyentuh wajahnya.


Perlahan Felix membuka matanya dan tersenyum menatap putrinya. "Tentu saja papa akan cepat sembuh, karena papa sangat merindukan mu Kellya", jawab Felix.


"Papa sudah bangun?", ucap Kelly melukiskan senyuman diwajahnya sambil memeluk Felix dengan hati-hati sekali karena takut menyakiti ayahnya yang sedang terluka.


"Tentu saja papa sudah bangun saat kau dan kekasih mu datang", jawab Felix mengusap lembut punggung Kelly. "Bagaimana keadaan mu sekarang?"


"Aku tidak apa-apa. Aku hanya mengkuatirkan keadaan papa. Semalam aku ingin melihat papa, tapi Dominic mengizinkan aku melihat mu pagi ini. Kebetulan semalam paman Gerard dan bibi Lily datang juga", jawab Kelly.


Felix tersenyum sambil mengusap punggung Kelly. "Apa yang Lily katakan pada mu?"


Kelly mengangkat wajahnya. Gadis itu terlihat menegakkan posisi duduknya. Ia menatap bergantian wajah ayahnya dan Dominic yang duduk di tepi tempat tidur Felix.


"Hm...mommy Lily, memintaku segera menikah dengan Domi. Ia bilang dengan begitu kondisi papa pasti akan cepat membaik. Setelah menikah ada yang menjaga ku", ucap Kelly.


"Ucapan mama Dominic itu benar, Kellya. Dengan kalian menikah ada yang akan terus menjaga mu. Papa yakin Dominic akan menjadi suami yang baik, tidak seperti papa", ucap Felix penuh penyesalan.


Cepat-cepat Kelly menggenggam jemari Felix. "Aku ingin membuka lembaran baru bersama papa. Karena hanya papa yang aku punya sekarang", ucap Kelly membawa tangan Felix ke wajahnya yang tidak terluka.


"Lantas kau memberikan jawaban apa pada mama ku?", tanya Dominic penasaran.


"Aku jawab tunggu aku selesai wisuda..."


"Akh..."


Terlihat Felix meringis menahan rasa sakit.


"Papa... kenapa? Apa luka papa sakit lagi?"

__ADS_1


"Paman sakit mendengar jawaban mu pada mama, sayang", balas Dominic cepat. "Iya kan paman?"


"Iya Kellya. Kenapa kalian tidak menikah sekarang saja jika sudah saling mencintai. Papa akan lebih tenang ada yang menjaga mu. Papa sudah tua Kellya, tentu saja papa ingin melihat mu bahagia. Mama mu pasti juga akan senang melihat mu bahagia bersama laki-laki pilihan mu, Kellya. Sudah saatnya kau bahagia nak. Maafkan papa yang pasti meninggalkan trauma di diri mu".


Kelly terdiam mendengar perkataan papanya.


"Iya paman, aku setuju sekali dengan perkataan paman. Putri paman ini terlalu keras kepala. Ia bersikeras dengan pemikirannya sendiri", ucap Dominic sambil menahan tawanya.


Kelly melebarkan kedua matanya menatap kekasihnya itu. Ia tahu Dominic mengambil kesempatan dalam kesempitan sekarang, karena ada yang membelanya.


Kelly menghembuskan nafas panjang nya.


"Huhh, kau bahagia sekali sekarang ya karena memiliki sekutu mu", ucap Kelly sambil memukul paha Dominic.


Dominic tertawa mendengar balasan Kelly. Ia menangkap kedua tangan kekasihnya itu dan menggenggam nya erat.


Felix menyaksikan gesture tubuh Kelly dan Dominic. Tidak bisa dipungkiri keduanya saling mencintai. Felix sangat mengenal Dominic, pemuda serius yang yang tidak pernah bisa berbasa-basi.


Felix tersenyum melihat keduanya. Ia tidak pernah menyangka ternyata putri nya bisa menaklukkan hati seorang Dominic Howard pengacara hebat yang merupakan salah satu anak didiknya.


Menit berikutnya...


"Aku bersedia menikah dengan mu, Domi. Tetapi setelah aku dan papa sehat kembali", ucap Kelly dengan tiba-tiba. "Aku tidak mau menikah, dengan kondisi wajahku masih seperti ini saat menjadi istri mu"


Sontak saja ucapan Kelly membuat Dominic kaget. Spontan ia turun dan berjongkok sambil mengungkung paha Kelly, membawa lengannya ke atas paha itu. "Benarkah kau bersedia mempercepat pernikahan kita?"


Kelly menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Iya Dominic", jawabnya dengan pasti.


Dominic menggenggam erat jemari tangan Kelly dan mengecupnya berulang kali. "Besok kau harus diperiksa dokter bedah agar luka di wajah mu cepat sembuh".


Dominic membingkai wajah Kelly. Tanpa aba-aba ia me*umat bibir Kelly yang terbuka.


Saking senangnya mendengar jawaban Kelly, Dominic lupa Kelly sedang sakit.


"Akh, Dominic sakit...!"

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2