THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
INCIDENT CAFE II (VISUAL CAMEO)


__ADS_3





"Ada masalah apa kau dengan manajer dan pelayan cafe ini Austin? Kau itu terlalu berlebihan. Kau kan lihat sendiri aku yang menabrak pelayan itu", ucap Dominic menatap sahabatnya itu dengan penuh selidik.


"Apa kau tidak melihat manajer itu? Dia sangat cantik, teman", jawab Austin sekenanya saja. Jawaban yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan Dominic. Namun Austin santai saja sambil mengetuk-ngetuk meja. Ia tidak melanjutkan ucapannya saat seorang pelayan laki-laki mengantarkan pesanan nya. Ketika pelayan itu pergi baru Austin melanjutkan ucapannya.


"Kota kelahiran ku ini ternyata sekarang semakin indah. Sepertinya aku akan lebih lama berada di sini, Domi".


"Ckck, ada apa dengan mu seperti kerasukan arwah gentayangan saja. Baru kemarin kau mengatakan bahwa kau tak berminat berlama-lama di Toronto karena mengingatkan mu pada masa kecil mu yang buruk, sekarang ucapan mu berbeda lagi. Kau ini tidak ada pendirian", balas Dominic tanpa tedeng aling-aling menilai Austin.


"Kau yang terlalu berlebihan menilai sesuatu. Hidup mu itu sangat membosankan!"


"Ada apa kalian berdua ini berdebat begitu", tanya Matteo yang sudah datang dan membukakan kursi untuk istrinya.


"Pengacara mu ini, sangat kaku menyikapi sesuatu. Beberapa saat yang lalu bastard satu ini menabrak salah satu pelayan cafe mu, hingga hidangan yang di bawanya jatuh semua. Aku membela Domi, tapi dia malah marah-marah pada ku sekarang", ketus Austin.


"Ya... jelas-jelas kau lihat aku yang salah menabrak pelayan itu kau malah menakut-nakuti nya dan mengancam Laura", balas Dominic kesal.


Renata membelalakkan matanya mendengar perkataan teman-teman suaminya. Perasaan Renata tiba-tiba tidak enak, ia memikirkan Kelly. "Sayang...bolehkah aku bertemu Kelly sebentar saja?", bisik Renata merengek di telinga Matteo.

__ADS_1


Matteo menatapnya sesaat. "Tapi kau bertemu temanmu di ruangan manajer saja. Aku tidak mau kau berada di pantry, Rena. Di sana banyak benda tajam", jawab Matteo.


"Uhh... kau ini sangat berlebihan sekali. Tapi baiklah", jawab Renata berdiri dan mengecup lembut wajah Matteo serta menyapa Dominic dan Austin sebelum berlalu.


Matteo dan teman-temannya menyantap hidangan yang sudah tersaji.


"Matteo, makanan di cafe mu ini sangat enak. Aku menyukai suasana di sini", ucap Austin.


"Lain kali kau harus menikmati suasana malam di rooftop, sangat indah dan romantis. Aku sarankan kau ajak pasangan mu".


"Maksud mu... seperti kau dan Renata waktu itu?", ledek Dominic tertawa.


"Ya ya...kau benar sekali. Aku tidak menampik nya, cinta kami tumbuh setelah makan bersama di rooftop", jawab Matteo mengenang saat itu.


"Oh ya? Sebenarnya ada apa dengan tempat ini, seperti ada magnetnya. Tapi manajer nya cantik juga", ucap Austin cengengesan.


"Memangnya ada yang salah kalau aku menyukai anak buah mu, Matte. Kalau kami sama-sama lajang, kemudian saling menyukai tidak ada salahnya kan. Kau saja sudah menikah untuk yang kedua kalinya".


"Yakin sekali. Laura tidak akan menyukai laki-laki brengsek seperti mu", balas Dominic sambil menyuapkan makanan kemulutnya.


"Kita buktikan saja. Jangan panggil aku Austin Alexandre kalau tidak bisa menaklukkan hati wanita", jawab Austin sambil menyesap minumannya hingga tandas.


*


Renata segera menemui Kelly. Jonathan memberi tahunya saat ini Kelly berada di ruang karyawan. Tepatnya ruang loker.

__ADS_1


Nampak di sana Laura sedang menenangkan Kelly yang terlihat sangat ketakutan.


"Kelly..."


Melihat kedatangan Renata, spontan Kelly bangkit dan memeluk Renata. "Rena...aku sangat ketakutan, aku baru saja melakukan kesalahan fatal. Menumpahkan makanan dan minuman pelanggan. Parahnya lagi mengenai teman tuan Matteo", ucap Kelly dengan wajah memucat.


"Tenanglah. Tidak apa-apa Dominic tidak menyalahkan mu, Kell. Ia malah mengakui dirinya lah yang salah telah menabrak mu. Jangan kuatir, Dominic membela mu di hadapan suami ku", jawab Renata.


Huhhh ..


Terdengar hembusan nafas lega Kelly. Gadis itu terduduk lemas. "Syukurlah. Tadi aku sangat cemas, Rena.. bagaimana jika aku di pecat dari pekerjaan ku ini. Sementara aku sangat membutuhkan pekerjaan", ucap Kelly.


"Apa juga aku bilang, Dominic itu baik tidak seperti yang satunya lagi. Kalau dia macam-macam pada mu aku tidak akan diam...tuan Matteo pun akan aku hadapi jika ia tidak bersikap adil pada mu!", ketus Laura terlihat kesal.


Renata dan Kelly bertukar pandang kemudian keduanya kembali menatap Laura yang baru saja bicara mengebu-gebu.


"Apa ada yang salah dengan ucapan ku?", tanya Laura.


Seketika matanya melebar dengan mulut terbuka. "Huft...sorry Rena. Aku lupa kau sekarang istri tuan Matteo", ujar Laura nampak menyesal dengan ucapan barusan.


"Kebetulan kau menyebut suami ku, sebaiknya kita berbincang diruangan mu. Karena tuan Matteo hanya mengizinkan aku menemui kalian di sana", ucap Renata berbisik-bisik seakan-akan takut ada yang mendengar.


Laura dan Kelly tertawa melihatnya. "Tentu saja. Ayo keruangan ku sebelum tuan Matteo memarahi ku", jawab Laura tertawa.


...***...

__ADS_1


To be continue


__ADS_2