THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
FLY TO MALDIVES (AUSTIN LAURA)


__ADS_3

"Apa mommy pergi berlibur bersama daddy Austin?", tanya Qiana yang ikut membantu Laura berkemas.


Bahkan saat Laura berdandan di depan meja hias, Qiana menyisir rambut Laura. Austin tersenyum melihat keduanya sangat kompak.


"Selama mom dan dad pergi Qia bersama daddy Connors. Ingat... Qia harus patuh pada daddy Connors dan mama Stephanie, oke", ucap Laura sambil memberikan jari kelingkingnya dihadapan Qiana agar gadis kecil itu berjanji padanya. Kebiasaan yang selalu Laura dan Qiana lakukan jika berjanji akan sesuatu hal.


Qiana pun mengaitkan jari kelingkingnya. "Qia janji".


"Oh...sayang mom, sekarang semakin besar", ucap Laura sambil memeluk erat tubuh Qiana. Ia sekarang lebih tenang karena banyak yang menjaga Qiana selain dirinya, Austin dan Kimberly ada Connors dan Stephanie yang sangat menyayangi Qiana. Saat weekend Connors dan Stephanie menjemput Qiana untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka. Laura senang melihat kebahagiaan Qiana sekarang. Anak itu lebih terbuka dan tidak pernah murung lagi. Bahkan ia sangat menyayangi adik-adiknya dari Connors dan Stephanie.


"Nona Qiana, sudah di jemput ayah nona", ucap pengasuh Qiana yang memberi tahu kedatangan Connors.


"Mommy apa Qia pergi sekarang sama dad?"


Laura tersenyum sambil mengusap lembut wajah Qiana. "Tentu saja sayang. Ayo mom antar", ucap Laura membantu putrinya memasang jaket dan ransel kecil ke bahunya.


Laura menggenggam tangan Qiana. Terlihat Austin sedang berbincang dengan Connors yang datang bersama Harry putranya. Saat melihat Qiana Harry berlarian menghampiri Qiana memeluk tubuhnya. Laura tersenyum melihat keduanya saling menyayangi seperti itu.


"Halo Connors, kau datang berdua Harry saja?"


"Halo. Iya, Ed kurang sehat. Stephanie merawatnya", jawab Connors memangku Qiana yang duduk di atas pahanya.


Connors mengecup lembut wajah putrinya itu.


"Apa semuanya sudah siap? kita pergi sekarang?", tanya Connors pada Qiana.


Qiana menganggukkan kepalanya. "Daddy sudah janji akan membelikan aku es krim vanilla", ucap Qiana mengingatkan Connors.


"Tentu saja. Sekarang juga kita beli es krimnya.


Qiana melompat girang bersama Harry, mendengar jawaban ayah mereka.


"Connors... terimakasih menjaga Qiana selama kami pergi", ucap Austin sambil memeluk pinggang istrinya.


"Tentu saja aku dan Stephanie akan menjaga Qiana. Kalian tenang saja selama honeymoon. Qia aman bersama ku", ucap Connors sambil melambaikan tangannya pada Austin dan Laura yang berdiri di depan mansion mereka.

__ADS_1


*


Laura dan Austin menikmati Snack dan minuman di dalam pesawat pribadi keluarga Dunan. pesawat mereka baru sekitar tiga jam penerbangan dari Toronto menuju Maladewa. Lama penerbangan sekitar 22 jam. Artinya, itu penerbangan panjang dan


melelahkan.


Sebenarnya Austin sudah memesan tiket pesawat mereka, tetapi Dunan melarang putranya itu terbang dengan pesawat komersil. Austin yang malas berdebat akhirnya menuruti keinginan papanya.


"Austin...apa kau sebelumnya pernah berkunjung ke Maldives?", tanya Laura sambil memasukan makanan ke mulutnya.


"Hem..." Jawab Austin singkat.


"Dalam rangka apa kau ke sana, Austin? Kau pergi ke sana dengan siapa? Apa teman wanita mu?"


Laura menghentikan makannya menatap penuh selidik suaminya yang terlihat biasa-biasa saja. Austin mengelap ujung bibirnya. Ia terlihat tampan dengan sunglasses bertengger di wajahnya.


"Nanti kau juga tahu, kenapa aku pergi ke sana", jawab Austin.


"Huhh... menyebalkan. Apa susahnya bercerita pada ku. Awas saja kalau kau menyembunyikan sesuatu di belakang ku", ancam Laura sambil mencubit pinggang suaminya.


Laura melebarkan kedua matanya. "Kau jangan macam-macam. Aku tidak mau kau membuatku berteriak di penerbangan ini".


"Kamarnya kedap suara. Apa kau tidak mau mencoba bercinta di ketinggian, hem? Rasanya jauh lebih enak dari biasanya", bisik Austin sambil menyelusup kan jemari tangan kanannya ke dalam dress Laura. Mengusap lembut paha putih mulus istrinya itu.


Sontak saja perbuatan Austin membuat Laura memejamkan matanya. "S-ayang hentikan. Jangan sekarang", ucap Laura membuka matanya menatap manik Austin yang berkabut seperti gumpalan awan sore yang terbentang di luar kaca jendela.


"Ah...aku tidak bisa menahannya Laura". Tanpa persetujuan istrinya Austin menarik jemari tangan Laura ke private room yang ada di pesawat itu.


*


Ting..


Dominic keluar dari lift di mana ruangan karyawan magang di kantornya berada.


Seperti biasa laki-laki bertubuh tinggi atletis itu selalu tampan dan rapi. Ia berbincang dengan asistennya Roland. Melihat kedatangan bos mereka di di lantai tersebut membuat beberapa karyawan divisi yang sedang sibuk langsung diam. Tak terdengar suara satu orang pun.

__ADS_1


Camel yang melihat kedatangan atasannya segera membuka satu kancing bagian atas kemeja nya. Sekilas ia menatap wajahnya di cermin yang menempel di mejanya. Wanita itu berdiri dan menghampiri Dominic.


"Selamat siang menjelang sore tuan Dominic", sapa nya dengan senyuman menggoda.


Dominic tidak menggubrisnya. "Roland panggil Kelly, aku membutuhkan nya sekarang", perintah Dominic.


"Baik tuan..


"HM...maaf tuan Dominic, apa maksud tuan Kelly karyawan magang itu? Gadis itu saya perintahkan mengantar kan berkas pada klien yang ada di kota Elora", ucap Camel tersenyum menggoda.


Dominic menajamkan kedua netra hitamnya menatap wanita dihadapannya. "Apa maksudmu, hah. Siapa yang menyuruhmu memerintahkan karyawan magang mengantarkan berkas pada klien. Itu tugas mu", ketus Dominic dengan suara menggelegar. Semua orang yang mendengarnya semakin terdiam tidak ada yang berani menatap atasannya itu.


"Roland siapkan mobil ku. Awas saja kalau terjadi sesuatu pada Kelly, kau yang harus bertanggung jawab!", ketus Dominic dengan sorot menggelap menatap Camel yang berdiri terdiam di tempatnya.


"Ayo Roland ikut aku!"


Camel menatap punggung lebar Dominic. "Huhh ..apa sih keistimewaan gadis kecil itu, ia selalu saja berlama-lama saat bersama tuan Dominic. Sekarang malah tuan Dominic marah saat aku menyuruhnya mengantarkan berkas pada klien. Awas saja kau Kelly kalau sampai menggoda Dominic. Kau akan berhadapan dengan ku", ucap Camel kesal kembali duduk di kursinya.


Saat sudah di mobil, Dominic menghubungi Kelly. Tak perlu berlama-lama, gadis itu langsung mengangkat telepon Dominic.


Dominic menyampaikan kekuatirannya karena Kelly pergi ke Elora saat hari sudah mulai sore. Kota itu jauh dan sepi saat hari sudah mulai senja.


"Aku sudah menuju kembali ke kota. Tidak perlu menyusul ku. Lagian aku pergi bukan menggunakan angkutan umum tapi dengan mobil kantor", jawab Kelly menenangkan kekasihnya itu yang terlalu berlebihan mengkuatirkan dirinya.


"Kau langsung saja pulang ke apartemen mu, kita bertemu di sana", ucap Dominic.


"Iya tuan Domi", jawab Kelly terkekeh di ujung telepon.


...***...


To be continue


Kisah Matteo-Renata setelah honeymoon Austin-Laura di Maldives ya. Di selingi juga kisah Dominic-Kelly dan Connors-Stephanie.


Semoga suka 🙏

__ADS_1


__ADS_2