
Kelly keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya yang terasa sangat gerah meskipun sekarang sudah semakin malam.
Sementara Dominic masih berbincang-bincang dengan Matteo dan Austin di bawah saat Kelly, Renata dan Laura masuk ke kamar masing-masing.
Dulu rumah Kelly memiliki lima kamar. Sekarang setelah Felix rehab, rumah itu memiliki tujuh kamar tidur. Menurut Felix kelak rumah itulah menjadi tempat mereka berkumpul. Apalagi setelah Kelly dan Dominic memiliki anak-anak tentunya akan semakin bertambah anggota keluarga mereka.
Ceklek...
Dominic membuka pintu. Ia menatap Kelly yang masih memakai handuk berwarna putih yang melilit tubuhnya. Memperlihatkan dada dan kulit halus miliknya yang belum pernah di lihat Dominic saat mereka berpacaran.
Tiba-tiba hawa panas menjalari Dominic, ketika ia dan istrinya sudah berada di kamar pengantin yang di penuhi bunga-bunga mawar merah yang melambangkan cinta sejati.
Kelly sangat gugup. Perasaannya berkecamuk campur aduk. Pada akhirnya ia menyuruh Dominic membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
"Kau sudah selesai membersihkan tubuhmu hem", bisik Dominic yang tidak menggubris perkataan Kelly menyuruh membersihkan tubuhnya.
Dominic langsung memeluk tubuh Kelly dari belakang dan mencium harum aroma lembut di leher istrinya.
"D-omi...aku mau berganti baju", ucap Kelly dengan tubuh bergidik karena rasa gugup menghampiri dirinya saat ini.
Dominic membalikkan tubuh Kelly agar menghadapnya. "Untuk apa kau berganti pakaian, hem? Tidak usah memakai apapun. Begini jauh lebih baik", ucap Dominic menarik simpul handuk Kelly. Seketika handuk berwarna putih itu teronggok di antara kaki Kelly.
Spontan Kelly menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. "D-omi apa yang kau lakukan?", teriaknya panik dengan kedua mata melotot.
"Jangan di tutupi! Begini jauh lebih baik", ucap Dominic menarik tangan Kelly yang menutupi dada dan bagian bawah tubuhnya. Meskipun sebenarnya tidak ada gunanya juga Kelly melakukannya karena tubuh itu tetap terekspos juga di hadapan suaminya.
__ADS_1
Dominic menarik tengkuk Kelly, mencium dan me*umat dengan bergairah bibir Istrinya.
Kelly yang masih sangat pasif untuk urusan intim seperti itu tak bergeming, hingga ia merasakan tubuhnya begitu panas. Padahal tubuhnya polos tidak ada satu benang pun yang menempel, tetapi rasa panas itu mengalir di tubuhnya hingga ke ubun-ubun kepala ketika Dominic mencium bibirnya begitu hebat.
'Akh–
De*ahan lolos dari bibir Kelly saat Dominic meremas kedua dadanya dengan kedua tangan kokoh itu. Sementara bibir Dominic menyerang bibir Kelly dengan liar. Melahap bibir atas dan bawah istrinya yang terbuka dan menerobos masuk menjelajahi rongga mulut Kelly yang terasa manis layaknya buah Cherry sudah matang. Lidah Dominic menyapu langit-langit mulut dan membelit lidah Kelly. Ciuman ganas Dominic membuat Kelly sesak.
Hawa dingin di luar tidak berlaku untuk kamar itu, karena pemiliknya sedang mereguk suasana panas yang menjalar hingga ke tubuh keduanya.
Kelly mencengkram tuxedo berwarna putih yang masih melekat di tubuh suaminya. Jika saja Dominic tidak menopang pinggangnya sudah di pastikan tubuh Kelly tumbang ke lantai. Buaian Dominic sangat mempengaruhinya. Sementara oksigen terasa semakin menipis di sekitar mereka, Kelly merasakan desiran dan degupan kencang di dadanya.
"Akh–"
De*ahan kembali lolos dari mulut Kelly. Perlahan Kelly membuka matanya menatap sayu Dominic yang juga menatapnya dengan tatapan memuja.
Dominic mengangkat tubuh Kelly ke tempat tidur berukuran besar yang di atasnya terdapat kelopak mawar merah berbentuk hati.
Dominic kembali mencium bibir Kelly hingga menyapukan lidah ke leher putih istrinya. Kelly memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.
"Sentuh aku Kelly", ucap Dominic dengan suara terdengar serak tanpa mengurangi aktivitas buaiannya di sekujur tubuh istrinya yang sudah bergetar hebat.
Dengan tangan gemetaran Kelly membuka satu persatu pakaian Dominic. Hingga membuka kancing-kancing kemeja putih yang menutupi tubuh maskulin suaminya itu.
Semenjak mereka menjadi pasangan kekasih tak pernah sekalipun keduanya melakukan aktivitas intim seperti sekarang. Dominic yang lebih berpengalaman urusan percintaan tidak seperti dengan kekasihnya sebelumnya, ia menjaga Kelly dengan sangat baik. Ia juga menghormati keinginan Kelly yang tidak mau melakukan hubungan yang lebih intim sebelum keduanya menikah. Selama berpacaran keduanya hanya berciuman saja untuk melepaskan hasrat, tidak lebih dari itu. Kelly berjanji akan memberikan yang lebih setelah menjadi pasangan suami istri. Dominic sangat mendukungnya.
__ADS_1
Hingga malam ini tiba saatnya. Perasaan yang tertahan selama ini begitu membuncah. Dominic dengan kelihaiannya membuai tubuh istrinya.
Keduanya sudah polos tidak ada lagi penghalang. Kelly terlentang di atas tempat tidur sementara Dominic menyusuri setiap jengkal tubuh nya.
"Akh–", Rintihan antara rasa nikmat dan perih dirasakan Kelly saat Dominic mengigit puncak gundukan kenyal miliknya. Tidak sampai di situ saja, bibir Dominic turun ke perut rata Kelly sementara jemari tangannya tetap bertahan di puncak dada Kelly memainkan puncak yang sudah mengeras itu.
"Ahh sayang... A-ku mau ke toilet", lirih Kelly mengeliat sambil memejamkan matanya.
Tanpa menghentikan pekerjaannya di pusat tubuh Kelly. "Ahh shitt... kenapa kau mau ke toilet? Kita belum apa-apa kan? Tanggung sayang", ucap Dominic melebarkan kedua paha Kelly yang sudah terkulai sebelum permainan utamanya dimulai.
Yang benar saja. Kelly membuat drama malam pertama seperti ini, seperti tidak pernah bercinta sebelumnya. Umpat Dominic kesal dalam hatinya.
Dominic terus melakukan foreplay sebelum bercinta dengan Istrinya. Foreplay yang dilakukan Dominic benar-benar membuat Kelly terhanyut dalam luapan perasaan dan rangsangan se*sual. Ketika rasa yang gairah mengalir menguasai akal sehat Kelly hanyut di dalamnya.
Terlebih seperti sekarang, Dominic memainkan lidahnya ke pusat tubuhnya. Kelly benar-benar merasakan tubuhnya bergetar hebat dan ingin meledak. De*ahan dan erangan silih berganti lolos dari mulut nya. Kelly memejamkan kedua matanya sementara jemari tangannya meremas sprei dan bantal. "Akh.... Dominic jangan seperti itu, aku tidak kuat lagi. Ahh... ternyata Renata dan Laura membohongi ku. Ini berbeda dari yang mereka gambarkan. Rasanya tidak sakit sama sekali", ucap Kelly dengan suara lirih. Suaranya terdengar bergetar.
Dominic mendengarkan dengan jelas racauan istrinya itu.
"Akh...S-sayang apakah kau sudah merenggut keperawanan ku?", lirih Kelly lagi dengan nafas menderu dan suara terbata-bata. Kelly memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya.
Seketika Dominic mengangkat wajahnya menatap istrinya yang terlihat kacau, nafas tersengal-sengal dengan dada naik-turun sambil mengangkat sedikit kepalanya melihat apa yang di lakukan suaminya dibawah tubuhnya. Kelly menatap Dominic dengan mata berkabut dan mulut terbuka. Begitu seksi. Begitu menggemaskan.
"Sayang...jangan katakan kau masih perawan. Apa kau masih virgin, Kelly...??
...***...
__ADS_1
To be continue