THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KEBAHAGIAAN MATTEO DAN DOMINIC


__ADS_3

Dwayne Edgar Anderson - Dwynaa Emberlyn Anderson


"Oeeee.... Oeeee"


Terdengar suara tangisan bayi laki-laki dan bayi perempuan bersautan.


"Tuan Matteo, nona Renata...kedua bayi kalian lahir dengan selamat", ucap dokter Regina tersenyum. Seorang perawat perempuan menggendong bayi laki-laki Matteo dan Renata yang lahir duluan. Perawat itu mendekatkan bayi tampan itu pada kedua orangtuanya. Kemudian di susul bayi kedua yang berjenis kelamin perempuan.


Matteo mengusap wajahnya. Matteo tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi selain menatap takjub kedua anaknya yang baru saja lahir ke dunia ini.


"Apa tuan ingin menggendong bayi kembar tuan?", tanya perawat dengan sopan.


"Tentu saja", jawab Matteo tersenyum bahagia.


Perawat membantu Matteo menggendong kedua bayinya sekaligus. Bayi laki-laki di sebelah kanan dan bayi perempuan di tangan sebelah kiri. Matteo terharu menatap kedua bayi mungilnya. Begitu juga Renata, tak bisa menahan rasa harunya saat melihat laki-laki yang sangat di cintainya, menggendong buat cinta mereka.


Matteo bergantian mengecup lembut kening kedua bayinya. "Selamat datang di dunia sayang. Daddy dan mommy sangat bahagia akhirnya bisa melihat kalian".


Ceklek..


"Mana cucu kembar ku". Thomas langsung menghampiri Matteo. "Sayang lihatlah cucu kita. Ia tampan seperti ku dan cantik seperti mu", ucap Thomas tidak bisa menutupi rasa bahagianya.


Zaneta yang berada di samping suaminya langsung memukul pelan lengan Thomas. "Sayang kau ini berlebihan sekali. Cucu kembar kita mirip kedua orang tuannya. Matteo dan Renata", jawab Zaneta tersenyum.


"Rena, terimakasih kau sudah memberikan cucu sepasang untuk kami. Lengkap sudah kebahagiaan mommy dan daddy. Kalian sudah memberi tiga cucu yang lengkap".


"Iya mom". Renata hanya menjawab singkat karena ia belum bisa bicara banyak. Masih merasakan perih di bagian perut nya bekas operasi beberapa waktu yang lalu.


"Apa kalian sudah memiliki nama untuk anak kembar kalian, Matte?"

__ADS_1


"Tentu saja. Dwayne Edgar Anderson & Dwynaa Emberlyn Anderson", jawab Matteo dengan lugas.


"Good Matte, kau selalu mempersiapkan semuanya dengan baik", ucap Thomas tersenyum bangga melihat putranya selalu cekatan dalam bertindak.


*


Matteo menggendong Zayn agar bisa melihat kedua adiknya yang tertidur pulas di dalam box. Zayn nampak sangat senang saat daddy-nya mengangkat tubuhnya untuk melihat adik-adiknya. Dwayne dan Dwynaa. Saat ini usia keduanya sudah satu bulan.


Ceklek..


"Sayang, kalian berdua sedang apa? Sayang katamu mau menidurkan Zayn, kenapa anak mu malah kau ajak bermain".


"Zayn ayo tidur, sekarang sudah malam sayang. Sini mom akan menidurkan mu", ujar Renata naik ke atas tempat tidur berukuran king size yang ada di kamar putranya itu. Sementara Dwyane dan Dwynaa tidur di dalam box bayi.


Renata dan Matteo sengaja menggabungkan anak-anak nya dalam satu kamar dulu. Agar mudah memberikan pengawasan pada ketiga nya.


Semenjak Dwyane dan Dwynaa lahir, Matteo menganti tempat tidur Zayn berukuran besar karen ia ada Renata sekarang lebih banyak tidur bersama anak-anak itu, memudahkan Renata memberikan ASI nya di malam hari kepada ketiga anak mereka.


Renata ingin merasakan sebagai seorang ibu yang seutuhnya. Tentu saja keinginan Renata di dukung penuh Matteo. Tapi dengan catatan istrinya itu tetap memperhatikan dirinya dalam urusan ranjang. Untuk yang lainnya tentu saja Matteo bisa melakukan sendiri.


"Anak mu sudah terlelap, sekarang giliran daddy-nya", bisik Matteo di telinga Renata.


Renata mencabut pu*ing dari mulut Zayn yang sudah tertidur pulas. "Matte, kau selalu saja tidak mau kalah saingan dari anak-anak mu".


"Mau bagaimana lagi, kau belum bisa di masuki. Sekarang tempat kesukaan ku juga harus di berikan pada ketiga anak kita dulu baru kemudian daddy mereka".


Matteo melahap dengan rakus puncak gunung kembar Renata. Seperti ketiga anak mereka yang sangat menyukai bagian itu.


Renata memejamkan matanya. Sambil menekan kepala Matteo. Lidah lembab suaminya membuat sensasi di kedua gundukan kenyal milik Renata.

__ADS_1


"Sayang kita harus ke kamar kita sekarang", ucap Renata dengan suara me*esah.


Renata merapikan pakaian nya. Keduanya melanjutkan permainan di kamar mereka sendiri agar tidak menggangu Zayn yang sudah mengerti. Jika tidur anak pertamanya itu harus tenang. Tidak bisa mendengar suara ribut-ribut pasti langsung bangun.


*


Catherine Felixia Howard


"Akh... Sakit sekali Domi. Kelly mencengkram kuat jemari tangan suaminya.


"Dorong sedikit lagi nona Kelly. Kepala bayi nona sudah keluar. Iya, sedikit lagi", ucap dokter kandungan yang membantu proses persalinan Kelly dengan persalinan normal.


"Oeeee.... Oeeee"


"Sayang anak kita telah lahir", ucap Dominic tertawa bahagia sambil mengusap kening istrinya yang terkulai lemah dengan keringat bercucuran di keningnya.


"Selamat nona Kelly, tuan Dominic. Anak anak berjenis kelamin perempuan, sangat cantik", ujar dokter tersenyum. Turut merasakan kebahagiaan yang di rasakan Dominic dan Kelly yang baru saja menjadi orang tua.


Kelly menitihkan air matanya mendengar tangisan bayinya. Ia benar-benar terharu. "Sayang sekarang kita sudah menjadi orang tua", ucapnya pelan.


"Iya sayang aku sudah menjadi seorang ayah sekarang. Terimakasih karena kau sudah memberikan aku seorang putri cantik. Lihatlah rambutnya berwarna hitam dan sangat lebat seperti mu".


Dominic mengecup kening istrinya. "Aku memberikan nama anak kita Catherine Felixia Howard. Apakah setuju dengan pilihan nama yang aku berikan?"


Kelly tersenyum mendengarnya. ",Tentu saja sayang. Nama yang sangat indah. Aku berharap kehidupan Catherine seindah namanya", jawab Kelly tersenyum bahagia.


...***TAMAT***...


Masih ada ekstra part. Author berharap TFM tidak dihilangkan dari rak kalian 🙏

__ADS_1


Oh ya, bagi yang belum membaca PEMUAS RANJANG NONA MUDA yuk mampir, sekarang sudah memasuki konflik. Cerita nya di jamin seru. Sekarang Author akan fokus ke PRNM saja 🤗


__ADS_2