THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
MENERIMA RENATA


__ADS_3

"Apa kalian berdua memang memiliki hubungan, seperti yang di ucapkan Angelica?"


"Iya..


"Tidak..


Jawab Matteo dan Renata berbarengan.


Thomas dan Zaneta saling bertatapan. Kemudian melihat Matteo dan Renata bergantian.


Matteo terlihat cuek saja, ia malah makan cemilan yang ada di atas meja. Seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Sedangkan Renata terdiam tak bergeming dengan tubuh bergidik sambil menundukkan kepalanya. Banyak sekali yang ada di pikirannya, terutama siapa Thomas sebenarnya yang ditemuinya di perusahaan Matteo beberapa waktu yang lalu. Ternyata ayah Matteo. Dan gilanya lagi ia menyebut Thomas sebagai tukang kebun. Ingat kebodohannya saat itu membuat Renata sekarang sangat sangat malu. Malu pada Thomas juga malu pada Matteo. Jika ada tempat untuk bersembunyi pasti ia sudah melakukan nya.


"Apa kabar mu, nak? kenapa kau tidak pernah menemui ku lagi?", tanya Thomas ramah.


Perlahan Renata mengangkat kepalanya. Berusaha menyunggingkan senyuman. "S-aya baik pam...hm..maaf, maksud saya T-uan Thomas", jawabnya pelan.


"Kau tidak perlu berubah pada ku gadis muda", ucap Thomas tersenyum hangat seperti saat bertemu dengan Renata di taman bunga.


Renata menganggukkan kepalanya pelan. "Iya paman. Maaf kan aku selama ini salah menduga siapa paman sebenarnya. Aku menyebut paman Thomas, tukang kebun..", ucap Renata terdengar lirih penuh penyesalan.


Sontak saja ucapan Renata itu membuat Matteo tertawa terpingkal-pingkal. Termasuk Thomas dan Zaneta tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa mendengar pengakuan polos Renata.


"Kau sangat menggemaskan, Rena. Sejak awak kau memanggil daddy tukang kebun ku, sebenarnya aku ingin tertawa sejadi-jadinya. Itu sangat lucu, Rena", seloroh Matteo.


"Matte... hentikan jangan mentertawakan aku seperti itu. Kau membuat ku semakin terlihat bodoh saja di hadapan paman dan bibi", cicit Renata kesal dengan wajah cemberut dan merona karena malu.


"Tidak apa-apa gadis muda. Justru kepolosan mu itu yang membuat ku menyukai mu. Kau juga gadis multitalenta, bisa membetulkan keran air taman ku dengan cepat", puji Thomas.


Mendengar perkataan ayahnya, lagi-lagi membuat Matteo tertawa terpingkal-pingkal. "Jadi kau ini multitalenta, Renata?", goda Matteo lagi.


"Ihh, Matteo hentikan! Jangan mentertawakan aku seperti itu", protes Renata sambil mencebikkan bibirnya kesal.

__ADS_1


Thomas dan Zaneta saling bertatapan sambil tersenyum penuh arti melihat tingkah Matteo begitu bahagia. Bahkan putranya yang selalu serius itu bisa tertawa lepas seperti sekarang saat bersama Renata.


"Rena...kau harus berkenalan dengan istri ku juga. Zaneta. Wanita tercantik dan terbaik yang aku kenal. Tentunya sebelum diri mu", ucap Thomas.


Zaneta tersenyum melihat tingkah suaminya. "Sayang kau terlalu berlebihan sekali".


"Ternyata kau Renata yang sering di bicarakan suami ku? Thomas selalu memuji mu. Kau sangat cantik Renata", ucap Zaneta tersenyum hangat.


"Renata menganggukkan kepalanya pelan. Salam kenal bibi Zaneta. Paman Thomas benar sekali, bibi sangat cantik", ucap Renata tulus.


"Aku dan paman Thomas sudah bertemu dua kali di taman perusahaan milik tuan Matteo", ujar Renata jujur.


"Matteo. Kenapa juga kau pakai embel-embel itu lagi di depan nama ku, Rena! Aku sudah melarang mu memanggilku seperti itu. Aku lebih suka kau memanggilku seperti beberapa saat yang lalu. Lebih akrab", ucap Matteo menggoda Renata yang mukanya lagi-lagi merona merah karena ucapan Matteo.


Terlihat Renata salah tingkah, ia merasa serba salah. Tentu saja Renata tidak enak jika memanggil Matteo seperti teman biasanya saja, apalagi saat ini Renata sedang berhadapan dengan Thomas dan Zaneta orang tua Matteo.


Sekilas Renata menatap Matteo yang duduk di sampingnya sambil mengeryitkan alisnya.


"Ada yang ingin aku beritahukan pada daddy dan mommy. Saat ini Renata sedang mengandung benih ku dan Angelica sejak empat minggu yang lalu. Artinya sekarang Renata sedang hamil satu bulan anak ku dan Angelica", ucap Matteo dengan jujur mengatakan kebenaran pada Thomas dan Zaneta.


Terlihat Thomas dan Zaneta menarik nafas dalam-dalam.


"Anak nakal. Kau selalu saja bertindak sesuka hati mu, Matte. Jika seperti ini, kenapa tidak kau ceraikan saja istri mu sejak dulu. Kau dan Renata menikah saja langsung. Kalian bisa memberikan ku cucu sebanyak-banyaknya tanpa menimbulkan masalah", ujar Thomas menatap tajam putra yang nampak biasa-biasa saja.


Zaneta terlihat menganggukkan kepalanya, menandakan setuju dengan ucapan suaminya.


"Apa Renata pernah menikah dan memiliki anak?", tanya Zaneta.


"Belum bibi. Status ku masih lajang saat ini", jawab Renata pelan.


"Apa kau sudah pernah menyewakan rahim mu sebelum nya?", tanya Zaneta lagi dengan lembut tanpa mengintimidasi Renata.


Renata menggelengkan kepalanya pelan sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa kau mau menyewakan rahim mu untuk Matteo dan Angelica? Sementara kau sama sekali tidak berpengalaman menjadi seorang ibu, Rena?", tanya Thomas sangat ingin mengetahui jawaban Renata.


"Dad...kau membuat ibu anak ku takut", protes Matteo.


"Diam kau, Matte!", ketus Thomas sambil menatap tajam putra itu.


"Kalau kau membuat Renata stress, bisa berdampak pada anak ku", jawab Matteo kesal pada ayahnya.


"Karena tuan Matteo telah menyelamatkan mama ku. Beberapa bulan yang lalu mama mengalami serangan jantung yang menyebabkan nya kritis dan di haruskan segera menjalani operasi jantung. Biayanya sangat mahal bagi ku. Sekuat apapun aku bekerja mencari uang, hingga akhirnya mama benar-benar anfal yang mengharuskan nya segera dilakukan tindakan, uang ku belum juga terkumpul".


"Beberapa hari sebelumnya nona Angelica menawarkan pada ku untuk menjadi surrogate mother bagi benih ia dan tuan Matteo".


"Hei hei...berapa kali aku katakan jangan memanggilku seperti itu lagi", ketus Matteo tidak suka.


Renata tersenyum sambil mendekatkan bibirnya pada telinga Matteo. "Aku mohon jangan memotong ucapan ku. Aku tidak enak pada paman dan bibi jika memanggil nama mu saja", bisik Renata menekankan kata-katanya.


"Kalau kau tidak enak memanggil nama ku saja, kenapa kau memanggil daddy dan mommy, paman dan bibi?", ucap Matteo dengan suara jelas.


Lagi-lagi Renata di buat salah tingkah oleh Matteo.


Zaneta tersenyum melihat putranya sering kali membuat Renata tersipu malu seperti itu.


"Matteo benar, Rena. Kau jangan terlalu formal pada nya. Kalian harus akrab demi anak yang kau kandung, biar janinnya tumbuh sehat", ujar Zaneta tersenyum.


"Ya, mommy benar sekali", balas Matteo cepat.


Sementara Renata hanya membalas dengan senyuman. "I-ya", jawabnya singkat.


"Sayang, perut ku lapar. Apa sudah siap makan malam kita? Sekalian saja kita makan bersama", ucap Thomas pada istrinya.


"Sepertinya sudah siap. Sayang, kau ajak Rena makan malam disini ya", ujar Zaneta.


"Iya mom", jawab Matteo.

__ADS_1


Zaneta membantu Renata berdiri. Ia sangat senang melihat Matteo lebih banyak tertawa bahagia sekarang saat di dekat Renata. Bahkan putranya itu berkali-kali membuat Renata tersipu malu. Semuanya tak luput dari perhatian Zaneta dan Thomas. Mereka yakin memang ada sesuatu diantara keduanya. Namun untuk saat ini baik Zaneta maupun Thomas belum ada yang bertanya-tanya tentang kepastian hubungan antara Matteo dan Renata, apalagi Matteo masih berurusan dengan Angelica.


__ADS_2