
Renata menggenggam erat jemari tangan Dwyane dan Dwynaa. Sementara Matteo memegang tangan Zayn. Matteo cuti dari rutinitas nya sehari-hari, Ia sengaja mengajak keluarganya liburan ke tanah leluhur mommy nya di Tuscany Italia.
Perjalanan jauh pertama bagi istri dan ketiga anaknya. Bahkan Matteo belum sempat mengajak Renata honey moon setelah pernikahan mereka.
Maka saat inilah mereka honey moon. Kata orang-orang, bulan madu yang tertunda. Namun mereka memboyong juga ketiga anak-anaknya.
Sekarang Matteo mengajak ketiga anaknya memetik buah anggur yang ada diperkebunan miliknya yang merupakan milik Zaneta sebelumnya, namun sekarang Zaneta menurunkannya pada Matteo.
Anak-anak terlihat begitu bahagia. Memetik buah kesukaan mereka. Ketiganya bebas lari ke sana kemari dengan tiangnya.
"Sayang...ayo kita makan siang dulu", ujar Renata memanggil keempat orang yang sangat disayanginya itu.
Matteo segera mengajak anak-anak untuk beristirahat dan mencuci tangan. Ketiganya bocah-bocah lucu itu begitu patuh pada orangtuanya dan mengikuti perkataan Matteo.
Renata mengambilkan makan untuk ketiga anaknya yang langsung melahapnya.
Begitupun dengan Renata dan Matteo, keduanya menikmati santap siang di perkebunan anggur yang sangat indah dan terbentang luas.
*
Malam semakin larut..
Matteo menyusuri setiap jengkal tubuh istrinya. Meremas dan mencubit puncak gundukan kenyal Renata.
"Akh sayang... Matteo"
"Oh Rena, tubuh mu semakin indah, membuatku semakin menyukainya sayang. Apalagi di bagian ini", ujar Matteo sambil menghisap kuat dada istrinya. Sementara jemari tangannya mengusap lembut inti Renata.
"Oh...sayang"
Tindakan Matteo membuat tubuh Renata menggeliat bergerak ke kiri dan ke kanan. Gusar, dengan mulut terbuka mengeluarkan suara tertahan. Sementara jemari-jemari tangannya meremas rambut Matteo. "Akh—"
Matteo menatap istrinya. Menatap lembut penuh cinta. "Aku sangat mencintaimu, sayang", bisik matteo sambil me*umat bibir Istrinya yang terbuka dan melototkan mata indahnya saat merasakan benda berukuran besar hendak menerobos masuk ke inti nya.
Renata menahan nafasnya . "Ahh sayang. Ah", rintih Renata saat merasakan milik Matteo perlahan menerobos masuk pusat tubuhnya. Sampai-sampai tubuh Renata terangkat bangun. Namun dengan cepat Matteo mendorong tubuh istrinya terlentang kembali.
Berhubungan in*im adalah hal rutin yang di lakukan pasangan suami-istri itu. di usia pernikahan mereka lima tahun tak membuat surut volume bercinta pasangan itu. Malahan semakin intens saja.
__ADS_1
Malahan keduanya bisa bertempur berjam-jam lamanya dimana pun tempatnya, Layaknya seperti pengantin baru yang sedang dimabuk cinta saja.
Terdengar nafas tersengal Renata ketika lidah Matteo membelit lidah nya. Membuat tubuh Renata bergetar hebat.
Jemari tangan Matteo menyusuri setiap jengkal tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Tangannya berhenti di dada kenyal istrinya. Meremas dan memutar-mutar puncaknya. Membuat mengeluarkan suara desisan.
Sementara pinggul Matteo menghentak dengan kuat inti Renata. Maju-mundur hingga menekan lebih dalam lagi. Membuat Renata menjerit tak karuan.
"Ahh...Ahh Matte"
Tubuh Renata bergidik merasakan sensasi sentuhan Matteo . Sesaat men*esah detik berikutnya berganti dengan erangan. Begitu terus selanjutnya.
Nafas Matteo semakin menderu dengan cepat, menuntut lebih jauh. Bibirnya menjelajahi leher istrinya. Tangan kirinya meremas dada, sementara tangan kanan ikut bermain di inti Renata berbarengan dengan benda pusaka miliknya menyodok dengan keras inti Renata. Membuat wanita itu terus menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Menggeliat dan mengelijang sambil me*esah tak karuan.
"A-ku mohon Matteo," suara Renata terdengar tercekat dengan nafas tersengal-sengal tangannya menarik tangan suaminya dari intinya yang membuat miliknya berkedut dan menghisap kuat milik Matteo.
Kembali terdengar suara bergetar Renata. Tubuhnya memanas seperti ada bara api yang menyala di tubuh itu yang siap menyemburkan percikan api tersebut.
Renata membalikkan tubuhnya, menindih tubuh maskulin suaminya yang saat ini berada dibawah tubuhnya. Perlahan Renata menggerakkan pinggulnya dengan lembut. Sementara jemari tangan Matteo memainkan pu*ing istrinya yang ikut bergerak seperti irama tubuh Renata. Tubuh seksi itu bergerak ero*is di atas tubuh Matteo.
Matteo membawa tangannya meremas dada Renata yang membusung begitu menantang, sementara bibirnya menciumi leher jenjang wanita itu. Matteo membuai tubuh istrinya.
"Sayang kau sangat seksi sekali. Aku ingin memiliki banyak anak dari mu", racau Matteo dengan suara serak sambil memejamkan matanya menikmati permainan istrinya yang bergerak di atas tubuhnya.
"Hm...aku akan segera memberimu anak lagi", bisik Renata dengan suara bergetar hebat.
*
Renata menyandarkan punggungnya pada dada Matteo. Keduanya berpelukan mesra sehabis mereguk kenikmatan bercinta dimalam itu.
"Anak-anak kita Zayn sudah berusia lima tahun, sedangkan Dwyane dan Dwynaa berusia empat tahun sudah pantas memiliki adik lagi", Ujar Matteo sambil mengecup pucuk kepala Renata. Sementara Renata mengusap lembut lengan Matteo yang melingkar di lehernya.
"Iya sayang. Bukankah kita rutin melakukannya. Kau pun sejak dokter mengizinkan kita berhubungan pasca melahirkan anak kembar, kau tidak pernah mau menggunakan pengaman. Kau juga selalu menumpahkan milik mu di dalam. Artinya sejak saat itu kita sudah siap memiliki anak lagi. Padahal dokter meminta mu bersabar bukan, kau saja yang semau mu", seru Renata .
"Yang benar saja dokter itu memberikan aturan seperti itu. Pakai pengaman rasanya tidak enak. Aku tidak akan pernah melakukannya pada mu pakai pengaman terkutuk itu!"
Spontan Renata mengangkat wajahnya menatap tajam Matteo. "Jadi maksud mu, kau akan memakai pengaman saat meniduri wanita lain? Itu maksud mu, Matteo?!", ketus Renata terlihat kesal.
__ADS_1
"Bukan begitu juga sayang. Aku bersumpah Lima tahun pernikahan kita tidak pernah mengkhianati mu, Rena. Sumpah. Aku tidak membutuhkan wanita manapun untuk menghangatkan ranjang ku karena aku sudah memiliki wanita yang sangat istimewa. Aku mencintai mu sepenuh hatiku, bagaimana mungkin aku masih menginginkan yang lain. Kau sangat menggairahkan di atas tempat tidur", goda Matteo.
Ucapan Matteo membuat wajah Renata bersemu merah. " Jadi yang kau ingat dariku hanya urusan ranjang Matte? Kau membuat ku hilang akal kalau sudah seperti ini".
Renata memeluk erat tubuh suaminya.
"Bukan seperti itu Sayang. Tentu saja tidak hanya itu, banyak juga yang lainnya. Tapi yang pasti aku sangat mencintaimu, sayang", ucap Matteo sambil menyuapkan strawberry dengan lelehan coklat kedalam mulut istrinya. Matteo kembali me*umat bibir Renata dengan penuh perasaan, Renata pun membalasnya.
Beberapa saat kemudian, terdengar ada yang mengetuk pintu kamar utama di hacienda itu.
Renata bangkit dan memakai kemeja suaminya.
Renata membuka kunci pintu. Saat pintu terbuka. Ketiga anaknya sudah di depan pintu dengan wajah mengantuk. Ada yang menguap, ada yang mengucek matanya. Ada juga yang merengek-rengek.
"Maaf nona, anak-anak ingin tidur bersama nona dan tuan", ujar salah satu baby sitter yang di bawah serta Matteo dan Renata.
Renata tersenyum dan membiarkan anak-anak tidur bersama mereka.
Ketiga anak kecil mengemaskan itu melompat girang dan langsung menindih tubuh Matteo yang berada di atas tempat tidur.
"Apa kita akan tidur dalam satu tempat tidur sayang?", tanya Matteo melototkan kedua matanya menatap Renata yang menahan tawanya.
"Tentu saja. Ingat mereka anak-anak kita Matte", jawab Renata menahan tawanya.
Sementara Matteo mengusap tengkuknya. "Apakah kau tidak akan memberiku jatah lagi malam ini, sayang?"
"Kita tunda, karena ada anak-anak", balas Renata sambil mengusap wajah tampan suaminya.
"Anak-anak ayo sekarang tidur, hari sudah malam. Besok daddy akan mengajak kalian jalan-jalan", ujar Matteo disambut rasa girang Zayn dan adik-adiknya.
"Good night dad...good night mommy", ujar ketiganya bergantian mencium wajah orang tuanya. Renata dan Matteo tersenyum bahagia. Kebahagiaan yang sesungguhnya.
Perasaan Matteo sangat bahagia, ia bersyukur dikaruniai keluarga yang sempurna. Anak-anak yang tampan, cantik dan istri sesempurna Renata.
Pada akhirnya, kelimanya tertidur pulas dan saling berpelukan dengan senyuman menghiasi wajah.
...***...
__ADS_1
Yuk mampir juga ke karya Emily lainnya. PEMUAS RANJANG NONA MUDA 🙏