
"S-elamat S-ore..."
Ucapan salam yang terdengar sangat lembut menghentikan umpatan kekesalan Thomas yang sedangan melampiaskan amarahnya pada putranya Matteo.
Ketiganya menatap wanita muda yang mengucap salam dan baru saja masuk kedalam rumah.
Seketika raut wajah Thomas berubah. Kedua matanya menatap lekat siapa gadis itu. Thomas mengeryitkan alisnya merasa sangat aneh.
"Renata?!"
Sementara Renata dengan tubuh gemetaran berusaha melangkahkan kakinya tepat di belakang Matteo. Dan terdiam saat melihat ada Angelica di sana. Duduk di samping wanita lainnya dalam kondisi memprihatinkan. Matanya merah dan wajahnya terlihat sangat kacau.
"Renata? Ada apa kau kemari nak?", tanya Thomas penuh selidik.
Renata spontan menatap laki-laki paruh baya yang berdiri tidak jauh darinya. Renata menatapnya tak berkedip dengan mulut menganga tak percaya dengan pengelihatan nya.
"P-paman Thomas?"
"Dia wanitanya dad. Wanita ini yang rahimnya di sewa Matteo. Wanita ini hamil anak ku", teriak Angelica histeris bangkit dari tempat duduknya dan berlari mendekati Renata yang terdiam mematung seperti seorang pesakitan yang sedang di sidang karena melakukan kejahatan.
"Dari awal aku sudah tidak mempercayai mu ja*ang! ternyata dugaan ku benar, kau memanfaatkan kebaikan ku. Kau merayu suami ku kan? Kau menggoda nya kan?", teriak Angelica histeris hendak menarik rambut Renata yang terdiam di tempatnya.
"Hei.... apa-apaan kau ini hah. Jangan coba-coba menyakiti Renata wanita gila!", hardik Matteo mencengkram kuat tangan Angelica.
"Kau sumber masalah ini Angelica, kenapa kau limpahkan kesalahan mu pada orang lain!", ketus Matteo mendorong tubuh Angelica hingga tersungkur. Beruntung tubuh wanita itu terduduk di sofa.
"Matteo...apa yang kau lakukan pada istri mu?!"
Zaneta spontan berdiri dari tempat duduknya sambil menutup mulutnya dengan jemari tangannya. Kemudian memeluk Angelica. Untuk pertama kali ia menyaksikan pertengkaran rumah tangga seperti itu. Dan terjadi dalam rumah tangga anaknya sendiri. Zaneta tidak percaya dengan perlakuan kasar Matteo pada Angelica.
"Asal daddy dan mommy tahu, jangan percaya apa pun perkataan nya. Wanita ini selama ini telah membohongi ku. Ia dan teman-temannya mengaku bahwa Lica tidak bisa hamil karena rahimnya rusak akibat kecelakaan yang dialaminya setahun yang lalu, nyatanya semua itu bohong. Wanita ini sendiri yang mengakui nya kemarin dihadapan ku. Dominic saksinya".
"Bohong....Kau bohong. Aku tidak pernah bicara seperti itu. Kau sengaja mencampakkan aku demi wanita kampungan ini kan? Pelayan rendahan!", teriak Angelica sambil menangis sejadi-jadinya.
"Ya ampun Angelica, bukti apa lagi yang harus aku tujukan tentang kebusukan mu itu, hah?!
__ADS_1
"Kau mungkin bisa mempengaruhi orang lain, tapi tidak dengan ku", teriak Matteo dengan suara meninggi sambil melemparkan beberapa foto Angelica dengan laki-laki lain keatas meja.
Thomas segera mengambil foto itu, dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Laki-laki itu melemparkan foto yang dilihat nya keatas meja. Terlihat Thomas menggelengkan kepala dengan wajah di tekuk. Ia duduk di kursinya semula sambil berpikir.
Kemudian Zaneta pun melihat foto yang diberikan Matteo beberapa saat yang lalu. Dengan tangan gemetaran wanita itu melihat satu persatu foto tersebut. Seketika ia menjauh dari Angelica dan pindah di samping suaminya. Tidak ada yang bisa bersuara lagi. Hanya terdengar isakan tangis Angelica dengan bahu tergoncang.
"Kau tidak usah mencari pembenaran mu, Lica. Kau yang menarik Renata masuk kedalam permasalahan rumah tangga kita".
"Apa kau lupa malam itu saat daddy mengatakan ingin segera memiliki cucu atau mencoret nama ku dari penerima warisannya? Kau menyampaikan ide gila mu untuk menyewa rahim wanita lain, agar mengandung anak kita".
"Terang-terangan aku menolak ide mu itu. Hingga kau membawa Renata ke kantor ku. Kau manfaat kan kesulitan Renata saat itu karena terdesak uang untuk biaya operasi jantung ibunya".
"Kau jangan mendadak lupa dan memutar balik fakta yang sebenarnya Angelica! Kau itu wanita egois yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan mu".
"Aku ucapkan terimakasih pada mu karena kau memilih Renata ibu pengganti itu. Renata membuka mataku. Bagaimana ia menunjukkan kasih sayangnya pada orang yang sangat di cintanya dengan keadaan tulus meskipun dalam keadaan pas-pasan. Tidak seperti mu, memiliki semua nya tapi selalu merasa kurang", hardik Matteo sambil menggenggam tangan Renata agar duduk di sampingnya.
Angelica melihat kemesraan keduanya. "Aku tahu kalian bermain di belakang ku. Dasar kau wanita la*cur...akan aku hancurkan hidup mu", teriak Angelica sambil mengusap air matanya.
Sementara Renata tertunduk dengan tubuh gemetaran ketakutan. Sejujurnya ia juga merasa sangat bersalah pada keluarga Matteo. Renata meremas jemari tangannya dengan wajah pucat dan tertunduk.
Thomas dan Zaneta bertukar pandang. Terlihat Thomas menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Angelica...sebaiknya pergi sekarang juga dari rumah ku. Kau membuat scandal dalam keluarga dengan tidur bersama laki-laki lain. Anak ku tidak butuh bukti apapun lagi untuk menceraikan mu!"
"T-tapi... daddy sudah janji membantu ku"
"Itu sebelum semuanya terkuak. Sejak awal aku memang sudah tidak mempercayai mu, makanya aku memanggil putra ku kemari. Lihatlah bukti apa yang di bawa Matteo, sangat jelas menunjukkan siapa diri mu yang sebenarnya. Aku tidak mau ada scandal dalam rumah tanggaku, segera kau tandatangani surat cerai Matteo atau aku hancurkan bisnis keluarga mu bahkan karir mu itu", ucap Thomas dengan tegas.
"Ingat Angelica, bisnis ayah mu bisa seperti sekarang karena bantuan dariku, aku yang memberi nya modal. Jika kau macam-macam dan berani melawan ku dalam sekejap ku buat saham perusahaan ayahmu anjlok di pasaran", ancam Thomas tidak main-main.
"Daddy tidak adil. Kenapa Matteo boleh berkhianat sedangkan aku tidak boleh?!"
Angelica mengusap air matanya yang masih mengucur deras membasahi wajahnya.
"Silahkan kau buktikan pengkhianatan putra ku, kau bawa bukti nya ke pengadilan sekarang juga", tantang Thomas.
__ADS_1
"Edward...!
"Iya tuan?"
"Bawa Angelica pergi dari mansion ku. Mulai saat ini wanita ini bukan siapa-siapa di keluarga Thomas Anderson. Ia tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga ku. Aku tidak menganggap wanita ini menantu ku lagi!", tegas Thomas.
Mendengar perkataan Thomas, semakin membuat Angelica menangis.
"Mommy...bantu aku. Kita sama-sama wanita mom", teriak Angelica saat tangannya di tarik paksa Edward keluar dari mansion bosnya sesuai perintah.
Sesaat suasana sudah lebih tenang ..
Thomas menggelengkan kepalanya. "Aku tidak habis pikir bagaimana bisa kau bertahan selama tiga tahun pernikahan dengan wanita seperti itu, Matteo".
"Enak saja wanita murahan seperti itu mengobrak-abrik keluarga Anderson, tidak akan aku biarkan itu terjadi. Memangnya dia siapa?"
Matteo mengusap tengkuknya melihat ayahnya emosi seperti itu.
"Sayang ingat tekanan darah mu, sekarang kita bicara dengan lebih tenang", ucap Zaneta membujuk suaminya.
"Huhh kau benar sekali".
Thomas menatap Matteo dan Renata bergantian. "Apa kalian berdua memang memiliki hubungan? seperti yang di ucapkan Angelica?"
"Iya..
"Tidak..
Jawab Matteo dan Renata berbarengan.
...***...
To be continue
SEMOGA PUAS MEMBACA BAB INI. CHAPTER NYA LEBIH PANJANG.
__ADS_1