THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
BAHAGIA BERSAMA RENATA DAN MATTEO


__ADS_3

"Siapa kau, berani memerintah calon istri ku...?!"


Semuanya orang yang ada di ruangan itu langsung terdiam, tidak ada yang berani bereaksi. Semuanya seakan-akan sedang mengerjakan tugas masing-masing, walaupun sebenarnya menyimak apa yang terjadi. Tak sedikit yang menganggap Camel sudah sangat keterlaluan pada Kelly. Namun yang mengagetkan lagi, saat mendengar bos mereka mengatakan Kelly adalah calon istrinya. Semua yang ada di sana sibuk dengan pikiran masing-masing.


"T-uan Dominic? Hm... berkas-berkas ini memang tugas karyawan magang yang menyusunnya di ruang arsip, tuan", ucap Camel memberikan alasan. Lebih tepatnya membenarkan tindakannya.


"Siapa yang membuat aturan seperti itu? Itu tugas mu! Kau kerjakan sekarang juga! Kau di larang meninggalkan ruang arsip jika pekerjaan mu belum selesai! Jika kau tidak selesai mengerjakan sesuai perintah ku... siap-siap kau kehilangan pekerjaan mu di kantor ini!!", ucap Dominic dengan tegas. Ia membalikkan ucapan Camel untuk Kelly beberapa saat yang pada Camel.


Suasana semakin hening. Bahkan tidak ada yang berani menghembuskan nafas dengan keras. Termasuk Camel yang beberapa saat lalu begitu gagah memberikan perintah pada Kelly.


"T-api tuan Dominic..."


"Asal kau tahu, Kelly bukan karyawan magang biasa di kantor ku. Ia kekasih dan calon istri ku! Ia tidak mau aku berikan keistimewaan di kantor ini karena ia ingin belajar dari bawah. Berani sekali kau! Aku tahu bukan kali ini saja kau berlaku buruk pada tunangan ku", ucap Dominic dengan tegas.


Camel terdiam tak bergeming. Seketika ia menundukkan kepalanya, tubuhnya gemetaran. Wajahnya terlihat sangat pucat pasi seperti tidak ada aliran darah lagi.


Sesaat kemudian terlihat Roland keluar lift dan menghampiri Dominic. Ia memberi tahu Dominic sudah di tunggu di ruang rapat.


"Roland kau evaluasi divisi ini. Aku tidak mau memperkerjakan orang yang suka bersikap semena-mena di kantorku. Selesai meeting, aku ingin melihat laporan mu di atas meja ku!", perintah Dominic dengan tegas.


"Baik tuan", jawab Roland dengan hormat.


Dominic menggenggam erat tangan Kelly meninggalkan divisi yang dipimpin Camel.


Sementara Camel tidak berani mengangkat wajahnya. Wajah nya semakin pucat pasi. Ia tak henti mengumpati kebodohannya sendiri. Gadis itu sangat ketakutan jika harus kehilangan pekerjaan.


*


"Ah Renata anak mu sangat tampan sekali. Aku tidak berani menggendong bayi yang baru lahir", ucap Kelly menatap takjub Renata yang bersandar di punggung tempat tidur sedang memangku baby Zayn.

__ADS_1


"Kalau aku sudah biasa menggendong bayi yang baru lahir. Aku merawat Qiana sejak ia lahir", ucap Laura mengambil alih Zayn dari pangkuan Renata setelah ia memberikan Asi-nya untuk Zayn yang kembali terlelap.


"Wah kau hebat Laura. Aku mesti belajar pada mu cara merawat bayi", ujar Renata kagum melihat Laura begitu luwes menggendong Zayn yang baru lahir.


"Dengan senang hati. Aku dan Austin tidak akan menolak jika Zayn tidur bersama kami, sementara kau masa pemulihan Rena. Sebenarnya aku dan Austin sudah tidak sabar memiliki anak. Sekarang kami sudah mulai kontrol ke dokter kandungan agar aku segera hamil", ucap Laura tersenyum dan mengayunkan tangannya meninabobokan Zayn.


"Semoga kau cepat hamil, Lau", ucap Renata.


"Kau harus berhadapan dengan tuan Matteo, Laura", jawab Kelly menatap ke arah pintu yang terhubung dengan ruang kerja di ruang rawat inap mewah bak presidential suite room di hotel berbintang itu. Karena para suami mereka sedang berbincang di dalam sana.


Laura melebarkan kedua matanya, dan tertawa. "Habis Zayn sangat menggemaskan. Ia sangat tampan sekali. Kalau aku lihat-lihat wajahnya mirip dengan mu, Rena. Tidak ada sama sekali mirip Angelica".


"Iya betul, aku juga melihatnya seperti itu", balas Kelly.


Renata tersenyum mendengarnya. "Wajahnya akan terus berubah. Mungkin sekarang mirip dengan ku. Besoknya bisa jadi mirip Angelica".


"Tapi aku pernah baca, anak yang di adopsi sejak lahir biasanya besarnya nanti mirip dengan yang mengadopsi, Rena. Apalagi Zayn berada di dalam perut mu selama sembilan bulan lebih dan kau juga yang memberinya kehidupan hingga menghirup udara di dunia ini. Kalian pasti memiliki ikatan batin yang kuat. Aku yakin ia lebih mirip pada mu di banding Angelica", jawab Kelly sambil memegang jari mungil Zayn yang di dekap Laura.


Dengan pasti Kelly menganggukkan kepalanya. Senyum bahagia menghiasi wajahnya. "Iya. Semalam aku dan Dominic bertunangan teman-teman", jawab Kelly.


Ucapan Kelly membuat Rena dan Laura tertawa bahagia. Tanpa sadar Renata memeluk Kelly yang di duduk di tepi tempat tidur nya. Kelly pun membalasnya dengan erat.


"Akh–"


Renata sedikit menjerit, ketika merasakan perutnya tertekan.


"Rena, maafkan aku. Apa aku menyakiti mu?"


"Perutku sedikit nyeri. Tapi sudah tidak apa-apa. Aku sangat bahagia mendengar kau menikah dengan Dominic, Kell. Hm ..ternyata kau benar-benar akan menjadi orang kaya sekarang ya", canda Renata yang di sambut tawa oleh Kelly dan Laura.

__ADS_1


*


"Hidup mu sudah sempurna sekali, Matte. Ternyata kau yang pertama memiliki anak di antara kita bertiga", ucap Dominic sambil menyesap minumannya.


"Ya. Sulit dilukiskan dengan kata-kata kebahagiaan yang aku rasakan ini. Kau juga segera lah menikah Domi, usia mu semakin bertambah".


"Aku sangat menginginkannya. Semalam aku dan kekasih ku bertunangan. Kelly sudah berjanji akan menikah dengan ku setelah ia wisuda tiga bulan lagi".


"Huhh, tiga bulan masih lama dude. Benda pusaka mu bisa berkarat nantinya", ledek Austin sambil menaruh gelas di meja.


"Ya mau bagaimana lagi. Aku harus bijak juga. Sarjana sudah menjadi impian Kelly dan aku sudah janji untuk mendukung nya. Ada hal yang sangat mengejutkan ku kemarin. Aku baru mengetahui bahwa Kelly putri Marcos Felix Llorente. Pengacara senior yang selalu membimbing ku di bidang hukum selama ini".


Matteo dan Austin menegakkan tubuhnya mendengar perkataan Dominic.


"Jadi Kelly saudara Diane yang di jodohkan dengan mu, Domi?", tanya Matteo.


"Mereka tidak ada hubungan darah. Diane putri bawaan Lory. Semalam paman Felix mengatakan menyetujui hubungan kami, tetapi Kelly masih sangat membencinya. Ia tidak mau bicara pada ayahnya".


"Sebaiknya kau buat mereka bicara dan baikan, Domi. Kau ahlinya di bidang itu", ucap Austin.


"Rasanya sangat tidak enak jika menanggung dendam dalam diri kita. Seperti aku dan papa ku waktu itu. Kasus ku hampir sama yang Kelly alami. Kami berjauhan dan saling membenci karena wanita yang di nikahi ayah kami. Beruntung sekarang hubungan ku dan papa sudah baik".


"Aku setuju dengan Austin. Tidak ada yang bisa memutuskan ikatan darah antara ayah dan anak meskipun ayahnya telah menikah lagi", ujar Matteo.


"Kenapa tidak kau bujuk saja kekasih mu agar segera menikah. Katakan kau bisa lebih melindunginya jika kalian bersama. Kata-kata itulah yang aku pakai agar Laura mau menerima ajakan untuk menikahi nya", ucap Austin tertawa mengingat saat ia mengajak Laura menikah beberapa bulan yang lalu.


Matteo menganggukkan kepalanya. "Agree.Kau harus mencobanya lagi pulang ini, Domi. Siapa tahu ia sudah berubah pikiran dan menerima ajakan menikah dari mu".


Dominic mengusap dagunya. Ia terlihat seperti sedang berpikir. "Iya kalian benar sekali, teman..."

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2