THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KABAR BAIK


__ADS_3

"Ada apa Matteo? Kau membuat ku kuatir.."


"Aku harus menghubungi Evans sekarang, aku lupa menambahkan keamanan di apartemen mama mu. Angelica bisa saja datang tiba-tiba dan menyakiti nya", ujar Matteo dengan wajah serius.


Renata menggeser posisi duduknya. Sementara Matteo menghubungi Evans.


Tak butuh waktu yang lama menghubungi asisten nya itu. Setelah itu senyuman nampak di wajah tampan Matteo. Ia menaruh handphone miliknya di atas meja.


"Kau tidak perlu mengkuatirkan mama mu Rena, ternyata tanpa aku perintahkan Evans sudah mengambil inisiatif sendiri menempatkan orang di apartemen mama mu", ujar Matteo.


"Syukurlah, aku bisa bernafas lega sekarang. Aku sangat cemas tadi".


"Hm...Matte, apa besok sebaiknya kita temui saja mama? Kita katakan sejujurnya apa yang terjadi di antara kita. Suatu hari nanti mama juga berhak tahu aku memiliki anak ini. Saat kita bersama tentu saja aku tidak mau membeda-bedakan anak-anak ku. Mudah-mudahan mama bisa menerima kenyataan ini", ucap Renata menatap manik abu-abu Matteo.


"Aku kuatir kalau-kalau Angelica menemui nya dan mengatakan yang tidak-tidak tentang ku. Mama pasti mencemaskan ku", ucap Renata tertunduk.


"Apa mama mu sudah bisa menerima kabar mengejutkan seperti itu, hem?", tanya Matteo sambil mengusap lembut wajah Renata yang duduk disampingnya.


Renata terdiam. "Aku tidak tahu, Matteo", jawab Renata pelan.


"Baiklah, besok aku akan mengantarmu menemui mama mu. Tapi kita harus memastikan dulu kondisinya sudah bisa mendengar kabar yang akan kita sampaikan atau belum. Tenanglah kau jangan kuatir".


"Benarkah Matte, kau mengizinkan ku menemui mama? Oh Matteo Terimakasih", ujar Renata sangat bahagia. Saking bahagianya ia mencengkram lengan Matteo.


"Apa begini caramu berterima kasih pada kekasih mu, hem? Aku akan mengajari cara berterima kasih yang benar itu seperti apa pada kekasih mu, Rena", ucap Matteo menarik tengkuk Renata dan me*umat bibir ranum Renata.


Bibir Matteo memenuhi mulut Renata. Bergantian me*umat bibir ranum berwarna merah muda milik Renata yang terasa manis seperti buah Cherry matang.

__ADS_1


Renata tidak membalas ciuman itu, tubuhnya terasa lemas sementara otaknya blank. Matteo menciumnya begitu hebat.


"Sayang...balas ciuman ku. Aku ingin merasakannya, Rena", bisik Matteo dengan suara berat.


Renata membuka matanya yang terpejam, perlahan ia mengikuti permintaan Matteo. Balasan Renata masih terasa kaku tetapi Matteo sangat menyukainya. "Ahh Renata, aku sangat menyukainya", bisik Matteo tepat di depan bibir Renata.


Cukup lama Matteo menjelajahi bibir Renata, Sampai-sampai membuat gadis itu merasakan oksigen di ruangan itu menipis.


"Sstt...Hm Matte ingat pesan bibi Zaneta tadi, kita harus menahan diri. Setidaknya sampai kau sudah resmi pisah dari istri mu, Matte", ucap Renata mengingatkan Matteo.


"Aku tahu. Aku tidak akan melampaui batasan itu", ucap Matteo menatap kedua netra biru kekasihnya yang terlihat berkabut.


"Sebaiknya sekarang kau istirahat, aku akan kembali ke mansion. Sebelum aku melanggar janji untuk tidak menjamah mu", bisik Matteo. Dibalas Renata dengan wajah tercengang.


"Aku pulang sekarang. Setelah ini kau harus segera istirahat".


"Iya, aku langsung istirahat", jawab Renata sambil melingkarkan tangannya pada lengan Matteo, mengantar kekasihnya itu ke sampai pintu.


Matteo mengusap dan mengecup perut Renata yang masih nampak rata.


Setelah Matteo pulang, Renata langsung menuju kamarnya. Gadis itu membersihkan tubuhnya di kamar mandi kemudian membersihkan wajahnya.


Sesaat Renata membuka pakaian tidurnya dan menatap perut yang masih nampak datar.


"Sayang...Maafkan mommy, hari ini kita melalui hari yang berat. Tapi aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu. Kita akan selalu bersama. Walau pun pemilik benih mu sebenarnya adalah wanita lain tetapi bagi ku kau adalah anak ku darah daging ku. Aku akan menjaga dan merawat mu hingga tiba waktunya nanti, kau hadir ke dunia ini.


"Mom always loves you, begitu juga dengan daddy sangat menyayangi mu. Kita akan menjadi keluarga utuh", ucap Renata sambil mengusap lembut perutnya.

__ADS_1


*


Matteo baru saja hendak merebahkan tubuhnya ketempat tidur saat terdengar deringan handphone miliknya.


Tertera nama Dominic dilayarnya. Cepat-cepat Matteo menggeser tombol hijau.


"Iya?"


"Matte..Ada kabar baik yang akan aku sampaikan pada mu, aku sudah memasukkan gugatan cerai mu ke pengadilan. Sesuai perintah mu, aku sudah menolak semua bentuk mediasi yang nantinya akan diajukan pihak Angelica. Semua bukti-bukti dan alasan menggugat cerai semua nya sudah terlampir. Perceraian mu dan Lica tidak akan memakan waktu yang lama. Aku pastikan dalam satu bulan sudah menerima putusan".


Matteo menarik nafas dalam-dalam.


"Terimakasih, Domi. Kabar ini benar-benar yang aku tunggu", jawab Matteo bahagia.


"Kau tenang saja Matte, aku sendiri yang akan mengawal gugatan mu itu. Aku pastikan secepatnya kau akan segera terbebas dari wanita itu", tegas Dominic sambil memutuskan panggilan telepon.


Matteo merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar nya yang selama ia tempati bersama Angelica.


"Aku sudah tidak sabar berpisah dari mu, Angelica. Aku benar-benar kecewa pada mu. Tapi aku bersyukur tidak merasakan kekosongan hati karena Renata akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya pada ku.


"Aku mencintai Renata, meskipun kami baru saling mengenal. Renata membuat hidupku bahagia. Ia membukakan mataku arti sebuah keluarga yang harus di sayangi.."


...***...


To be continue


Jika ada typo, besok Emily revisi ya. Sekarang mata udah nggak bs diajak kompromi 🙏

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2