
Langit senja beranjak menghitam...
Renata berjalan perlahan keluar kamar. Ia bosan seharian berada di kamarnya. Sweater berwarna putih tebal membalut tubuh ramping Renata. Tak ketinggalan gadis itu menggunakan topi rajut agar tubuhnya tetap hangat.
Suasana villa terasa sepi. Hanya terlihat seorang pelayan nampak masih beberes dengan pekerjaannya.
Renata melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Tak terlihat lagi mobil mewah Matteo didepan.
"Tuan Matteo telah kembali ke kota. Bahkan ia tidak berpamitan kepada ku", lirih Renata sedih.
Huhh... Renata menghembuskan nafasnya dengan kasar. Kedua tangannya mendekap tubuh nya sendiri.
Seketika perasaan sepi itu datang lagi. Hampa begitu terasa melingkupi sanubari Renata saat ini. Bahkan Renata merasakan kesepian teramat sangat melebihi dari sebelumnya.
Renata melangkahkan kakinya perlahan, menuju danau yang berada tepat di samping villa. Gadis itu duduk seorang diri di kursi panjang sambil menatap hamparan air tenang di hadapannya. Cahaya lampu dan bulan memantul dari riak danau.
Tiba-tiba... Renata terisak dengan sendirinya. Jemari tangannya menutup wajahnya.
"Rena...apa yang kau lakukan diluar? Udara malam di sini sangat dingin". Suara yang sangat di kenal Renata begitu dekat di belakangnya.
Renata merasakan seperti sedang bermimpi. Namun ia merasakan tubuhnya menghangat saat merasakan jaket tebal menyelimuti tubuhnya dari belakang.
__ADS_1
Cepat-cepat Renata mengusap air mata dan menolehkan kepalanya menatap sosok Matteo yang berada tepat di belakang pundaknya.
"Tuan Matteo, anda masih berada di sini?"
"Hem".
Matteo duduk di samping Renata. Begitu dekat.
"Aku bermalam di sini. Sudah lama aku tidak menginap di Villa. Ternyata aku sangat merindukan suasana disini", ucap Matteo dengan suara khasnya.
"Kau kenapa tidak rebahan di kamar mu? Di sini sangat dingin, Rena".
"Di sini memang sangat indah, suasana nya, panorama nya pasti membuat siapapun akan merindukan nya", jawab Renata absurd.
Matteo menolehkan wajahnya menatap lembut wajah gadis di sampingnya yang terlihat lebih segar dari saat siang tadi. "Aku semakin merindukan tempat ini sekarang, karena ada kau di sini, Rena", ucap Matteo sambil menatap Renata yang terlihat gelagapan karenanya.
"T-uan.. sebaiknya saya masuk, sekarang sudah semakin malam udaranya tidak baik untuk ku dan ANAKKU", jawab Renata spontan hendak beranjak.
Tapii...
Tangan Matteo menahannya. Jemari tangan kokoh itu mengusap lembut wajah Renata dan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Renata yang terdiam tak berkutik. Bahkan kedua netra Renata membulat sempurna. Kemudian terpejam.
__ADS_1
Perlahan Matteo mencium lembut bibir Renata yang terasa sangat dingin. Tindakan Matteo tentu saja mengejutkan Renata bahkan mulutnya masih terbuka karena kaget. Ternyata itu kesempatan bagi Matteo untuk leluasa melahap bibir ranum gadis itu. Ciuman Matteo semakin intens dan dalam membuat Renata sulit menghirup oksigen di sekitar mereka.
Suasana sepi dan temaram ditepian danau menambah suasana romantis di sekitar keduanya.
Bermula hanya ciuman ringan, berganti dengan lu*atan bergairah. Bahkan lidah Matteo menjelajahi rongga mulut Renata.
Tubuh Renata bergidik. Mungkin terbawa suasana kesepian yang di rasakan nya beberapa saat yang lalu, di tambah udara dingin di sekitar membuat gadis itu tidak bisa berpikir jernih. Bahkan akal sehatnya entah pergi kemana ketika Renata malah sangat menikmati dan menerima sentuhan Matteo padanya.
Jemari tangan Renata meremas sweater rajut yang membalut tubuh atletis Matteo.
Cukup lama Matteo menjelajahi bibir ranum Renata. Laki-laki itu tidak menghentikan ciumannya meskipun Renata tidak membalasnya.
Sesaat Matteo menghentikan ciumannya. dan menempelkan keningnya dengan kening Renata yang masih tak berani membuka matanya bertemu pandang dengan manik abu-abu Matteo.
Perlahan jemari Matteo mengusap lembut bibir Renata yang terlihat bengkak ulahnya.
"Sepertinya aku menginginkan mu lebih Renata! Lebih dari ibu pengganti, Rena. Aku menginginkan mu lebih dari itu...", bisik Matteo dengan suara berat tepat di depan bibir Renata.
...***...
To be continue
__ADS_1