THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
AKU AKAN SELALU ADA UNTUK MU KELLY


__ADS_3

Sekarang aku harus bagaimana Dominic...?"


Kelly bertanya dengan bibir bergetar.


Dominic menarik tubuh Kelly dan mendekapnya erat. Tidak pernah terpikirkan olehnya penderitaan yang dialami Kelly selama ini sangat lah berat. Dan ia menanggungnya sendirian.


Dominic tidak menyangka Kelly adalah putri Felix, laki-laki yang sangat dihormatinya di bidang hukum. Felix juga banyak membimbingnya saat mendapatkan berbagai kasus yang di tanganinya. Bisa dikatakan Felix adalah guru bagi Dominic. Mereka sangat dekat. Felix adalah teman ayahnya.


"Aku tidak menyangka kau putri paman Felix. Dan aku tidak menyangka paman Felix begitu tega kepada mu, darah dagingnya sendiri", ucap Dominic mengusap lembut punggung Kelly.


Kelly mengangkat wajahnya menatap Dominic. "Kau mengenal papa juga?"


"Iya. Kami sangat dekat. Paman Felix teman ayah ku. Ia adalah guru bagi ku di dunia yang ku geluti saat ini", ucap Dominic menatap Kelly.


"Karena kedekatan itulah orang tua ku menjodohkan aku dan Diane. Sudah sejak pertama bertemu, Diane menyukai ku bahkan ia terang-terangan mengajak ku menikah. Tapi aku tidak menyukai gadis itu. Aku hanya menganggapnya adik saja. Aku tak bereaksi berlebih walau gadis itu membuatku sangat muak karena aku menghormati paman Felix", ucap Dominic.


Kelly masih menatap Dominic dengan mata yang sudah memerah. "Sekarang bagaimana, apa yang harus kita lakukan Domi? Lory dan Diane pasti semakin membenci aku. Juga papa, Ia pasti tidak akan membela ku. Papa lebih menyayangi Diane walau ia bukan darah dagingnya. Semua orang pasti semakin menyudutkan aku", lirih Kelly terisak.

__ADS_1


Dominic mendekapnya erat. "Tenanglah aku akan selalu ada untukmu. Aku segera bicara ada papa mu. Apa kau mau kita berdua bicara padanya, hem?"


Cepat-cepat Kelly menggelengkan kepalanya, tanpa bersuara. Yang terdengar hanya isak tangisan saja.


"Baiklah, biar aku saja yang bicara padanya. Kebetulan sekali beberapa hari ke depan, kami akan menghadiri acara yang sama di kota ini. Apa paman tahu kau menetap di Toronto?"


"Aku tidak tahu. Sejak hari aku menemuinya itu, kami tidak pernah bertemu lagi. Papa benar-benar melupakan aku. Dan hati ku pun sudah mati rasa padanya. Aku melupakan kesedihan dengan bekerja dan belajar mewujudkan impian ku", ucap Kelly sambil mengusap air mata dengan punggung tangannya.


Tangan Dominic membingkai wajah Kelly yang terlihat memendam kesedihan teramat sangat. Ini pertama kali Dominic melihat gadis itu begitu rapuh. Selama ini ia mengenal Kelly sebagai gadis tangguh yang mandiri. Bahkan makan pun ia tidak mau Dominic yang menanggung nya. Selama mereka menjadi sepasang kekasih, Kelly menunjukkan dirinya gadis yang kuat. Yang pada akhirnya acap kali membuat Dominic merasa ia tidak dianggap oleh Kelly.


Sekarang Dominic tahu yang menyebabkan Kelly seperti itu, tak lain karena sikap ayah nya yang sangat disayangi Kelly lebih memilih keluarga barunya dan mengabaikan dirinya. Dominic paham bagaimana menyedihkan nya hidup kekasihnya itu. Sejak usia masih belia ia sudah menopang hidupnya sediri tanpa bantuan orang lain dengan bekerja dan belajar.


"Di balik keceriaan yang selalu kau tampakkan di hadapan semua orang ternyata kau menyimpan banyak kepedihan", ucap Dominic menatap lembut Kelly yang sudah nampak lebih tenang.


Kelly menghambur kepelukan Dominic, ia menyandarkan wajahnya ke dada bidang itu dan mengeratkan pelukannya.


"Sebenarnya aku sangat lelah Domi. Sangat lelah hingga titik nadir ku. Namun kita di pertemukan. Aku sangat bahagia, Domi. Semenjak bersama mu, aku merasakan ada tempat bersandar. Di saat teman-teman baik ku Renata dan Laura sudah menikah aku tidak merasa kesepian karena ada kau bersama ku. Aku mencintaimu", ucap Kelly pelan. Gadis itu semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Dominic mengecup lembut pucuk kepala Kelly, sejujurnya ia sangat bahagia mendengar pengakuan kekasihnya itu. Karena Kelly yang di kenalnya sangat cuek. Bahkan Dominic sering melancarkan protes padanya. Tapi sekarang Dominic tahu apa yang menyebabkan kekasihnya Kelly seperti itu.


"Aku juga mencintaimu. Sangat. Kau tidak perlu kuatir lagi sekarang, karena aku selalu untuk mu. Aku mendukungmu untuk menyelesaikan kuliah mu, kemudian kita harus merencanakan pernikahan kita. Aku ingin menjaga mu Kelly. Setelah menikah kau tidak akan kesepian lagi, kita akan selalu bersama. Kita akan menjadi keluarga yang sempurna saat kau melahirkan anak-anak kita nanti", ucap Dominic sambil mengusap lembut wajah kekasihnya itu.


"Domi.."


Tiba-tiba Kelly mengangkat wajahnya menatap Dominic yang juga menatapnya.


"Hem?"


"Bagaimana kalau kita bertunangan saja dulu?"


"Apa kau serius, dengan ucapan mu?", tanya Dominic untuk memastikan pendengarannya.


Dengan cepat Kelly menganggukkan kepalanya. "Iya Domi... tentu saja aku serius".


...***...

__ADS_1


To be continue


Mumpung hari Senin kirim VOTE ya 🙏


__ADS_2