THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
ROMA, ITALIA


__ADS_3

Roma, Italia


Sinar matahari pagi menerobos masuk lewat celah jendela kaca apartemen mewah di pusat kota Roma.


"Ahh.. tubuh ku rasanya seperti mau remuk saja", lirih Kelly. Matanya mengerjap menatap sekitar kamar. Terasa begitu asing baginya. Warna cat dinding serta semua yang ada di kamar itu begitu asing.


Sesaat Kelly mengingat. Ia memejamkan matanya setelah kesadarannya terkumpul. "Ahh ya ampun bagaimana aku bisa lupa, sekarang aku berada di Roma, berbulan madu.


"Uhh... Dominic benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, ia akan membuat ku hamil. Bahkan ia tidak memberi jeda waktu untuk membersihkan tubuhku kekamar mandi. Ia terus-menerus memintanya lagi dan lagi", batin Kelly mengingat percintaan ia dan Dominic semalaman.


Huhhh.. Kelly menatap kesamping nya. Tidak ada Dominic. Ia menarik napas panjang, mendudukkan tubuhnya. Kelly hendak beranjak bangun.


Ceklek


"Sayang kau sudah bangun?"


Dominic membawa nampan berisi makanan dan minuman. Kelly menelan salivanya ketika melihat suaminya itu tidak memakai baju. Tubuh maskulin terlihat jelas. Otot-otot tercetak sempurna. "Oh my God...Domi, kau benar-benar seksi", batin Kelly.


"Sayang, kau membawa apa?"


"Makan pagi kita, aku yakin kau pasti sangat kelaparan setelah bercinta dengan suami mu", goda Dominic membawa bedtroy ke atas tempat tidur.


Kelly mengurungkan niatnya bangkit untuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Dominic mengecup bibir Kelly. "Kau tidur sangat nyenyak seperti orang pingsan saja. Apa aku membuat mu sangat kelelahan, hem ?", bisiknya di telinga Kelly yang melebarkan matanya.


Uhhh..

__ADS_1


"Kau ini suka sekali memaksa. Akibat perbuatan mu aku kelelahan dan tertidur hingga siang begini. Kau bahkan tidak memberi ku jeda, Domi. Bagaimana aku akan hamil kalau kau tidak membiarkan aku istirahat", ketus Kelly menautkan kedua alisnya dengan muka cemberut dan mencebikkan bibirnya.


Dominic tertawa mendengar jawaban panjang lebar istrinya yang tersirat penuh protes. "Kan masih banyak waktu kita di sini. Anggap lah semalam kau memberikan bonus untuk suami mu".


"Kau terlalu pandai bicara, kau memang tidak salah pilih pekerjaan tuan Dominic Howard", jawab Kelly sambil menyesap coklat hangat yang di bawa suaminya.


"Sudah aku katakan, selama kita honeymoon aku akan membuatmu hamil, maka kita harus lebih intens lagi bercinta, sayang", jawab Dominic memasang wajah konyolnya sambil tersenyum penuh arti.


Melihat suaminya semakin menggodanya dengan tertawa-tawa seperti itu membuat Kelly semakin kesal. "Bicara pada mu, aku tidak akan menang. Lebih baik aku mandi sekarang, nanti saja aku sarapan", ucap Kelly sambil menarik selimut tebal menutupi tubuhnya yang masih telanjang.


"Kenapa harus kau tutupi, aku sudah sering melihatnya sayang", ucap Dominic semakin menjadi-jadi menggoda istrinya yang menghentakkan kakinya karena kesal menuju walk in closet dan kekamar mandi.


Sebelum masuk kekamar mandi, Kelly berteriak "Ternyata aku menikah dengan pria menyebalkan! Semoga anakku nanti tidak seperti ayahnya", teriak Kelly kesal sambil menutup pintu kamar mandi.


Dominic semakin tertawa, ia senang sekali melihat istrinya kesal begitu.


*


"HM, aku akan membuka mataku saat kau berikan ciuman mesra pada suami mu", ucap Dominic sambil membawa tangannya melingkar di pinggang Kelly yang saat ini terlihat sangat cantik dan segar memakai sweater berwarna krem. Cuaca saat ini memang sudah terasa sangat dingin. Meskipun belum turun salju. Sebelum mandi Dominic mengajak Kelly melihat wardrobe nya. Lagi-lagi suaminya membuat kejutan, pakaian Kelly sudah tersusun rapi di sana. "Bagaimana bisa, kata mu pakaian ku kau tinggalkan di Toronto?"


"Aku berubah pikiran. Karena tidak mungkin kan saat jalan-jalan istriku hanya memakai lingerie. Tentu saja tubuh mu hanya milik ku. Hanya aku yang boleh melihat mu telanjang dan menyentuhnya", ucap Dominic sambil mengecup leher Kelly.


Sekarang Kelly mendelikkan kedua matanya menatap lekat suaminya yang tak bosan-bosan mengganggu nya.


"Hentikan Domi...jangan menggodaku terus menerus sayang, karena perbuatan mu semalam saja tubuh ku masih terasa pegal-pegal semua", seru Kelly mencebikkan bibirnya.


"Kau tak bosan-bosan mengganggu ku. Bahkan kau membuat ku tidur tanpa menggunakan apapun. Ternyata pakaian ku ada semua di lemari mu...huhh, aku benar-benar menikahi laki-laki yang suka iseng seperti mu", ucap Kelly mengusap wajah tampan suaminya yang terlihat biasa-biasa saja.

__ADS_1


"Sedikit saja, seperti ini". Dominic menarik tengkuk istrinya, mencium bibir Kelly dengan penuh minat.


Kelly menutup rapat bibirnya, kali ini ia tidak memberikan izin Dominic bertindak lebih jauh. Karena ia sudah janji mengajak Kelly jalan-jalan. Kelly sangat tahu suaminya, jika dibiarkan pasti ia lupa dengan janjinya dan akan menghabiskan waktu seharian di kamar saja.


Namun bukan Dominic namanya jika tidak memiliki seribu akal. Laki-laki itu membawa jemari tangan menerobos masuk melalui bagian bawah sweater Kelly, jemari tangannya dengan leluasa meremas dan mencubit kedua puncak Kelly. Membuat pemiliknya melenguh dan membuka mulutnya dengan spontan.


Tentu saja hal itu tidak disia-siakan Dominic. Mulutnya kembali menjelajah hingga dalam dan membelit lidah istrinya. Senyum samar merekah di wajahnya.


Sementara tubuh Kelly kembali meremang akibat ciuman panas Dominic. Ia mengumpat dalam hati, kesal pada tubuhnya yang tidak bisa diajak kompromi selalu dengan mudah menerima sentuhan Dominic. Seketika hawa panas menguasai tubuh Kelly.


Dominic menghentikan permainannya, diwajahnya terlukis senyum kemenangan atas diri istrinya. "Aku akan bersiap sekarang. Aku akan mengajakmu mengunjungi tempat indah di Roma setelah ini", ucap Dominic sambil mengusap wajah Kelly yang masih berusaha menenangkan dirinya dari sentuhan Dominic beberapa saat yang lalu. Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya sambil mengeluarkan suara mendesis. Seakan tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, yang ada justru suara tercekat.


Saat suaminya sudah keluar kamar, Kelly malah mengumpati dirinya sendiri, "Aku tidak pernah bisa menolak Dominic. Ia benar-benar membuatku selalu menuruti kemauannya. Tubuh ini selalu mengkhianati ku", ucap Kelly kesal sendiri.


Beberapa menit kemudian..


"Kau sudah siap sayang? Ayo kita pergi", ucap Dominic sambil memeluk pinggang istrinya.


Kelly tersenyum, ia bahagia ternyata Dominic menepati janjinya. "Iya sayang...aku sudah siap dari tadi. Terimakasih karena kau menepati janjimu".


"Tentu saja. Tapi ini tidak gratis....pulang nanti aku akan menagih imbalannya", ucap Dominic sambil mengecup wajah istrinya yang lagi-lagi mencebikkan bibirnya dengan mata melotot sambil memukul lengan Dominic.


"Hari ini aku akan mengajak mu ke banyak tempat yang terkenal romantis di kota Roma, mulai museum, pertunjukan teater dan taman kota yang terdapat berbagai macam bunga-bunga yang melambangkan cinta. Tapi tentu saja semuanya tidak gratis sayang, aku sudah memberikan private guide gratis pada mu kan, setelahnya guide mu pasti kelelahan nah giliran mu yang memberikan servis adanya", bisik Dominic saat mereka di dalam mobil yang di kendarai sopir.


Mata Kelly membulat sempurna. "Iya..apapun yang kau inginkan tuan Dominic Howard...!"


...***...

__ADS_1


To be continue


Yuk mampir juga ke "PEMUAS RANJANG NONA MUDA"🙏


__ADS_2