
Rintik hujan mengguyur kota Toronto. Sinar matahari yang seharusnya tepat di atas, sama sekali tidak menampakkan sinarnya.
Terlihat mobil mewah jenis sedan berhenti di lobby kantor Dominic. Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik turun dari mobil itu. Ia tidak sendiri, tapi ditemani seorang gadis cantik dan seksi berambut pirang.
Melihat siapa yang datang, keamanan pun menyapa dan memberikan salam. Kedua wanita itu sama sekali tidak menggubris sapaan keamanan kantor Dominic. Mereka langsung masuk ke lift khusus, dan menekan angkatan dua puluh. lantai dimana Dominic bekerja.
*
Kelly membawa berkas yang diminta Dominic keruangan kekasihnya itu. Gadis bertubuh mungil itu baru saja keluar dari lift.
"Kelly, kau mau keruangan tuan Dominic?", tanya Joanna sekertaris Dominic dengan ramah.
"Iya Jo, apa tuan Dominic ada di ruangannya?"
"Tuan Dominic masih diruang konsultasi. Klien tuan Domi, seorang artis papan atas ingin menggugat suaminya. Bos kita akan semakin terkenal saja Kelly karena wajah tampannya sekarang wara-wiri di televisi", ucap Joana tersenyum.
Kelly hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Joanna. Ternyata sekertaris Dominic ini suka bergosip juga, batin Kelly.
"Joanna, apa putra ku ada di ruangannya?!"
Mendengar suara ketus wanita, yang sangat ia kenal membuat Joanna melonjak berdiri dari kursinya. "Nyonya Lily? Hm...tuan Dominic masih ada meeting, nyonya".
Kelly yang membelakangi wanita yang di panggil Lily itu, kaget. Seketika ia membalikkan badannya menghadap Lily. Namun manik hitamnya melebar melihat wanita di sampingnya.
Begitupun wanita cantik berambut pirang di sebelah Lily, melebarkan kedua matanya menatap tajam Kelly. Ia sama kagetnya seperti gadis itu.
"Kau...?"
"Diane...?"
"Kenapa kau ada di kantor Dominic?", tanya Diane benada sinis. Menatap tajam Kelly dari atas hingga bawah.
__ADS_1
"Diane sayang kau mengenal gadis ini?", tanya Lily.
"Iya. Gadis tidak berguna. Benalu sialan yang membuat hubungan mommy dan daddy hampir hancur beberapa tahun yang lalu", jawab Diane sarkas.
Kelly yang di pojokan seperti itu menghunuskan tatapan pada Diane dengan tangan terkepal.
Sementara Lily menatap Kelly. Seketika ia tidak menyukai gadis itu.
"Kenapa kau ada di kantor anak ku?", tanya Lily masih dengan sorot kebencian. Penjelasan Diane gadis yang disukainya cukup menjadi alasan kenapa ia tidak menyukai wanita seperti Kelly. Apalagi wanita seperti itu berada dekat-dekat anaknya.
"Hm...maaf nyonya Lily, Kelly karyawan di kantor ini", jawab Joanna menjelaskan.
"Ck. Bagaimana bisa dia kerja di kantor Dominic?"
"Tentu saja bisa karena aku yang memiliki kuasa!"
Suara berat tiba-tiba menyahut tepat di belakang Lily dan Diane.
"Dominic..."
Dominic menatap tidak suka dan melepaskan dengan kasar pelukan Diane. "Apa-apaan kau ini!", ketus nya tidak suka. Dominic menatap tajam wanita itu.
Kelly hanya menatap dalam diam apa yang di lakukan Diane pada Dominic.
"Kenapa mama ke kantor ku?"
"Sayang... Diane sudah tiba dari London seminggu yang lalu kenapa kau belum menemuinya?"
"Aku sibuk. Sebaiknya mama bawa Diane pergi sekarang!", ketus Dominic kesal sambil melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Diikuti Roland di belakangnya.
Tindakan Dominic itu membuat Lily kesal. "Kenapa ada wanita seperti ini di kantor mu, Domi?!"
__ADS_1
Dominic menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya lagi. Menatap mama nya. "Apa maksud mama?"
"Mama tidak suka jika kau bekerja dengan wanita tidak benar, Domi!", ketus Lily menatap dengan kebencian Kelly yang berdiri di samping meja Joanna.
Terlihat Dominic menghembuskan nafasnya. Laki-laki itu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana yang selalu menjadi kebiasaan nya.
"Dia benalu sialan Dominic. Ia hampir menghancurkan pernikahan orang tua ku", ucap Diane menambah penjelasan kebencian Lily pada Kelly.
"Apa maksudmu?", tanya Dominic menatap tajam Diane.
"Kau tahu betul, aku tidak seperti itu Diane. Aku hanya menuntut apa yang menjadi hak ku!!", seru Kelly dengan tegas. Tidak ada rasa takut ataupun gentar dalam ucapan nya.
"Kau masih berani berkilah juga?", ketus Diane kesal.
Dominic menatap Kelly. Begitupun Lily yang semakin tidak menyukai gadis itu.
"Saya mengantarkan berkas penting untuk tuan", jawab Kelly memberikan map berwarna coklat pada Dominic yang masih menatapnya.
"Saya permisi akan melanjutkan pekerjaan saya", ucap Kelly menatap Dominic sekilas. Kemudian ia membalikkan badannya menuju lift.
Di dalam lift Kelly mengusap wajahnya. Bagaimana bisa aku bertemu dengan Diane. Gadis itu masih saja angkuh seperti biasannya. Sekarang aku bertemu dengannya di kantor ini, dan ia mengenal Dominic?", ucap Kelly bertanya-tanya.
Kelly cepat-cepat keluar begitu pintu lift terbuka. Gadis itu langsung menuju ke ruangan nya.
"Apa yang kau lakukan diruang tuan Dominic, Kelly? Kenapa kau lama sekali mengantarkan berkas yang aku perintahkan?!", ketus Camel menatap tidak suka pada Kelly yang terlihat mengatur nafasnya. Kelly memejamkan matanya.
"Tuan Dominic sedang rapat dengan kliennya. Bukankah kau memintaku memberikan berkas itu ke tangan tuan Dominic langsung tadi? Sesuai perintah mu...Aku menunggu nya sampai selesai rapat dan memberikan berkas itu ke tangannya langsung...Nona Camel!!", jawab Kelly dengan tegas.
Tanpa permisi Kelly meninggalkan Camel yang menatapnya tidak percaya, Kelly berani menjawabnya dengan ketus seperti itu. "Berani sekali dia berbicara lancang kepada ku", ucap Camel kesal. "Awas saja kau Kelly, aku pastikan kau tidak akan lama bekerja di sini!"
...***...
__ADS_1
To be continue
Mumpung hari Senin, bagi VOTE ya untuk TFM 🤗