THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
MENYIAPKAN KEJUTAN UNTUK MATTEO


__ADS_3

Hari berganti hari, waktu pun terus bergulir.


Matteo sudah siap dengan pakaian kerja yang di siapkan Renata. Sekali lagi ia menelisik penampilannya di depan cermin kamar nya.


Laki-laki tampan itu membuka handle pintu tepat di depan kamarnya ada Zayn yang sedang di gendong baby sitter nya. Matteo tersenyum melihat putra tampannya sudah mandi. Saat melihat Matteo, Zayn tertawa ciri khas batita, sepertinya ia sangat mengenal daddy-nya di usianya yang sekarang sudah menginjak enam bulan.


Matteo mengangkat tubuh padat berisi Zayn. "Kau sangat tampan sekali dan tubuh mu semakin berat saja, ayo kita mencari mommy mu", ucap Matteo sambil menciumi wajah menggemaskan itu.


"Lihatlah itu mom".


Terlihat Renata sedang menuang minuman kedalam gelas. Tersenyum ketika melihat Matteo mengendong putra mereka. "Wah dua lelaki ku sangat tampan", ucap Renata menghampiri keduanya. Ia mengambil Zayn dari gendongan Matteo sementara Matteo mengecup lembut bibir Renata.


"Aku sudah menyiapkan sarapan kesukaan mu. Sebaiknya di makan sekarang nanti dingin", ucap Renata sambil memeluk pinggang suaminya dengan tangan kanan.


"Iya", jawab Matteo sambil mendudukkan tubuhnya di sambil istri dan anaknya.


Sesibuk apapun, Renata tetap mengatur menu sehat dan bergizi yang akan di makan Matteo. Sementara untuk putranya masih harus memakan makanan bayi yang lembut. Mengingat usia Zayn enam bulan.


Renata menginginkan yang terbaik untuk anak dan suaminya. Apalagi Matteo sangat sibuk dengan pekerjaannya.


Beruntung Sekarang sesibuk apapun pekerjaannya pukul lima sore ia sudah ada di mansion. Dan melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja. Yang paling penting ia bisa dekat terus dengan anak istrinya. Apalagi Renata dan Zayn acap kali menemaninya bekerja di ruangannya.


Saat melihat Renata dan Zayn seketika rasa lelah dan penat yang di rasakan Matteo hilang seketika.


Prinsip Matteo...ia tidak mau pergi kerja saat anaknya masih tidur dan pulang kerja saat anaknya sudah tidur pula. Ia ingin Zayn merasakan kehangatan keluarga sedari kecil dengan orang tua lengkap ayah ibu yang selalu ada bersamanya.


Setelah selesai sarapan Renata memanggil pengasuh putranya untuk membawa Zayn. Renata merapikan pakaian Matteo.


"Aku pergi dulu. Seperti biasa aku pulang sore setelah kembali dari pabrik, karena ada pekerjaan yang harus aku urus di pabrik kita", ucap Matteo mengecup lembut bibir Renata.


"Iya sayang. Semoga pekerjaan mu lancar dan hati-hatilah di perjalanan", ucap Renata memeluk lengan suaminya mengantar nya ke depan. Terlihat Arnold dan Evans sudah menunggu di samping mobil Matteo.


Matteo kembali mengecup wajah Renata sambil melambaikan tangannya. Renata pun membalasnya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Setelah mobil suaminya berlalu Renata kembali kedalam dan langsung naik kelantai atas melihat Zayn yang ternyata sudah tertidur di dalam box bayi. Renata tersenyum melihatnya. Putranya itu memang selalu tertidur saat perutnya sudah kenyang


Ia keluar kamar Zayn menuju kamar nya. Renata mengambil buku bacaan di dalam laci nakas. Kedua matanya melihat testpack di samping bukunya.


"Oh my God.... tanggal sekarang? Renata melihat almanak yang ada di atas nakas. 25? Kenapa aku bisa lalai begini. Aku sudah terlambat haid 20 hari!"


Renata segera mengambil testpack itu dan masuk ke kamar mandi. Ia tidak perduli sekarang sudah pukul berapa, tidak mengikuti anjuran yang tertera di bungkus alat itu. Untuk mendapatkan hasil yang akurat dilakukan saat urine pertama setelah bangun tidur di pagi hari. Tapi setidaknya sekarang ia mengetahui hasilnya.


Renata duduk di kursi kecil yang ada di kamar mandi menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas. Sejujurnya ia dan Matteo sangat menginginkan anak kedua mereka. Sel telur mereka berdua. Meskipun sudah rutin berhubungan in*im, dan Renata pun selalu rutin cek dengan testpack tapi hasilnya masih nihil, belum juga membuahkan hasil sesuai harapan keduanya.


Namun...


Sepertinya kali ini hasil yang berbeda. Kedua netra Renata mengerjap-ngerjap bahkan ia menggosok kedua matanya menatap tak percaya apa yang dilihatnya di alat testpack itu.


"Oh my God...benarkah ini?", ucapnya tak percaya.


"Aku hamil? Oh my God..."


Renata keluar kamar mandi dengan perasaan yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Perasaannya begitu bahagia. Matteo pasti sangat senang menerima kabar ini. Tetapi Renata memilih untuk memberikan kejutan ini pada Matte setelah suaminya pulang nanti sore saja.


"Mommy akan menjaga mu sayang, semoga kau sehat di dalam perut mommy. Daddy pasti sangat bahagia mendengar berita ini", ucap Renata tersenyum bahagia sambil mengusap perutnya.


*


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Renata berada di kamar bersama Zayn keduanya bermain di atas tempat tidur. Sedari tadi bersama.


Drt


Drt


Renata mengambil handphone miliknya di atas nakas dan tersenyum sumringah saat tertera nama suaminya di layar. Matteo melakukan panggilan video.


"Sayang kau sedang apa? Dimana putraku yang tampan?" tanya Matteo yang terlihat sedang berada di dalam mobil.

__ADS_1


Renata tersenyum manis. Ia mengarahkan handphone pada Zayn yang sedang bergerak ke sana kemari. Aktif seperti biasanya.


Renata memeluk Zayn. Keduanya terlentang sambil mengarahkan kamera ke wajah mereka "Zayn sedang bermain bersama mommy, daddy", ucap Renata tersenyum.


"Ah kalian berdua membuat daddy iri saja. Lihatlah daddy masih di jalan sekarang setelah dari pabrik. Sayang kemungkinan aku terlambat sampai di rumah. Tadi di pabrik banyak sekali yang harus di selesaikan. Tidak apa-apa kan? Kemungkinan senja baru sampai", ucap Matteo.


"Tentu saja sayang. Hati-hati di jalan. Aku dan Zayn akan menunggu mu", ucap Renata. Sementara Zayn tertawa mendengar suara ayahnya melalui handphone yang volumenya di besarkan Renata.


"Setelah kau pulang nanti, aku ada kejutan untuk mu", ucap Renata dengan wajah yang terlihat menggemaskan.


"Kejutan apa sayang? Kenapa tidak kau katakan saja sekarang, hem?", ucap Matteo penasaran.


"Pokoknya kejutan yang akan membuat mu bahagia sayang", balas Renata tertawa.


"Wah, ternyata kau main rahasiaan pada suami mu sendiri Renata. Kau semakin membuatku ingin cepat sampai saja di rumah sayang. Arnold percepat laju mobilnya. Aku ingin segera sampai di mansion". Terdengar perintah Matteo pada sopirnya.


*


Hari sudah senja Renata menunggu suaminya di ruang keluarga bersama putra kesayangannya Zayn. Ia sudah janji pada Matteo akan menunggu nya bersama Zayn.


Senja sudah berganti malam, sudah satu jam lebih waktu yang berlalu tetapi Matteo belum datang juga. "Uh ternyata daddy belum datang sayang", ucap Renata melihat Zayn yang sepertinya sudah mengantuk.


"Sekarang Zayn tidur di kamar ya. Mom akan menemanimu", ucap Renata memberikan putranya pada baby sitter.


Renata berdiri dari duduknya hendak masuk lift transparan yang ada di mansion itu.


"Nona Renata... di depan ada petugas kepolisian ingin menemui nona...


...***...


To be continue


Yuk baca juga karya Emily "PEMUAS RANJANG NONA MUDA"

__ADS_1


__ADS_2