
"Aku pastikan akan menikah dengan putri mu, paman. Tapi putri mu yang lainnya...!"
Suara Dominic mengagetkan semua yang ada di ruang tamu megah itu.
Semuanya melihat kearah Dominic. Kelima orang yang sedang berbincang dalam suasana bahagia itu seketika terdiam. Dominic tidak datang sendiri. Ia bersama Kelly.
Sementara Kelly tak kalah kagetnya saat melihat ternyata mansion orangtua Dominic ada Felix, Lory dan Diane juga. Tubuh Kelly sedikit gemetaran.
Beberapa saat yang lalu, Dominic dan Kelly sedang menikmati makan malam romantis setelah mereka bertunangan yang hanya mereka berdua saja yang tahu. Tiba-tiba Dominic mendapat telpon dari asisten ayahnya yang meminta Dominic untuk datang ke mansion orang tuanya sekarang juga.
Awalnya Kelly sempat menolak ketika Dominic mengajaknya. Kelly belum siap bertemu orangtua Dominic, ia masih teringat dengan wajah sinis mama Dominic saat bertemu dengannya siang tadi di kantor Dominic. Tapi Dominic bilang sekalian saja ia memberi tahu orangtuanya tentang pertunangan mereka. Dan akhirnya Kelly memberanikan dirinya untuk ikut bersama Dominic sekarang.
*
Semuanya melihat kearah Dominic. Tentunya tidak hanya melihat Dominic saja tetapi menatap Kelly juga dengan tatapan kaget. Raut kaget yang berbeda.
Felix benar-benar tidak bisa menutupi keterkejutannya saat melihat siapa yang bersama Dominic. "Kellya?", ucapnya pelan. Seketika raut muka Felix berubah sendu. Laki-laki itu terdiam sambil menyandarkan punggungnya. Ia menatap bagaimana Dominic menggenggam erat tangan putrinya.
Sementara Lory dan Diane seketika merubah posisi duduk mereka. Nampak jelas wajah tidak suka keduanya melihat pemandangan di depan mata. Diane dan Lory tak henti mengumpati Kelly yang berani-beraninya menampakkan dirinya seperti itu dihadapan mereka.
Lain halnya Lily dan Gerard.
Saat melihat putranya datang bersama Kelly, Lily masih memberikan tatapan sinis dan benci pada Kelly seperti waktu bertemu di kantor Dominic.
Sedangkan Gerard menatap Kelly dengan tatapan tak berkedip, ia terdiam di tempat duduknya sementara kedua matanya lekat memandang wajah Kelly. "Lorencia?", gumamnya.
Lily yang mendengar ucapan suaminya langsung menatap Gerard dengan tatapan tidak suka.
"Domi, apa maksud mu? Datang kemari bersama gadis ini?", ketus Lily tidak ramah.
Dominic mengajak Kelly duduk di tepat dihadapan orangtuanya dan di sisi kanan Felix. Dominic tersenyum mesra pada Kelly, ia terus menggenggam erat jemari tangan kekasihnya itu. Dominic ingin membuat Kelly tenang. Dan benar saja, tindakan Dominic itu ternyata ampuh, Kelly benar-benar merasa tenang saat semua mata tertuju kepada nya. Ia merasa biasa saja, tidak ada rasa takut lagi. Apalagi sebelum mereka sampai di mansion ini, Dominic memberikan penjelasan tentang orang tuanya.
"Seperti yang kalian liat. Aku datang bersama kekasih ku Kelly. Aku dan Kelly sudah menjadi kekasih sejak lima bulan yang lalu. Dan hari ini aku resmi melamarnya. Kami berencana menikah setelah Kelly wisuda nanti", ujar Dominic dengan pasti.
__ADS_1
Jawaban Dominic atas pertanyaan Lily tentu saja mengagetkan semua. Felix terlihat menganggukkan kepalanya sambil mengusap dagunya, sedangkan Lory dan Diane kaget bukan kepalang.
"Dominic, kau tidak bisa begitu. Kau sudah dijodohkan dengan ku. Aku yang akan menjadi istri mu", ucap Diane mengebu-gebu.
Dominic yang di tantang seperti itu, untuk pertama kalinya menghunuskan tatapan tajamnya seperti hendak menghujam jantung Diane yang semakin membuat nya muak.
"Sejak kapan aku menerima mu menjadi calon istri ku, Diane. Itu hanya keinginan mu saja. Aku memang lebih dulu bertemu dengan mu, tapi kita tidak di takdir kan bersama! Terima kenyataan itu, Diane!", ucap Dominic dengan tegas.
Terlihat Felix memijat keningnya. Sejenak ia berpikir dan menatap Kelly.
Sementara Gerard terlihat mengusap dagunya.
Lily dan Lory berdecak kesal mendengar jawaban ketus Dominic.
"Apa lebihnya gadis miskin ini di banding aku, Dominic. Ia hanya gadis rendahan tidak seperti aku", ucap Diane berseru.
Dominic yang duduk sambil menyilangkan kakinya sambil menyandarkan punggungnya, tersenyum mendengar perkataan Diane. "Kelebihan kekasih ku salah satunya, ia tidak akan pernah memandang orang lain lebih rendah di banding dirinya", jawab Dominic dengan santai nya. Dominic menarik jemari tangan Kelly. Membawa jemari lentik itu ke bibirnya. Mengecupnya dengan lembut.
Sontak tindakan Dominic itu kian memancing emosi Diane. "Kau akan menyesal DOMINIC! Dan kau...aku sangat membenci mu!!", teriak Diane menunjuk muka Kelly.
Tiba-tiba saja Diane menarik tangan Kelly. "Apa ini?", teriak nya menatap cincin emas putih bertabur berlian yang di melingkar di jari manis Kelly.
Cepat-cepat Kelly menarik tangannya dari genggaman tangan Diane.
"Dad?!"
Diane menatap Felix, seakan meminta bantuan.
Terlihat Felix menghembuskan nafasnya.
"Maafkan aku. Kali ini aku tidak bisa membantu mu".
Mendengar jawaban Felix membuat Lory bangkit berdiri. "Apa maksudmu Felix? Jadi sekarang kau lebih mendukung putri mu dan wanita gila itu, hah?"
__ADS_1
"Siapa yang kau bilang gila?", ketus Félix sudah terlihat kesal dengan sikap istrinya.
"Lorencia, siapa lagi", ketus Lory emosi.
"Mama ku tidak gila. Kau jangan mengada-ada. Kau yang membuat mama ku meninggal. Kau dan laki-laki inilah yang menyebabkan mama ku sakit. Kau wanita ular yang tidak memiliki hati!", balas Kelly dengan keras. Sudah sangat lama ia menunggu saat seperti ini menyampaikan uneg-unegnya. Ia tidak perduli jika orang tua Dominic membenci sikapnya. Bagi Kelly itu urusan belakangan yang paling penting saat ini perasaannya puas bisa menjawab hinaan Lory pada mamanya yang telah tiada.
"K-kau..."
Lory dan Diane tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Keduanya tidak menyangka sekarang Kelly sudah berani melawan mereka.
Dominic semakin menggengam erat tangan Kelly. Ia senang kekasih nya itu berani melawan dan menyampaikan pendapatnya di hadapan semua orang.
Sementara Gerard tersenyum melihat keberanian Kelly di saat tertindas gadis itu dengan cepat mempertahankan dirinya. "Gadis yang tangguh", batin Gerard.
Lily pun tidak bisa berkata-kata lagi. Namun hatinya sangat panas sampai ke ubun-ubun kepala nya.
Sebaiknya kalian pulang, aku masih ada urusan dengan Gerard dan Dominic", perintah Felix pada Lory dan Diane.
"Tidak. Kau pulang juga bersama kami, Felix!"
"Berhentilah melawan ku Lory. Atau kau akan menyesal", seru Felix dengan tegas. Sorot tajam menatap Lory.
"Huhh..Ayo kita pergi Diane. Biarkan daddy mu bersama putrinya yang menyedihkan ini".
"Tapii mom.... Dominic tidak boleh menikah dengan Kelly. Dia milik ku!", teriak Diane menjauh karena tangannya di tarik Lory cukup keras.
Setelah Lory dan Diane pergi, Lily pun lebih memilih masuk ke kamarnya. Kesal melihat Dominic lebih memilih Kelly di bandingkan Diane.
Lily terbayang beberapa tahun yang lalu, saat dirinya menemukan selembar foto di buku agenda suaminya. Ia sangat tahu siapa wanita itu. Lorencia. Lily tahu bahwa Gerard memendam perasaan mendalam pada Lorencia. Tetapi Lorencia lebih memilih Felix. Sebenarnya ketiganya berteman cukup baik. Hingga pertemanan mereka sempat renggang karena Felix menikung gadis yang di sukai Gerard. Yaitu Lorencia.
Tentu saja Lily tidak akan menyetujui pilihan Dominic. Ia tidak akan pernah mendukung keturunan Lorencia menjadi bagian keluarganya. Tidak akan pernah!!
...***...
__ADS_1
To be continue