
Hari berganti hari...
Sebulan telah berlalu...
Renata memeluk tubuh Sophia. Sementara Sophia mengusap lembut rambut putrinya yang terurai.
"Mama, akan selalu mendoakan mu, nak. Jaga diri mu di tempat yang baru. Jangan berubah, tetaplah menjadi Renata yang mama kenal. Putri cantik kesayangan mama", ucap Sophia mengusap lembut punggung Renata.
Gadis itu nampak terharu. Bahkan ia tak bisa berucap lagi. Hanya buliran bening yang mengalir sebagai jawaban Renata.
Hari ini Renata akan mulai menjalani perannya sebagai surrogate mother atau perannya sebagai ibu pengganti untuk Matteo dan Angelica.
Sejak lima hari yang lalu Evans asisten Matteo meminta Renata dan Sophia pindah ke apartemen milik Matteo, sesuai perintah bos nya itu.
Renata memberikan alasan kepada Sophia bahwa apartemen itu merupakan fasilitas yang ia dapatkan dari kantor karena jabatan Renata yang baru naik dua minggu yang lalu. Menjadi seorang manajer di salah satu cabang cafe milik Matteo yang berada di kota Victoria, British Columbia. Kota yang sangat jauh dari Toronto. Dan Sophia mengetahui bahwa mulai hari ini Renata akan pergi ke kota Victoria.
Mendengar kabar yang di sampaikan putri nya dua minggu yang lalu sambil memperlihatkan surat penugasan sebagai manajer, tentu saja membuat Sophia senang. Meskipun Renata di tempatkan jauh dari kota Toronto namun Sophia harus mengikhlaskan nya, karena Renata sudah terlalu banyak berkorban untuk menjaga, merawat, dan bekerja keras membiayai pengobatan nya selama ini. Sekarang sudah saat nya Renata menata hidupnya kembali dengan mendapatkan peluang dari atasannya menjadi seorang manajer.
"Nona Renata, sekarang sudah waktunya. Sebentar lagi pesawat anda akan terbang", ujar Evans yang berdiri di depan pintu apartemen milik Matteo yang beberapa hari lalu sudah di tempati Renata dan Sophia. Berserta seorang perawat dan asisten rumah tangga yang sudah di siapkan Matteo sesuai janjinya waktu penandatanganan kontrak dengan Renata tempo hari.
"Mama..", ucap Renata berat mengendurkan pelukannya.
__ADS_1
"Pergilah nak, raih lah impian mu", ucap Sophia dengan lembut dan mengusap air mata putrinya.
Renata menganggukkan kepalanya pelan, berusaha tegar dan membalikkan tubuhnya sambil melambaikan tangannya pada sang mama. Sophia menatap punggung putrinya hingga menjauh dan hilang dari pandangan matanya.
*
Renata terlihat duduk di ruangan sebuah klinik yang letaknya terpencil dan jauh dari pusat kota Toronto. Hari ini sudah di jadwal kan akan menjadikan nya sebagai surrogate mother. Sudah satu jam lebih Renata di minta bersiap karena rahimnya akan ditanam zygote hasil penyatuan atau pembuahan benih Matteo dan Angelica pada suatu cawan petri.
Renata terlihat gusar. Hati nya terasa begitu hampa seorang diri di tempat itu. Bahkan tidak ada seorang pun yang menemani nya di dalam ruangan itu. Tak ada Angelica maupun Matteo.
Semenjak mereka makan malam sekitar sebulan yang lalu Renata tidak pernah bertemu lagi dengan Matteo. Sejak hari itu semua hal menyangkut surrogate mother Evans lah yang mengurusnya. Menurut Evans, tuan Matteo sedang sibuk dengan pekerjaannya yang mengharuskan nya melakukan perjalanan ke luar negeri.
Renata memainkan kuku-kuku jemari-jemari tangannya. Gadis itu sudah menggunakan pakaian pasien berwarna biru duduk di atas ranjang pasien dengan kepala tertunduk.
"Nona Renata, apa nona sudah siap?"
Terlihat seorang dokter wanita masuk kedalam ruangan diikuti dua orang perawat di belakangnya membawa alat-alat yang dibutuhkan.
Renata terlihat memaksakan dirinya tersenyum. Dan menganggukkan kepalanya pelan. "Iya dok, saya sudah siap", jawab Renata. Ia ingin cepat-cepat selesai berurusan di klinik itu dan pulang ke rumah yang sudah disiapkan oleh Matteo dan Angelica selama Renata hamil anak mereka.
"Tenangkan diri nona. Rileks saja seperti biasa agar kondisi tubuh nona baik dan sel yang sudah di persiapkan itu bisa langsung tertanam di rahim nona Renata", ucap dokter tersenyum.
__ADS_1
Seorang perawat membantu Renata untuk rebahan.
"Dokter akan menggunakan alat suntik khusus untuk memasukkan sel telur yang sudah dibuahi ke dalam rahim nona", ucap seorang perawat.
Renata memejamkan kedua matanya saat dokter Regina dan tim nya sedang bekerja. Tidak butuh waktu yang lama untuk penyuntikan tersebut karena kondisi Renata sudak di cek sebelumnya dan dalam keadaan baik.
"Setelah sel telur sudah di masukkan kedalam rahim, nona Renata harus istirahat selama beberapa jam karena hal ini akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan prosedur", ujar dokter
"Iya dok", jawab Renata.
"Dok...apakah nona Angelica dan tuan Matteo sudah datang?", tanya Renata pelan.
Dokter Regina menatap perawat yang berdiri di samping Renata.
Dokter Regina menggelengkan kepalanya. "Tuan Matteo dan istrinya tidak bisa mendampingi anda karena keduanya sedang berada di luar kota. Yang akan memantau perkembangan anda tuan Evans", ucap dokter Regina.
Renata menelan salivanya. Ada perasaan sedih yang di rasakan nya. "Aku tetap akan mengandung anak mereka. Hanya sepuluh bulan. Setelah itu aku tidak ada hubungan apapun dengan mereka, aku juga tidak ada hutang budi apapun lagi pada tuan Matteo dan istrinya", batin Renata sambil menghela nafasnya.
...***...
To be continue
__ADS_1