THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
ZAYN'S BIRTHDAY


__ADS_3

Zayn terlihat sangat bergembira ketika meniup lilin pertamanya terpasang di kue ulang tahun yang menyerupai tokoh Marvel kesukaannya.


Matteo membantu putra kesayangannya itu meniup lilin pada kue ulang tahun.


Tepuk tangan dari orang-orang yang menyayangi Zayn menggema. Renata memeluk erat tubuh Zayn yang di gendong Matteo dan mencium lembut wajah tampan putranya itu. "Sayang selamat ulang tahun yang pertama. Mommy selalu menyayangi mu", ucap Renata yang di balas pelukan jemari mungil putranya di leher Renata.


Kemudian Matteo membawa Zayn menemui grandpa-gradma yang ia miliki di dunia ini. Thomas dan Zaneta memberikan ucapan dengan penuh kasih sayang pada cucu kesayangannya Zayn. Begitupun Sophia, dengan penuh kasih sayang juga mencium wajah tampan nan menggemaskan Zayn.


Kemudian Matteo membawa Zayn mendekati Harry dan Dorothy yang di undang Matteo dan Renata juga malam ini. Tentu saja Harry dan Dorothy sangat senang hadir di ulang tahun pertama cucu mereka. Secara pribadi Harry dan Dorothy menyampaikan permintaan maaf atas perbuatan Angelica pada mantan besannya Thomas dan Zaneta juga pada Renata dan Sophia. Tentu saja Renata dan Sophia menyambut baik keduanya.


Bagi Renata sekarang mereka adalah keluarga. Meskipun untuk Angelica, ia dan Matteo tetap akan berhati-hati jika suatu saat wanita itu keluar dari penjara. Karena waktu kurungannya hampir habis. Dan Angelica di kabarkan Dominic akan segera menghirup udara bebas.


*


"Kau semakin tampan saja Zayn. Paman menyayangi mu", ucap Dominic mendudukkan tubuh padat berisi Zayn di atas meja yang ada di taman mansion Matteo.


"Zayn...lihat paman Austin akan memberimu apa. Ini robot kesukaan mu yang paman pesan khusus", ujar Austin memberikan kotak berukuran besar pada Zayn yang terlihat sangat senang.


"Zayn harus ucap apa kalau di beri hadiah sayang?", tanya Renata membimbing dengan lembut putranya.


"Terimakasih paman D-ominic...paman A-ustin", ucap Zayn terbata-bata masih cadel dengan pengucapannya. Namun sudah jelas terdengar ia dalam pengucapannya menyebut sesuatu.


"Ahh Zayn, kamu sangat mengemaskan sekali sayang. Bibi Lau mau jika kau besar nanti berhubungan dengan Shawnita", Seloroh Laura di sambut tawa Renata dan Kelly sementara para suami mereka hanya menggelengkan kepala mendengar para istri-istrinya jika sudah berkumpul akan banyak sekali yang mereka bahas.


"Shawnita memiliki saingan jika anak kami perempuan juga", balas Kelly sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


"Tenang Kelly..sudah dipastikan anakku ada satu lagi laki-laki", seru Renata. Ketiganya tertawa melihat kekonyolan mereka. Sementara ketiga suami mereka menjauh. Sepertinya sedang berbincang-bincang serius sambil menikmati dessert.


"Kell...apa kau dan Dominic tidak mengetahui jenis kelamin anak kalian?", tanya Laura.


"Tidak. Kami ingin kejutan saja. Tapi sejak hamil aku sangat menyukai berdandan. Bahkan aku sangat menyukai membuat makanan di pantry. Aku juga menyukai aroma parfum beraroma bunga yang lembut", jawab Kelly merasa lucu melihat perubahan dalam dirinya selama hamil anak pertama nya. "Huhh... ternyata sebentar lagi anak kita lahir Rena. Beruntung nya aku bisa menyelesaikan kuliah meskipun hamil besar seperti ini. Aku beruntung memiliki suami di bidang yang sama sehingga ia banyak membantu ku", ucap Kelly yang baru mendapatkan gelar sarjana dua minggu yang lalu.


*


"Matteo... aku mendapatkan kabar dari penjara tempat Angelica di tahan, mantan istri mu itu bulan depan akan bebas bersyarat. Kau harus mengetahuinya, seperti kita tahu wanita itu sangat nekat", ujar Dominic sambil menyesap minumannya.


"Iya kau benar. Aku menerima orang tua nya bukan berarti Angelica berubah menjadi baik, karena mereka orang yang berbeda. Aku tahu Angelica wanita ambisius dan nekat. Mendapatkan hukuman penjara dua tahun tidak akan membuat wanita itu berubah. Apalagi ia tahu ada Zayn di antara kami. Tentu saja aku tidak akan membiarkan wanita itu menyakiti keluarga ku. Apalagi Renata sedang hamil". Tegas Matteo.


"Kau harus menambah penjagaan ketat di mansion mu ini Matteo", ujar Austin.


"Iya. Aku sendiri yang akan menentukan siapa orang-orang yang akan menjaga tempat tinggal ku. Aku tidak mau kecolongan seperti kemarin, salah satu penjaga berkhianat".


"Sayang...apa kita bisa pulang sekarang? Shawnita sudah tertidur pulas", ujar Laura menatap putrinya yang yang terlelap di kereta dorong miliknya. Laura menggendong putrinya. Bayi mungil itu sangat cantik.


"Baiklah. Aku dan Laura harus pulang sekarang. Boy paman pulang dulu ya. Lihatlah adik mu Shawnita tertidur sangat pulas", ucap Austin mencubit pipi menggemaskan Zayn.


Dominic dan Kelly pun pamit pulang juga ada Matteo dan Renata.


Zayn melambaikan tangannya pada semuanya. Anak itu sangat dekat dengan teman-teman orangtuanya.


*

__ADS_1


Renata memoleskan krim malam ke wajahnya. Krim itu sudah di izinkan dokter kandungan, dan di anggap aman di gunakan saat Renata hamil.


Sesaat kemudian Renata bergabung dengan suaminya di atas tempat tidur. "Sayang...kau belum tidur?"


"Aku membaca draft kerja sama yang di kirim Evans. Penandatanganan akan di mulai beberapa hari lagi", jawab Matteo sambil melepaskan kacamata bacanya dan iPad di atas nakas.


Matteo merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Jemari tangannya mengusap lembut perut Renata. Matteo tahu istrinya sudah tidak nyaman lagi tidurnya. Seringkali ke kamar mandi di waktu malam, Matteo setia menemaninya.


"Sayang apa yang kalian bicarakan tadi bersama Dominic dan Austin?"


"Dominic mengingatkan kita bahwa Angelica bulan depan keluar dari tahanan. Domi mengingatkan untuk menambah keamanan. Seperti kau tahu, wanita itu bisa sangat nekat, makanya aku akan mengetatkan penjagaan di rumah ini", jawab Matteo.


"Sayang...tapi bisa saja mantan istri mu telah berubah kan. Dua tahun itu waktu yang lama, mungkin Angelica sudah berubah dan menyadari kesalahannya. Kau tidak boleh menganggap orang jahat itu tidak bisa berubah, semuanya bisa saja berubah".


"Aku tahu. Tapi kau tidak mengenal wanita itu dengan baik Rena. Apa kau ingat perlakuan nya pada mama mu. Ia sudah tahu kan mama sudah tua dan sakit-sakitan. Tapi ia dengan tidak berperasaan menyakiti nya".


Renata terdiam mendengar perkataan suaminya yang mengingatkan nya pada penganiayaan yang dilakukan Angelica pada mamanya waktu itu.


"Serahkan semuanya pada ku. Aku hanya ingin melindungi keluarga ku. Aku bukan ingin membalas atau berbuat jahat pada Angelica, tapi aku ingin melindungi mu dan Zaynee. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada kalian, Rena. Apalagi kau sedang hamil anak-anak kita", ucap Matteo sambil mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Iya sayang. Aku mengerti".


Matteo tersenyum. "Aku sendiri akan memilih orang-orang yang akan menjaga mansion ini. Aku tidak mau kecolongan seperti kemarin salah satu Keamanan bekerjasama dengan orang luar menculik Zayn. Beruntung kemarin orang itu suruhan Harry. Bagaimana jika itu suruhan Lica. Bisa kau bayangkan apa yang akan terjadi..."


...***...

__ADS_1


To be continue


__ADS_2