THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
ANAK INI MILIK KITA


__ADS_3

"Sepertinya aku menginginkan mu lebih Renata! Lebih dari ibu pengganti, Rena. Aku menginginkan mu lebih dari itu...", bisik Matteo dengan suara berat tepat di depan bibir Renata.


Perlahan kedua mata Renata terbuka dengan pikiran berkecamuk. Dadanya bergemuruh kencang.


"Tidak mungkin terjadi, tuan. Kita dua orang yang berbeda. S-aya sadar posisi saya", ucap Renata dengan suara bergetar menahan kepedihan.


Seketika Matteo membingkai wajahnya. "Aku akan mengurus perceraian ku dengan Angelica. Sudah sejak lama hubungan kami tidak baik-baik saja. Sejak awal...cara ku memandang hakikat sebuah pernikahan dengan Angelica sudah berbeda".


"Tuan.. tak seharusnya mengucapkan kata perceraian. Setelah anak ini lahir kehidupan rumah tangga tuan Matteo dan nona Angelica akan semakin membaik. Yakinlah, anak ini akan membawa kebaikan kepada keluarga tuan. Kehadiran ku hanya sesaat saja di kehidupan tuan", ucap Renata menatap Matteo tanpa berjarak.


"Benar kata istri anda, setelah melahirkan sebaiknya saya pergi dan tak akan menampakkan diri dihadapan kalian, tuan", ucap Renata hendak bangkit dari tempat duduknya.


Namun lagi-lagi genggaman tangan Matteo di lengan Renata menghalanginya.


"Aku pastikan kau tidak akan kemana-mana, Rena! Setelah anak ku lahir, aku menginginkan anak-anak ku yang lainnya lahir dari rahim mu. Aku mencintai mu...Renata!"


Dengan wajah terkejut Renata menatap Matteo. Terlihat jelas keseriusan dari ucapan nya. "T-uan...


"Berhentilah memanggil ku seperti itu, Renata. Berapa kali sudah aku katakan pada mu", ketus Matteo terlihat kesal.


Menit berikutnya jemari tangan Matteo kembali membingkai wajah Renata yang terlihat memucat. "Aku sungguh-sungguh dengan ucapan ku. Aku mencintaimu Renata. Saat melihat mu untuk yang pertama kali kau berhasil membuat hati ku berdebar dan terus memikirkan mu. Aku datang ke cafe itu, semua akal-akalan ku saja agar bisa bertemu dengan mu dan menatap mu secara dekat", ujar Matteo berterus terang.

__ADS_1


Renata mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya. Mencerna semua penjelasan Matteo. Tubuhnya gemetaran sementara lidahnya begitu kelu. "T-idak mungkin tuan mencintai ku. Tuan sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak".


"Aku tahu. Tapi pernikahan seperti apa yang aku jalani jika aku kesepian dan tidak bahagia".


"Kita akan terus bersama. Setelah ini dan selamanya Rena", ucap Matteo meyakinkan sambil merengkuh tubuh Renata kedalam dekapannya. Bertubi-tubi Matteo mengecup lembut pucuk kepala Renata sambil mengusap punggung gadis itu.


Perasaan Renata seketika menghangat. Perlahan jemari tangannya melingkar memeluk pinggang Matteo. "Matteo.."


Ting...


Ting...


Matteo mengambil handphone miliknya dari saku celananya. Dan membuka e-mails yang sudah masuk.


"Ada apa?", tanya Renata menatap wajah Matteo yang terlihat geram.


Matteo tidak mau menutupi nya lagi. Ia berikan handphone nya pada Renata. Dengan tangan gemetaran Renata melihat satu persatu foto-foto yang dikirim melalui file tersebut.


Beberapa foto intim Angelica dengan pria yang terlihat masih sangat muda. Bahkan ada satu foto, Angelica bersama dua pria sekaligus. Pria-pria itu sepertinya seumuran masih sangat muda.


"Sejak sebulan yang lalu aku menyewa orang untuk mengikuti Angelica. Selama ini bisa di katakan aku menutup mata tentang kelakuannya di luaran sana. Karena sejak awal, aku memberikan kebebasan padanya. Silahkan berkegiatan dan berkarier, namun dengan aturan tidak ada perselingkuhan yang membuktikan berhubungan badan dengan siapapun".

__ADS_1


"Sepertinya Angelica sangat beruntung karena aku tidak tertarik untuk mengetahui apapun yang di lakukan nya di belakang ku selama ini. Tapi tidak untuk sekarang. Aku akan segera membuka kedoknya. Wanita itu tidak akan bisa lagi mengelak dengan semua bukti-bukti seperti ini", ucap Matteo.


Renata tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya diam duduk di samping Matteo.


Sementara Matteo menggenggam jemari tangan itu dan membawanya ke pahanya. "Aku mencintai Renata. Jangan pernah berpikir untuk pergi menjauh. Anak ini milik kita. Bukan milik Angelica. Aku tidak akan pernah menyerahkan darah dagingku pada pada wanita seperti itu. Bahkan ia tidak pernah perduli anak ini ada atau tiada di dunia ini", ucap Matteo sambil mengusap lembut perut Renata.


"Anak ini akan senang karena kaulah yang memberi nya hidup, wanita baik dan penyayang seperti diri mu, Rena", ujar Matteo mendekap erat tubuh Renata.


Kedua mata Renata memanas. Gadis itu membalas dekapan hangat Matteo sambil menyandarkan wajahnya pada dada bidang laki-laki itu.


"Tentu saja aku akan merawat anak ini semampu yang aku bisa. Aku akan menyayangi dan mencintainya sepenuh hatiku", ucap Renata sambil mengusap lembut perutnya.


Matteo menggenggam tangan itu dan bersamaan mengusap perut Renata yang masih nampak rata.


...***...


To be continue


TETAP DUKUNG TFM YA 🙏


BAB SELANJUTNYA SEMAKIN SERU, TENTUNYA MENUJU BAB KONFLIK ❤️

__ADS_1


BAGAIMANA REAKSI ANGELICA, MELIHAT KEDEKATAN MATTEO DAN RENATA? BACA DI BAB SELANJUTNYA YA🙏


__ADS_2