
"Lepaskan aku! Jangan pernah menyentuh ku, atau kalian akan membusuk di penjara! Aku pastikan kalian akan menyesal dilahirkan di dunia ini jika kalian menuruti perintah wanita gila itu!!", tegas Kelly. Gadis itu memberi peringatan pada enam laki-laki yang menatapnya dengan seringai serigala yang siap menerkam Kelly.
Detik berikutnya Kelly berdiri. Beruntung ikatan di kedua kakinya tidak terlalu kencang, sehingga ketika ia bergerak, tali itu semakin kendur.
Kelly berlari kearah pintu sambil berteriak-teriak meminta tolong. Namun sia-sia saja tidak ada yang datang menolong nya. "Ya Tuhan bantu aku, selamat kan aku dari orang orang-orang jahat ini", ucapnya dengan suara bergetar ketakutan.
"Lepaskan aku wanita gila!! Dasar ibu dan anak sama gilanya. Bodoh sekali papa ku mau menikahi mu", teriak Kelly sambil menendang pintu yang berdiri kokoh dihadapan nya.
Ucapan Kelly kali ini berhasil menyulut emosi dalam diri Lory. Perkataannya berhasil menyulut api dalam diri Lory.
Lory menghampiri Kelly dan menarik kuat lengan gadis itu. Lory melemparkannya ke sofa. Dengan keras wanita yang terlihat sangat glamor itu melempar tubuh Kelly dengan keras hingga terlentang di atas sofa berwarna hitam berukuran besar.
Kelly terlihat meringis kesakitan ketika punggungnya menyentuh sofa dengan keras.
Lory menatap nyalang Kelly. "Sejak pertama melihat mu, aku sangat membenci mu. Melebihi aku membenci Lorencia gila itu! Waktu ku habis terbuang untuk merebut hati Felix, karena laki-laki itu selalu ingat kepada mu, brengsek!"
"Kau harus menyesali keputusan mu menampakkan diri bersama Dominic malam itu, kau membuat Felix meninggalkan ku...Dasar anak tidak tahu di untung", hardik Lory sambil menjambak rambut Kelly dengan keras.
"Lepaskan aku!"
Kelly menendang paha Lory hingga tubuh wanita itu limbung dan terduduk di lantai.
"Akh..."
Cepat-cepat orang-orang Lory membantu wanita itu berdiri.
Sementara Diane, melihat perbuatan Kelly pada mamanya kembali melayangkan tamparan keras pada wajah Kelly. Kali ini Diane memukul Kelly dengan tangan terkepal membuat kepala Kelly membentur pintu kayu cukup keras.
"Kau masih punya nyali juga rupanya, hah!! Aku sangat membenci mu!", teriak Diane mencakar wajah Kelly. Seketika wajah mulus itu terluka memanjang dan berdarah.
__ADS_1
"Kita lihat apa Dominic masih mau menerima mu setelah ini!", Hardik Diane berdiri di hadapan Kelly.
"Lakukan sekarang juga. Kalian bebas bermain-main dengan wanita ini sepuasnya", teriak Diane sambil membantu Lory duduk di sofa.
"Setelah ini aku pastikan akan menyebar video mu dan enam pria ini. Aku pastikan kau memohon kepada ku! Kau akan menjadi wanita viral dan jadi tontonan banyak orang di luar sana", ujar Diane tertawa-tawa dengan Lory. Keduanya terlihat sangat bahagia sekali. Ibu dan anak itu tertawa penuh kemenangan.
"A-pa maksud mu", teriak Kelly mulai ketakutan. Perasaan cemas sudah menjalari seluruh tubuhnya.
"Kami ingin tubuh mu, nona. Kita akan bermain-main sepuasnya", ucap pria berwajah menyeramkan dan berbadan paling kekar seperti binaragawan.
"Apa kau masih perawan, nona? Saat kau naik ke mobil tadi aku tak henti memperhatikan wajah cantik mu itu", ujar sopir taksi yang membawa Kelly ketempat ini. Laki-laki itu menatap nyalang sekujur tubuh Kelly yang sudah gemetaran ketakutan. Tanpa terasa kristal bening sudah menyentuh wajah polos pucat pasi itu dengan sendirinya.
"Aku yang pertama akan mencicipi tubuh mu. Karena aku bos mereka. Setelah aku melahap tubuh mu, aku pastikan orang-orang ku juga mencicipi tubuh mu ini, nona cantik", ucap laki-laki yang perawakannya paling mengerikan dengan tanda luka di wajahnya.
"Cepat lakukan, jangan banyak bicara!", teriak Lory.
Kelly berdiri dengan tubuh semakin gemetaran, ketika melihat pria berambut panjang itu membuka semua kancing kemejanya. Laki-laki itu juga terlihat membuka sabuk dan resleting celana panjangnya.
"J-jangan kau lakukan itu, aku mohon. Kalau kau berani menyentuhku aku, kau akan membusuk di penjara! Ayah dan kekasih ku adalah pengacara handal. Kau pasti mati di penjara", ucap Kelly dengan suara bergetar ketakutan. Sementara kristal bening sudah membasahi wajah pucat yang semakin terlihat memutih itu. Bibirnya bergetar. Kelly benar-benar ketakutan. Untuk yang pertama kalinya ketakutan yang teramat sangat dirasakan nya. Saat kejamnya kehidupan yang ia alami tidak membuat perasaan nya setakut ini.
Brukkkk..
Tubuh Kelly didorong keras ke atas meja. Kelly merasakan sangat kesakitan. Belum sempat ia bergerak, tubuh pria berwajah codet itu menindih tubuh Kelly. Sekuat tenaga Kelly memberontak sambil berteriak sekuat tenaga. Kaki Kelly bergerak kencang menendang tubuh pria buas yang berada di atas tubuhnya. Sementara kedua tangan Kelly tidak bisa berbuat apa-apa karena terikat di belakang tubuhnya bahkan tangan Kelly terasa sangat sakit karena tertindih tubuh ia dan pria itu.
"K-kau bajingan! T-TOLONG! T-TOLONG! Lepaskan aku!", teriak Kelly memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan memberontak sekeras mungkin saat pria itu berusaha menciumnya dan membuka kancing kemeja kerja Kelly. Beruntung ia memakai setelan kerja celana panjang. Setidaknya masih menyulitkan untuk membukanya.
"Lepaskan aku!", teriak Kelly. Apapun dilakukannya untuk menyelamatkan dirinya. Kelly meludahi wajah pria itu. Dengan sisa tenaganya ia menendang kuat tubuh pria itu, membuatnya marah dan mencekik leher Kelly.
Kelly memberontak dengan sisa tenaganya. Sementara wajah nya sudah memerah menahan kesakitan.
__ADS_1
Terdengar tawa puas Lory dan Diane dari sofa tempat duduk keduanya.
"T-TOLONG LEPASKAN AKU!"
Pria kejam itu tidak menggubris permohonan Kelly di bawah tubuhnya yang semakin melemah tidak sekuat tadi.
"Berteriak lah sekuatnya. Tidak ada yang akan mendengar teriakan mu sayang. Ruangan ini kedap suara", ujar pria jahat itu dengan suara serak karena sudah diliputi gairah melihat Kelly tidak segarang tadi saat memberikan perlawanan.
Dengan sisa tenaga yang ada Kelly berusaha melepaskan diri dari cengkeraman laki-laki bejat itu. Namun lagi-lagi usahanya gagal, tenaga pria itu semakin kuat mencengkram leher Kelly. Bahkan laki-laki itu menciumi leher Kelly dengan buas. Dengan sisa tenaga yang ada Kelly menggerakkan wajahnya agar tidak tersentuh oleh laki-laki itu. Ternyata tindakan Kelly itu semakin menyulut emosi laki-laki itu.
"Brettt ..
Seringai jahat terlihat dari sudut bibir laki-laki kejam. Matanya tak berkedip menikmati pemandangan di depan nya.
Buliran-buliran bening menyentuh wajah Kelly. Kelly menangis meratapi nasibnya. Sangat menyedihkan.
"Dominic, maafkan aku.."
"Aku mencintaimu.."
Kelly merasakan tidak mampu melawan pria jahat itu. Tenaganya habis.
"T-olong aku..."
Mata Kelly terpejam, sementara tubuhnya terkulai lemah.
Seketika semuanya gelap...
...***...
__ADS_1