THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
HUKUMAN YANG DITERIMA LORY DAN DIANE.


__ADS_3

Matteo sedang bekerja di ruangannya. Ia nampak sibuk seperti biasanya. Ketika ada yang membuka pintu ruang kerjanya laki-laki itu tidak menggubrisnya.


"Huhh daddy tidak menerima kita sayang, sebaiknya kita pulang saja".


Matteo yang sedang fokus bekerja siang itu langsung menatap kearah pintu. Seketika wajahnya tersenyum melihat siapa yang mengunjunginya. Rasa penat yang dirasakannya hilang seketika. "Sayang..."


Matteo melepaskan kacamata bacanya dan berdiri dari tempat duduknya. Ia mengecup bibir Renata dan segera menggendong Zayn yang terlihat semakin menggemaskan saja.


Matteo mencium wajah berisi anaknya itu. "Kau semakin tampan saja. Daddy selalu merindukanmu".


"Dengan mommy tidak?", Seloroh Renata.


Matteo menolehkan wajahnya menatap istrinya. Dan me*umat bibir ranum Renata. "Tentu saja aku merindukanmu, apa lagi tubuh mu", bisik Matteo menggoda istrinya.


"Kami sehabis dari rumah mommy. Karena mommy dan daddy merindukan Zayn".


"Oh ya? Tentu saja grandma grandpa merindukanmu", ucap Matteo tak henti mencium wajah Zayn yang begitu menggemaskan. Wajah itu semakin berisi. Ia bayi yang sangat tampan memiliki mata biru seperti ayahnya. Namun wajahnya semakin mirip dengan Renata. Wanita yang mengandung dan merawatnya.

__ADS_1


*


Kelly dan Felix terlihat di dalam ruang sidang. Hari ini adalah putusan sidang Lory dan Diane akan di gelar.


Keduanya menyempatkan hadir. Sementara ke enam laki-laki yang menculik dan hendak menodai Kelly sudah di jatuhi hukuman berat masing-masing di diganjar sepuluh tahun penjara karena terbukti merencanakan, menculik dan menyakiti Kelly.


Sementara kedua dalang penculikan dan penganiayaan yang menyebabkan Felix dan Kelly terluka, Lory dan Diane. Saat ini belum di bawa masuk keruang persidangan.


Banyak kuli tinta yang meliput berita ini, karena Lory dan Diane di kenal banyak orang sebagai sosialita kelas atas layaknya seorang pesohor negeri.


Beberapa saat kemudian, nampak petugas membawa kedua terdakwa memasuki ruangan. Seketika wajah Lory dan Diane berubah ketika melihat kehadiran Felix dan Kelly di ruangan itu. Dengan sorot mata tajam dan emosi yang membuncah, keduanya menatap Kelly dengan amarah.


"Iya pa".


Persidangan baru saja di mulai, terlihat Dominic memaparkan hasil persidangan yang sudah dijalani beberapa waktu yang lalu. Dengan tegas dan lugas, Dominic menginginkan kedua terdakwa di hukum yang seberat-beratnya.


Sementara dari sebelah terdakwa, pengacaranya menginginkan Lory dan Diane di hukum ringan. Pengacara itu beralasan karena keduanya tidak pernah terlibat kasus hukum sebelumnya. Juga yang melakukan kejahatan adalah ke enam pria yang sudah di jatuhi hukuman.

__ADS_1


Pada akhirnya hakim lah yang memutuskan. Hakim sidang menyatakan Lory dan putrinya Diane bersalah. Mereka terbukti sebagai dalang dari kejadian. Hakim menjatuhkan 15 tahun penjara untuk Lory dan Diane. Mengingat keduanya telah merusak tatanan bernegara, melanggar norma-norma yang berlaku di negara mereka. Karena negara Kanada selama ini merupakan negara teraman di dunia. Bagi yang melanggarnya akan di kenakan hukuman yang seberat-beratnya.


Mendengar vonis hakim membuat Lory dan Diane berteriak histeris. Keduanya tidak menerima putusan itu.


"Kau ja*ang murahan. Aku sangat membenci mu. Aku akan membalas mu!", teriak Lory pada Kelly. Wanita itu mengeluarkan ancaman keras pada Kelly.


"Kau la*cur. Merebut calon suami ku. Seharusnya kau yang di tahan brengsek!!", teriak Diane dengan suara menggelegar memenuhi ruang sidang.


Tindakan keduanya sontak membuat para wartawan yang hadir mengabadikannya. Bagi mereka itu adalah berita penting dan hangat.


Beberapa kali hakim memukulkan palu, mengingatkan kedua terdakwa agar tenang. Atau bisa saja keduanya mendapatkan hukuman tambahan jika rusuh di dalam ruang sidang.


Kelly memeluk Felix. "Aku sangat puas pah, mereka sangat jahat dan menyakiti ku".


"Iya. Papa tahu. Sekarang kau bisa hidup tenang bersama suami mu", ucap Felix mengusap lembut punggung putrinya itu.


Kelly tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2