THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
PREPARE ZAYN'S BIRTHDAY PARTY


__ADS_3

Terlihat lima orang laki-laki sedang sibuk mempersiapkan pesta ulangtahun Zayn yang pertama.


Matteo dan Renata sengaja mengambil konsep taman dengan tema Marvel Avengers. Pahlawan membela kebenaran yang disuka putra mereka karena Zayn selalu antusias bermain dengan robot-robot yang menyerupai tokoh-tokoh Marvel.


Terlihat mobil yang berlogokan para karakter yang diminati anak-anak saat ini parkir di sisi tenda yang sudah menyerupai bangunan kastil mungil berwarna biru.


Matteo menggendong putra tampannya sambil memeluk pinggang Renata. Sesekali Matteo mengecup mesra wajah istrinya yang terlihat lebih berisi di usia kehamilannya tujuh bulan.


Renata mengusap lembut wajah Zayn. "Apa kau menyukainya sayang. Besok ulang tahun mu yang pertama".


"Iya mommy...aku senang. Ayo Zayn jawab mom", ucap Matteo sambil mengecup lembut wajah anak kesayangannya itu.


Zayn pun mengikuti meniru daddy-nya berbicara. Cukup jelas walaupun masih sangat cadel ciri khas batita yang baru bisa bicara. Zayn memang pertumbuhan nya lebih cepat berbicara di bandingkan berjalan. Sekarang ia baru bisa berdiri, sementara untuk berjalan Zayn bisa jika berpegangan. Kata dokter tumbuh kembang anak, Zayn anak yang normal dan tergolong cepat masa pertumbuhannya. Semua motorik nya bagus.


"Maaf nona, nona Laura menelpon anda", ucap salah satu pelayan memberikan handphone pada Renata.


Renata tersenyum. "Sayang aku mengangkat telepon Laura dulu ya di dalam".


"Iya.."


Tak lama giliran handphone Matteo yang berdering. Ia melihat layar handphone miliknya tertera nama salah satu rekan bisnisnya.


Matteo segera memanggil baby sitter Zayn agar menemani anaknya itu di taman sambil melihat orang-orang bekerja dari kejauhan. "Kau jaga putra ku, tetap di sini jangan terlalu dekat dengan para pekerja itu", perintah Matteo tegas pada pengasuh Zayn.


"Baik tuan", jawab gadis itu dengan sopan dan hormat sambil mendudukkan Zayn di dalam kereta dorong miliknya.


Matteo masuk ke ruang kerjanya. Pasti ada hal penting yang akan di bicarakan oleh rekan bisnisnya itu kepada nya.


*


"Zayn pasti lapar kan, sekarang waktunya memakan cemilan. Kakak ambil sebentar ya di dalam", ucap pengasuh nya berbicara pada anak majikannya itu.


Anak tampan itu pun menganggukkan kepalanya sambil memukul-mukul mainan di kereta dorongnya.

__ADS_1


"Kakak tidak akan lama hanya sebentar saja, mengambil makanan dan minuman untuk sayang", ucap gadis bernama Nina itu pun masuk kedalam rumah dengan setengah berlarian.


Tak selang berapa lama, Nina kembali keluar sambil membawa mangkok dan minuman untuk anak asuhnya Zayn. Kedua matanya terbelalak ketika tidak ada lagi Zayn di temani semula. Hanya ada kereta dorong yang kosong di sana.


Tiba-tiba perasaan gadis itu tidak enak dan panik. Ia menjerit sejadi-jadinya. Membuat seisi rumah keluar. Termasuk Renata yang sedang berbicara dengan Laura di telepon mau pun Matteo yang sedang berbicara di ruang kerjanya di lantai bawah. Ia mendengar orang-orang berlarian di luar ruang kerjanya itu, membuatnya segera memutuskan sambungan telepon rekan bisnis nya secara sepihak.


*


"Apa maksud mu, anak ku hilang?!", teriak Matteo dengan suara menggelegar. Sementara Renata terduduk di kursi taman menangis ketakutan membayangkan yang akan terjadi Zayn.


"Tuan...keamanan yang diperintahkan menjaga di halaman ini juga tidak ada. Sepertinya ia terlibat bersama para pekerja itu tuan. Keamanan mengizinkan mobil itu pergi karena mereka pikir itu orang dari event organizer birthday tuan muda Zayn yang sudah selesai melakukan pekerjaannya. Tanpa memeriksa keadaan di bagian belakang mobil karena mereka hanya melihat penumpang di bagian depan saja yang membuka kaca", ucap kepala keamanan di mansion Matteo tersebut.


"Kalau ada apa-apa dengan anak ku kalian semua akan aku jebloskan ke penjara karena lalai dalam bekerja. Dan kau, awas saja kalau terjadi apa-apa dengan Zayn, kau yang bertanggung jawab aku sudah mengingatkan mu, kenapa kau berani meninggalkan putra ku sendirian!", hardik Matteo pada Nina yang dianggapnya tidak becus menjaga putra kesayangannya.


Nina menangis menyesali kebodohannya. Karena Matteo memang sudah mengingatkan nya tadi. "M-aafkan saya T-uan", isaknya.


Matteo menghunuskan tatapan tajam pada gadis itu. "Simpan air mata mu itu!"


Terlihat Evans berjalan tergesa-gesa menghampiri bosnya itu. "Tuan... menurut pihak event organizer mereka belum mengirim kan orang mereka kemari. Orang-orang mereka baru akan kemari sore ini".


"Maaf tuan... mereka menunjukkan surat resmi, maka nya kami izinkan mereka masuk", ujar salah satu keamanan sambil memperlihatkan selembar kertas dengan logo, tanda tangan dan cap event organizer yang bekerjasama dengan Matteo dan Renata untuk acara ulangtahun Zayn besok.


Matteo melihat dengan teliti kertas itu. Sekilas tidak ada yang janggal. Segera konfirmasi dengan event organizer, kenapa orang-orang itu bisa memiliki cap resmi mereka seperti ini", perintah Matteo pada asistennya dengan sorot mata menajam membendung amarahnya.


"Periksa semua CCTV!"


"Perintahkan orang-orang kita sekarang juga menyisir jalanan, mobil itu pasti belum jauh".


Matteo melihat Renata yang sangat pucat. "Sayang, istirahat saja di kamar. Di luar tidak baik untuk mu. Anginnya cukup kencang".


"Aku ingin anak ku, Matte. Bagaimana kalau mereka tega m nyakitin anak kita yang belum bisa apa-apa", ucap Renata terisak menangis dalam pelukan suaminya.


"Tenangkan diri mu, ingat kehamilan mu, aku tidak mau kau dan anak yang sedang kau kandung kenapa-napa. Percayakan semuanya ada ku dan orang-orang ku. Aku pasti menemukan anak kita", tegas Matteo menenangkan istrinya.

__ADS_1


"Bibi bawa istri ku istri ku ke kamarnya. Temani Renata di kamarnya", perintah Matteo ada Myria yang sedang menenangkan Renata yang menangis tak henti.


Myria pun menuruti perkataan Matteo. Ia memegangi tubuh Renata masuk kedalam rumah.


"Temukan segera anak ku. Siapa pun pelakunya harus berhadapan langsung dengan ku!"


"Tuan... menurut pihak event organizer, kemungkinan ada yang memalsukan tanda tangan dan cap perusahaan mereka. Pemilik event organizer , sekarang sedang menuju kemari. Sementara orang-orang kita sudah menyusuri jalan yang kemungkinan di lalui mobil itu. Tapi belum terlihat sama sekali. Bisa jadi mereka berganti mobil", ujar Evans menjelaskan.


*


Pemilik event organizer memperhatikan rekaman CCTV dengan teliti di ruangan keamanan yang ada di mansion Matteo.


"Nona Aubree, bukankah itu Albert?", ucap salah satu anak buah Aubree pemilik event organizer yang di sewa Renata beberapa minggu yang lalu.


Aubree meminta agar layar di zoom. Nampak jelas wajah itulah yang memimpin para pekerja tadi. Semua orang membenarkan bahwa orang itulah yang bertanggungjawab atas pekerjaan.


"Tuan Matteo. Orang ini bernama Albert, tadinya memang orang kepercayaan saya, namun ia saya pecat beberapa waktu yang lalu karena menyelewengkan sejumlah dana perusahaan", ujar Aubree. Tentu saja ia akan membantu kliennya menemukan bajingan Albert.


Aubree memerintahkan asisten nya memberikan semua informasi tentang Albert pada Evans agar terlacak keberadaan nya saat ini. Termasuk semua keluarganya. Informasi lengkap tentang Albert sudah di kantongi Evans asisten Matteo.


Evans langsung bergerak cepat. Sesuai perintah bos-nya.


*


Sementara Renata masih menangis pilu di atas tempat tidur yang ada di kamar Zayn. Tak henti mulutnya mengeluarkan suara ratapan. "Zayn maafkan mommy nak. Tidak menjagamu dengan baik", lirih Renata sambil memeluk guling kesayangan anaknya.


"Nona...sebaiknya pejamkan mata nona. Nona Renata adalah ibu terbaik yang di miliki Zayn. Semoga Zayn baik-baik saja dan segera di temukan.


"Bagaimana jika mereka menyakiti anak ku. Bagaimana jika mereka tega pada anak kecil yang belum mengerti apa-apa bibi".


"Aku tidak akan sanggup melanjutkan hidup ku lagi jika terjadi sesuatu pada Zayn. Aku tidak sanggup..."


...***...

__ADS_1


Jika ada typo nanti author revisi ya🙏


__ADS_2