
Hari sudah menjelang senja, Kelly masih berkutat dengan pekerjaannya. Ia harus menyelesaikan pekerjaan sekarang juga. Karena besok ia harus menyelesaikan bab akhir skripsi nya.
"Ikut aku.."
Tiba-tiba Dominic menarik tangan Kelly.
Tentu saja Kelly kaget. "Aku harus menyelesaikan pekerjaan ini", ucapnya.
"Tinggalkan saja! Banyak orang lain yang bisa mengerjakan tugas mu itu", perintah Dominic dengan tegas. "Kau terlalu mengabaikan aku, Kelly. Ikut aku sekarang!".
Dominic menarik cukup keras tangan Kelly. Bahkan laki-laki itu tidak perduli berapa banyak pasang mata yang melihat perlakuannya pada Kelly seperti itu.
Saat di parkiran khusus dilantai yang sama Dominic masih menarik tangan Kelly.
"Berikan kunci mobil ku", perintah Dominic pada laki-laki yang biasa menjadi sopirnya.
Cepat-cepat laki-laki itu memberikan kunci mobil pada atasannya tersebut.
Sesaat di dalam mobil tidak ada yang memulai pembicaraan, Kelly hanya menatap keluar jendela mobil.
"Kenapa kau tidak mengindahkan ku. Sudah berapa kali aku meminta mu keruangan ku", ucap Dominic memulai pembicaraan.
Terdengar hembusan nafas Kelly. "Aku sibuk, aku harus menyelesaikan pekerjaan ku hari ini karena besok aku harus menyelesaikan skripsi bab terakhir", jawab Kelly memberikan penjelasan. Ia terlihat lesu.
"Apa hubunganmu dengan Diane?"
"Kau bisa tanyakan langsung padanya. Kalian akrab", jawab Kelly terlihat tidak bersemangat.
__ADS_1
Dominic mengusap dagunya. Sekilas ia menolehkan kepalanya menatap Kelly. "Aku ingin mendengarnya dari mu.
Bukan orang lain".
"Mama mu kau anggap orang lain? Dan...wanita yang sangat akrab pada mu bahkan memeluk mu dengan penuh perasaan itu kau anggap orang lain juga?"
"Hei hei...apa kau tidak melihat aku menolak Diane memelukku tadi? Jangan seperti anak kecil, Kelly".
"Anak kecil?"
"Iya. Anak kecil. Kau seperti nak kecil kalau menghadapi masalah", ketus Dominic.
Lagi-lagi Kelly menghembuskan nafasnya.
"Ada hubungan apa kau dan Diane, kenapa ia bilang kau benalu yang ingin menghancurkan pernikahan orang tuanya?"
"Ada apa sebenarnya?"
Dominic menepikan mobilnya. "Cerita kan pada ku yang sebenarnya. Aku tidak mau ada hal yang mengganjal di hatimu yang aku belum ketahui", ujar Dominic tegas.
Kelly mengalihkan perhatiannya keluar jendela. "Diane putri wanita yang saat ini menjadi istri ayah ku..."
"Demi Tuhan, aku sangat membenci jika harus mengingat semuanya. Aku benci harus menceritakan semuanya", ucap Kelly dengan suara bergetar menahan tangisannya.
Dominic merubah posisi duduknya. Ia memutar badannya menghadap Kelly. Dominic mengerutkan keningnya. Mencerna pengakuan Kelly barusan.
Jemari tangan Dominic menggenggam erat jemari tangan Kelly. "Cerita kan kepada ku semuanya. Kau tidak bisa memendam rasa sakit sendirian, Kelly. Berbagilah bersama ku", ucapnya dengan lembut memberikan ketenangan pada kekasih nya itu.
__ADS_1
"Mereka semuanya membuat hidup ku menderita Domi. Papa meninggalkan mama dan aku karena Lory. Saat perpisahan itu, papa sudah berjanji tetap bertanggung jawab pada ku tetapi beriring waktu janji tinggal lah janji. Papa lupa memiliki anak, ia bahagia dengan keluarga barunya sementara mama tak henti memeriksa kotak surat menantikan biaya tunjangan yang sudah papa janjikan untuk ku. Hingga mama meninggal dalam kepedihan, papa tidak melihatnya bahkan ia tidak datang menemui ku walau hanya untuk menenangkan ku sesaat saja".
Buliran-buliran bening akhirnya jatuh juga menyentuh wajah polos itu.
Dominic masih menggenggam erat jemari Kelly. Ia mendengarkan semua cerita kekasihnya itu sambil berpikir.
"Dua minggu kepergian mama, aku nekat menemui papa di mansion ia dan keluarga barunya di kota Vancouver. Harapan ku dengan aku menemui nya hati papa terbuka. Aku tidak menuntut ia merawat ku. Aku sudah mengerti kala itu usiaku sudah tujuh belas tahun".
"Awalnya papa menerima kedatangan ku dengan hangat. Bahkan ia sempat memeluk ku. Untuk sesaat membuat hatiku yang sedang berduka merasa tenang. Tapi... ternyata saat Lory mengetahui kedatangan ku membuat wanita itu marah. Ia dan Diane mengusir dan menghina ku dengan kata-kata kasar yang sangat menyakitkan".
"Papa hanya diam saja dengan perlakuan mereka pada ku. Dan aku memutuskan pergi dari rumah Mereka dalam keadaan hati hancur. Aku menangis sejadi-jadinya saat diluar rumah itu. Ternyata papa menyusul ku. Aku pikir papa datang meminta maaf atas perlakuan Lory dan putrinya. Aku pikir ia akan menenangkan perasaan ku. Tapi nyatanya aku salah. Papa memberikan cek dan meminta ku untuk tidak menemui nya lagi. Ia menekankan cek yang ia berikan itu adalah untuk yang terakhirnya pada ku", lirih Kelly sambil menyeka air matanya yang terus mengalir.
"Aku tidak mau menerima cek itu. Sejak saat itu aku tahu, perasaan mama sangat tertekan hingga ia depresi. Sebelum aku pergi, aku katakan pada papa.
“Papa jangan kuatir, aku tidak akan pernah mengganggu hidup mu yang sempurna dengan Lory dan Diane. Mulai hari ini kau tidak mempunyai tempat di hatiku. Kita tidak memiliki hubungan apapun lagi. Aku membenci mu...sangat membencimu!!”.
"Hari itu juga aku menetapkan hati melanjutkan sekolah dengan bekerja paruh waktu. Aku menjual rumah mama, dan memutuskan untuk meraih cita-cita ku di kota ini. Aku bertekad agar cita-cita ku tercapai dengan jerih payah ku sendiri. Aku bertekad menjadi sukses meskipun papa ku yang seorang pengacara terkenal itu tidak menganggap ku ada di hidupnya"
"Aku berharap suatu hari nanti aku akan melawan laki-laki itu di ruang persidangan. Itulah salah satu tujuan ku mengambil jurusan hukum", ucap Kelly dengan tegas.
Kelly menatap Dominic dengan wajah yang terlihat sedih.
"Aku tidak tahu bahwa kau dan Diane mengenal sangat baik. Ia juga sangat dekat dengan mama mu. Sekarang aku harus bagaimana Dominic...?"
...***...
To be continue
__ADS_1
Bagi VOTE ya 🙏