TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
Tiga Cahaya!


__ADS_3

Ibu suri meminta maaf kepada Azoya, karena tidak mempercayai Permaisuri anaknya tersebut.


Ibu suri merasa bersalah, karena telah berusaha mencarikan seorang selir untuk Arthur.


Azoya hanya tersenyum dan tidak mempermasalahkan lagi hal tersebut.


Baginya, kebahagiaannya saat ini adalah hal yang utama.


Mereka semua berpelukan, Kaisar Arlong dan pelayan kesetiaannya pun ikut bergabung.


Kaisar Gui dan Permaisuri sangat terkejut, ternyata Kaisar Arlong juga ada di sini.


Mereka bercengkrama, canda tawa menghiasi kebahagiaan keluarga tersebut.


Azoya dan Arthur saling berpandangan, Arthur mendekap pundak permaisurinya tersebut, dan Azoya menyandarkan kepalanya di dada Dewa Arthur.


Seraya tersenyum bahagia.


" Terimakasih.. Aku sangat bahagia " ujar Azoya terharu


Arthur mengecup puncak kepala Azoya.


Dan mengelus perut yang sudah semakin membesar tersebut.


"ah.. ke-kenapa perutku rasanya melilit sekali !" ringis Azoya spontan sembari mengelus perut bawahnya


Arthur mengerutkan keningnya, dan menopang tubuh Permaisurinya tersebut.


" Permaisuri apa baik-baik saja? " tanya Arthur sedikit cemas


" Ada apa nak? " ujar ibu suri melihat kecemasan di wajah anaknya dan juga Azoya.


" Pe-perutku sakit sekali rasanya. ." rintih Azoya.


" Apa sakitnya berlanjut? " tanya ibu suri


" i-iya ibuu..... ta-tapi tadi sa-sakitnya tidak seperti ini, a-aku pikir akan segera menghilang se-seperti tadi.... ... akhhhh..... " Azoya semakin meringis menggenggam erat pergelangan tangan suaminya itu.


" Segera persiapkan segalanya, istrimu akan melahirkan Arthur " teriak ibu suri


" Ba.. baik.. " ucap Arthur gelagapan. Di bantu dengan Yuri pelayan setianya, Para dayang Nirwana bergegas mempersiapkan tempat bersalin.


" Apa ini.. ?" ujar Ibu Suri bingung


" ini adalah tempat bersalin Dewi Zoya Yang mulia" ujar salah satu dayang tersebut menunduk, dayang yang bertugas membantu bersalin para Dewi.

__ADS_1


Sebuah tempat cawan besar, bertabur bunga surga warna warni.


" ini air suci yang mulia... yang akan membersihkan segala sesuatu yang bersifat negative, pada sang bayi yang akan di lahirkan" jelas Dayang tersebut.


Ibu suri tercengang, dirinya tak percaya jika di nirwana cara bersalin para Dewi seperti ini caranya.


Ibu suri terdiam, dan hanya mengamati.


Sementara itu, Azoya sudah berada di dalam rendaman air suci tersebut, dengan balutan kain putih.


Cawan besar tersebut adalah, cawan suci yang aliran air sucinya mengalir deras kedasar sungai di Nirwana...


Cawan itu, menghasilkan airnya sendiri. Di dalam sebuah lubang yang airnya mengalir tak akan ada habisnya.


Ibu suri dan anggota keluarga lainnya memperhatikan proses bersalin tersebut,


Posisi Azoya saat bersalin, hanya bisa terlihat oleh para dayang yang sedang ikut berendam, sementara anggota keluarga lainnya hanya bisa memperhatikan sebatas dada saja.


Beberapa saat telah berlalu, Azoya berjuang sekuat tenaga untuk mengelyarkan nyawa yang ada di dalam perutnya.


Seketika sebuah cahaya muncul, cahaya tersebut di tempatkan di sisi alas putih yang begitu empuk.


Dan beberapa cahaya lainnya ikut menyusul.


Ibu suri, dan para Kaisar terkejut, bagaimana mungkin sebuah cahaya yang keluar bukan lah seorang bayi.


Dan berpokus terhadap Dewi Zoya.


Arthur mendekat, dan menyemangati Permaisurinya tersebut.


Azoya melirik tiga cahaya yang ada di sampingnya, Azoya sendiri merasa syok dan bertanya-tanya, ada apa dengan anaknya, kemana bayinya, mengapa yang keluar adalah cahaya.


Seketika air mata beningnya mengalir, Azoya sangat takut, jika ia telah gagal melahirkan.


" Tenanglah Dewi... Cahaya ini adalah wujud dari bayi yang mulia Dewi sendiri..." jelas Dayang yang berpengalaman tersebut.


Azoya masih sangat kebingungan, begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.


Beberapa saat kemudian, Dewi Xia dan Raja Zhen hadir di dalam ruang bersalin.


Kaisar Gui, Kaisar Arlongz dan juga ibu suri menunduk hormat.


" Kami adalah, orang tua dari Dewi Zoya yang sebenarnya... dan kalian tidak harus begitu formal terhadap kami, kita adalah keluarga "ujar Dewi Xia lembut seraya tersenyum


Kaisar Arlong terkejut, tak menyangka dirinya bisa berpapasan langsung dengan orang tua asli dari Putri kesayangannya tersebut.

__ADS_1


Kaisar Arlong pun tersenyum membalas.


" Cahaya itu beberapa saat lagi akan berubah dengan sendirinya, menjadi sosok bayi yang kalian harapkan. " ujar Dewi Xia menjawab kecemasan semua orang.


Dan setelah selesai mengeluarkan tiga cahaya.


Tiba-tiba saja perut Azoya masih sangat terasa melilit.


Setelah beberapa saat, segumpal daging tak sengaja keluar dari dalam rahimnya.


Para Dayang tersebut terkejut, "maafkan saya yang mulia Dewi, Gumpalan daging ini adalah janin yang gagal berkembang. " jelas Dayang tersebut menunduk.


" A-apa..? bagaimana bisa? " ujar Azoya cemas.


" jika janin yang keluar dari seorang Dewi adalah cahaya, maka janin tersebut hidup. Tapi jika yang keluar gumpalan daging, proses perkembangan janin tersebut gagal" jelas dayang tersebut


Azoya menangisi kegagalannya itu, ia sangat putus asa karena telah kehilang satu janin berharganya.


Gumpalan daging tersebut di tempatkan di sisi lainnya. Di sebuah keranjang berhiaskan bunga.


Tanpa dayang itu ketahui, bahwa gumpalan daging tersebut sebenarnya berdetak.


.


_________


Saat ini Azoya telah di pindahkan .


Ketiga cahaya tersebut, di tempatkan di sebuah sisi tempat tidur bayinya.


Beberapa saat menunggu.


Cahaya tersebut, seketika berubah menjadi sosok ketiga bayi laki-laki yang sangat tampan dan sempurna, badannya putih brcahaya.


Azoya sangat terharu menyaksikan momen perubahan tersebut, begitu juga Arthur, dan Keluarga besar yang lainnya.


Ibu suri, dan Dewi Xia mendekat menghampiri ketiga bayi tampan tersebut.


Senyum merekah di wajah keduanya.


# Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE YA!


( Pangeran kecil udah lahir ya guys, kira2 kalian mau kasih nama apa nih untuk ketiga pangeran? )"


(maaf ya gk sempat aku edit lagi... maaf jika ada typo)

__ADS_1


_____


__ADS_2