TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : "Kau harus membayarnya"


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruangan.


Helios menatap lekat manik mata terkejut sang istri.


" Ada apa ?" tanyanya lembut.


Gween tak percaya, setelah apa yang di perbuatnya, Helios masih menyapanya lembut.


Gween sebenarnya takut, jika Helios akan marah.


" Tidak , aku hanya.." Gween bingung harus bicara apa, ia malu jika sedari tadi dirinya sedang mengamati wajah sang suami.


Helios tersenyum tipis, dan meraih tubuh Gween lalu merangkulnya masuk ke dalam pelukan.


Dengan cepat Gween langsung bersandar di balik dada sang suami.


" Ma-maafkan aku " cicit Gween pelan.


" Kenapa ?"


" Karena aku telah menghindari dirimu" Gween merasa sangat bersalah.


Helios mengangkat wajah sang istri dan memandangnya, ada sedikit air mata yang keluar di sudut matanya.


Membuat Helios tak tega,


" Jika istriku belum siap untuk itu, Aku tidak akan memaksa. Tapi kita adalah pasangan...


Kau tau, membicarakannya tentu tidaklah seburuk itu, aku pasti akan memahami kondisimu jika istriku belum siap, perbuatanmu yang melarikan diri dariku itu bukanlah perbuatan yang baik " nasehat Helios lembut.


Gween yang mendengar nasehat sang suami, semakin membuatnya malu, ia merasa bersalah.


Tanpa menunggu lama, Gween akhirnya menangis.


" Hiks..Hiks.. a-aku minta maaf. Hiks. .hiks " Gween langsung menghambur memeluk erat tubuh Helios sembari sesegukan, Helios tersenyum tipis memandangi wajah lucu sang istri, ia tak menyangka ternyata istrinya ini begitu menggemaskan.


" Aku mncintaimu, Gweenievere Zee " Helios mencium puncak kepala sang istri dengan lembut, dan memeluknya.


" Hiks..Hiks...A-aku juga mencintaimu Helios Hayden..."


Setelah beberapa saat, tangis Gween meredah.


Merekapun saling memandang.


Gween yang ragu, sembari menundukan kepalanya, dan menggigit bibirnya sendiri.


Kata-katanya sulit sekali terucap, membuatnya semakin malu untuk mengatakannya.


" Ada apa ?" Helios memandang wajah sang istri dengan sangat bingung.

__ADS_1


" A-aku... siap " cicitnya dan tak berani memandang wajah sang suami.


Helios yang melihat ekspresi menggemaskan dari istrinya itu, membuatnya tersenyum tipis.


Ia pun balik menggoda Gween.


" Siap? untuk apa ?" godanya kembali.


Gween kesal karena Helios tak mengerti maksudnya.


" Ah sudahlah,, " Karena malu untuk mengulang, membuat wajah Gween berpaling, dan hendak menghindar dari Helios.


Dengan cepat Helios langsung menangkap tubuh tersebut, dan mendekapnya.


Tangannya berusaha mengangkat perlahan dagu sang istri, kepala Gween sedikit mendongak.


" Apa kau ingin menghindar lagi ?" Helios menatap Gween tajam.


" A-aku..." Gween tak tau harus berbicara apa. Seakan isi kepalanya berhenti berpikir.


" Aku tidak...."


Ucapannya terputus, Helios langsung membopong tubuhnya dan berhasil membuat Gween sangat terkejut.


" Kau harus membayarnya pagi ini " bisik Helios pelan di telinga Gween.


Membuat wajah Gween memerah semerah tomat.


Tubuh Gween meremang. Entah kenapa Gween sangat gugub sekali.


Padahal dirinya sendiri sudah mengizinkan Helios untuk menyentuhnya.


" Apakah segugub itu ?" tatap Helios semakin mendekatkan wajahnya.


Gween pun mengangguk


Helios yang melihat ekspresi menggemaskan sang istri membuatnya tersenyum jahil.


" Bukankah ini yang kedua ?" bisiknya pelan.


Gween yang mendengar itu sangat malu,


Apanya yang kedua, bahkan yang pertamapun tidak lah segugub ini.


" Ha..ha.ha..." Helios merasa sangat lucu dengan perubahan wajah sang istri, dengan gemas ia pun langsung meraih wajah sang istri dan menciumnya.


Gween yang mendapatkan serangan dadakan langsung membulatkan mata.


Helios ******* bibirnya langsung, dan mencecappnya sangat dalam.

__ADS_1


Merekapun saling berciiuman, dan menikmati decapan tiap decapann dari mulut masing-masing.


Waktu pun mengalir, Gween yang telah terbuai dengan permainan lidah sang suaminya kini terbawa perasaan sehingga lupa akan kegugupannya.


Tanpa sadar, kini keduanya sudah tidak mengenakan pakaian satu sama lain.


Mereka berduapun kini hanyut dalam gairahh yang membuncah.


Setelah beberapa jam berlalu, aktivitas keduanya telah selesai, Gween begitu sangat kelelahan melayani nafsu sang suami yang begitu sangat besar.


Sehingga ia merasa tubuhnya kini seakan remuk dan sakit. Terutama bagian bawah intimnya yang terasa sangat perih , dan ada sensai terbakar di sana.


Gween melirik ke arah samping, melihat suaminya yang kelelahan dan memejamkan mata.


Gween tersenyum tipis sembari mengingat atas apa yang baru saja mereka lakukan.


Perlahan Helios kembali memulihkan kesadarannya, dan membuka mata.


Mata mereka kini bertemu pandang.


Wajah Gween kini merona.


Helios bangkit dari tidurnya, dan mendekap tubuh sang istrii dari belakang.


Kepalanya bersandar di pundak yang masih terekspos polos tanpa penutup, Helios pun mengecupnya perlahan.


" Terimakasih.." bisik Helios pelan .


Membuat Gween mengangguk.


Wajah mereka kini saling berhadapan.


Tanpa sadar, keduanya pun kembali hanyut dalam sebuah ciiuaman. Helios kembali melumatt bibir manis sang istri dengan penuh perasaan. Setelah beberapa saat ciiuman pun terlepas.


Helios menggendong tubuh sang istri untuk membawanya ke bak pemandian, Helios tentu tau sakit yang di rasakan Gween saat melayani nafsunya yang besar.


Merekapun kini membersihkan diri dan mandi bersama.


___


Setelah beberapa jam, Helios segera keluar meninggalkan Gween sendiri di kamar.


Setelah itu, seorang pelayan masuk ke dalam ruangannya, atas izin Helios yang telah melihat keberadaannya.


Helios mengerti, pelayan tersebut di utus oleh Dewi Zoya untuk menemani sang istri.


Dan kegiatanmya akan sangat terbantu atas kehadiran pelayan di sisinya.


Di dalam ruangan, Gween melirik pelayan kiriman orang tuanya itu.

__ADS_1


#Jangan lupa like,komen. dan vote


__ADS_2