TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : Episode 35 " Jepit rambut emas


__ADS_3

Pangeran Steven dan Pangeran Shiv berjalan sembari tersenyum menyapa semua orang.


" Sangat Tampan"


Ya keduanya begitu sangat tampan dan mempesona.


Sosok Steven bertubuh tegab dan berambut pirang yang mengikuti ras sang Ayah, menjadikannya laki-laki yang sangat cool dan tampan.


Begitu juga Shiv, Laki-laki berambut Hitam itu dominan mengikuti ras sang ibu, menjadikanya laki-laki yang manis, dan ramah, sehingga sangat mudah memikat hati siapa pun yang melihatnya.


Keduanya memasuki Aula Istana.


" Oh my god, Inikah sosok cucu yang sangat di rahasiakan Raja. Sumpah-sumpah, gue mau meleleh guys" histeris Grace yang sangat terpukau akan penampilan keduanya.


" Please, berisik banget sih" Kesal Yiren yang merasa terganggu dengan ke histerisan manusia di sampingnya.


" Apa sih, resek banget sih jadi orang"


" Gue gak resek yah, secara suara loh yang cempreng itu merusak pendengaran gendang telinga gue yang berharga ini asal lo tau !!" ucap Yiren sembari menunjuk-menunjuk


" Ngajak ribut yah ni anak" serga Grace tak terimah, akan tetapi tubuhnya di tahan oleh Viola dan Lydia yang pada saat ini berada di dekatnya.


" Grace, udah deh loh gak usah peduliin, mau kita di usir hanya karena loh berantem sama ni manusia gak penting" tegas Lydia merasa jengkel.


" Tapi dia..." (teputus)


" Stop ! Lo ngapain sih mending fokus aja dengan acaranya" sambung Viola yang ikut merasa jengekel.


Grace pun dengan wajah masamnya memberi tatapan maut kepada Yiren .


" Awas yah loh" ancamnya dalam hati.

__ADS_1


Yiren yang melihat itu, tersenyum sinis.


Garendra berbaur di antara para tamu undangan, ia sempat melirik ke arah sang tamu istimewa raja, yang salah satunya adalah Sang kakek, matanya jatuh menatap sang Kakek Admaja, yang berdiri tegab di samping Raja Juliyus, keduanya tampak sedang berbicang seakan sedang membahas sesuatu.


Setelah itu, tanpa sengaja kedua matanya bertemu tatap dengan sosok seorang wanita misterius, yang pada saat ini begitu sangat mencurigakan.


" Harry, awasi wanita itu" bisiknya sangat pelan.


Harry yang paham betul apa yang di maksud Garendra pun mengangguk


" Baik"


Ia pun perlahan mundur seakan hendak mengintai gerak-gerik wanita tersebut.


Di sadari keberadaannya di ketahui.


Sang Wanita langsung menghindar.


Akan tetapi secepat kilat Harry melangkah untuk berusaha mengejar wanita tersebut.


Sebuah pergelangan tangan berhasil di raih


"Siapa kau" tegas Harry mempertanyakan.


" Heh, ternyata pergerakanmu cepat juga anak muda" jawab wanita tersebut tersenyum sinis.


Pertarungan pun terjadi, keduanya berkelahi.


Wanita Misterius itu begitu pandai bela diri, sehingga membuat Harry sedikit kesulitan menjatuhkannya.


" Sial" keluhnya, Harry tak menyangka kekuatan wanita ini cukup tangguh juga.

__ADS_1


Ia akui, dadanya sedikit sakit menerima hentakan yang cukup keras dari serangan tangannya.


Sehingga sedikit darah mengalir di sudut wajahnya.


Wanita tersebut akhirnya lolos dan berhasil melarikan diri.


Tanpa di sadari, Harry segera mengambil benda yang sempat terjatuh dari tubuh wanita tersebut.


"Sebuah Jepit Emas"


__


" Maaf Tuan Muda, saya tidak berhasil menangkapnya, tapi saya telah menemukan ini" Harry diam-diam menyodorkan sebuah benda kecil di hadapan Garendra.


Garendra yang melihat itu ,langsung meraihnya.


" Jepit rambut ? Apa ini lelucon ?" tatapnya tajam.


" Maaf Tuan Muda, tapi itu terjatuh di tubuh wanita tersebut, dan juga wanita itu sepertinya bukan orang biasa, baru kali ini saya merasa kesulitan menjatuhkannya" Harry menunduk merasa bersalah sembari menjelaskan segalanya secara detail.


Garendra yang mendengar penjelasan tersebut mengerutkan keningnya.


Di sisi lain,


Plak...


Sebuah tamparan hangat melayang di wajah wanita misterius tersebut.


" Dasar tak berguna" tatapnya tajam.


Akan tetapi, wanita itu sedikitpun tak bergeming, ia meremas jari jemari tangannya.

__ADS_1


Air matanya sedikit menetes.


# Jangan lupa Like, Komen, dan Vote.


__ADS_2