
Hari ini adalah hari besar bagi Nirwana.
Atas penobatan Dewa Baru untuk Kerajaan Kegelapan.
Dimana, tugas pelindung dan pembrantas para iblis telah jatuh ketangan Helios.
Semua Dewa dan Dewi langit sangat antusias dan bersorak bahagia atas penobatan Dewa Baru tersebut.
Di Nirwana, sosok Helios manjadi sorotan.
Tidak hanya tampan, pesonanya mampu membuat para Dewi langit terhipnotis.
Sebagai Dewa Pemimpin , Helios telah memiliki karakter yang hampir sama menyerupai Dewa Arthur.
Sehingga, kehadiran dirinya di alam para Dewa, menjadi buah bibir. Dan pembicaraan hangat di kehidupan para Dewi.
Gween yang mengetahui popularitas Helios semakin meningkat pesat, membuatnya menggerutu.
" Cih.. Dasar Dewa genit, pasti iya sengaja menggoda para Dewi itu, sehingga mereka bisa tergila-gila... " Wajahnya tampak masam.
Tiba-tiba, kehadiran 3 Pangeran menghampiri dirinya.
Dewa Avery, Griffith, dan Edgar menyapanya.
__ADS_1
Gween tersentak atas kehadiran mereka.
" Kakak.."
" Ada apa denganmu, sepertinya sedang kesal " Avery merangkul pundaknya.
Sadar akan ekspresinya yang membuat curigaa, yang Gween tau, di antara mereka bertiga, hanya Averylah Dewa yang paling peka dengan perasaannya.
Gween sebisa mungkin harus sangat hati-hati, supaya tak terbaca iya sedang memikirkan apa
" Aku hanya sedang memikirkan saudaraku serta Ayah dan ibu yang ada di bumi. Entah mengapa ada rasa rindu..." ujar Gween berbohong, walau sebenarnya, itu juga termasuk. iya memang sedang sangat merindukan keluarganya yang ada di bumi.
Itu masuk dalam kategori jujur bukan, gumam Gween seraya memastikannya sendiri.
" Pangeran Griffith benar, Kapanpun kau ingin,,, Ada pintu Dimensi milik kakak pertama yang mampu menembus ruang dan waktu dengan sangat singkat" Ujar Pangeran Edgar seraya tersenyum, dan mengarahkan pandangannya ke arah Pangeran Avery, seakan memberi kode .
" Kau ini...." sentak Avery, " Pintu Dimensi itu tak bisa sembarang di lewati, Gween belum memiliki pelindung tubuh, sosok manusianya telah di hapus, perlu beberapa bulan untuk membuat pelindung tubuh tersebut supaya menyesuaikan dengan keadaan. Semua itu hanya Ayah Dewa yang bisa melakukannya" jelas Avery... dan di angguki setuju oleh Gween...
Gween sudah mengetahui hal itu.
Edgar hampir lupa, bagaimana bisa iya ceroboh menyarankan hal tersebut.
Bisa-bisa, tubuh Gween akan hancur dan lenyap selamanya jika iya memaksa.
__ADS_1
" Maafkan kakak, Adik ke empat... sungguh kakak lupa" Edgar menggaruk kepalanya sendiri merasa bersalah.
" Tidak apa-apa. . Hadirnya kalian disini juga sudah membuatku bahagia" Gween tersenyum kepada 3 saudara laki-lakinya itu, mereka pun akhirnya berbicara hal lainnya dna bersenda gurau
Di kajuhan, Helios yang saat ini sedang bersama Dewa Arthur dan para petinggi langit, tak sengaja melihat keberadaan Gween, yang sedang melewati kebersamaan dengan para ketiga Pangeran.
Saat melihat senyum manis Gween, itu telah berhasil membuat dirinya sendiri gagal fokus, dan tidak serius mendengarkan pembicaraan penting yang saat ini sedang berlangsung.
Arthur yang tak sengaja melihat itu. melemparkan tatapan tajamnya.
" Bocah tengil ini....." Geram Arthur kesal, bagaimana mungkin dirinya tidak kesal, sedari tadi mereka sedang mengadakan pembicaraan serius yang berhubungan dengannya sendiri, tapi orang bersangkutan malah melirik ke arah lain.
" Dewa, sepertinya kau harus mengesahkan hubungan mereka " bisik Leonard sedikit mentertawakan Arthur, yang ternyata bisa gelabakan dengan calon pilihannya sendiri.
Arthur pun memelototi Leonard
Apa katanya mengesahkan ?
Enak saja, anak ini belum lulus. Batin Arthur kesal.
Arthur harus menguji Helios sekali lagi .
"Hem... Kau harus merasakan ini terlebih dahulu" Gumam Arthur licik, serata merencanakan sesuatu .
__ADS_1
# Jangan lupa ,like, coment dan vote