
MAAF !!
Sebelumnya aku merasa gak semangat akhir akhir ini, untuk up double. Di karenakan , ada yang bilang kalo novel yang Aku buat, mirip banget dengan novel orang lain.
MOHON UNTUK KALIAN , JIKA MERASA NOVEL INI SAMA DENGAN JALAN CERITA NOVEL LAIN. SILAHKAN KALIAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR, JUDUL NOVEL TERSEBUT !
JUJUR, SAKIT BANGET RASANYA KALO NOVEL HASIL KARYA SENDIRI DI SAMAKAN BEGITU !
Padahal Novel yang saya buat hasil imajinasi saya sendiri. Saya suka sedih jika karya saya di bandingkan dengan beberapa novel lainnya. Karena jujur, nyari ide untuk di tumpahkan dan menjadi serangkaian cerita itu gang gampang, jadi mohon maaf apa bila ada kesamaan. Karena saya sendiri sebagai Author murni merangkai dengan hasil pikiran saya sendiri, tidak pernah ada unsur untuk mencuri cerita dari karya orang lain.
SEKALI LAGI SEBELUM LANJUT BACA !
Berkomentarlah yang bijak, dan ikut sertakan judul cerita yang mengandung unsur kesamaan . Jika karya yang saya buat memiliki kesamaan dengan cerita orang lain .
TERIMAKASIH !!
.
.............
Azoya melirik Telur Emas tersebut.
Tiba tiba saja, Telur Emas itu mulai bergerak dan sesaat berhenti. Sehingga Azoya pun mulai menelisik jika telur tersebut telah menggelinding dari tempat yang semestinya.
Bola matanya kini menyapu sudut sudut Goa. Dan benar saja, terdapat tumpukan jerami besar di dalam Goa tersebut, yang tertutup batu batu Goa.
" hmm... Sebenarnya Telur Apa ini ?" tanya Azoya bingung.
" Sepertinya itu Telur Emas pusaka ! Seperti yang di ketahui , Telur Emas pusaka itu telah di segel dengan kekuatan Sihir Es oleh Seseorang." ujar Sun menjelaskan.
" Segel Es ? Kenapa seseorang menyegel Telur Emas ini ? " gumam Azoya pelan.
Dengan perlahan Azoya berjongkok, dan meraih Telur Emas tersebut dan mendekapnnya.
" Sangat Dingin. " gumam Azoya dalam hati
"Apakah sebuah telur mampu bertahan dalam kondisi dingin ya Nona? Bukankan Telur membutuhkan kehangatan ?" ujar Yuri bingung.
" Telur tersebut, Telur Pusaka ! Tentu Telur itu bisa bertahan, meskin ratusan bahkana ribuan tahun lamanya, Sebuah Segel hanya mengunci pertahannanya untuk menetas, dan Telur tersebut sedang berusaha menetaskan diri dengan cara membenturkan tubuhnya ke dinding berbatu, bahkan menggelinding. Tidak heran jika Telur itu terjatuh tadi. Karena Telur itu memiliki pikirannya sendiri !" ujar Sun menjelaskan
" Pikiran ? Hmm berarti Telur Emas ini sedang berusaha untuk bertahan hidup " Azoya menatap intens Telur Tersebut.
Tiba tiba saja, munculah cahaya berkilauan di sekitar Telur Emas tersebut.
Azoya yang terkejut meletakkan telur itu di tampat yang semestinya, di sebuah tumpukan jerami.
Langkah kakinya perlahan mundur melihat reaksi dari Telur Emas tersebut.
*swiing swiing
Angin berhembus masuk ke dalam Goa
Daun daun berterbangan.
" Azoya , kalung mu bercahaya " Ujar Sun menunjuk ke arah leher yang terdapat Liontin Permata dari Dewi Xia.
Netra matanya kini perlahan melirik sebuah kalung yang saat ini sedang memancarkan cahaya biru*.
__ADS_1
" Kenpa Kalung dari Dewi Xia ini bersinar ?" lirih Azoya pelan.
Azoya perlahan melepas Liontin Permata yang berada di lehernya.
Matanya kini menatap Telur Emas yang merespon cahaya dari Liontin Permata yang memancarkan cahaya biru.
" Apakah Telur Emas ini ada hubungannya dengan liontin Yang di berikan ibu Dewi kepadaku ?"
Azoya terus memperhatikan Reaksi dari Telur tersebut
" Sepertinya, Liontin Permata adalah kunci dari segelnya " Jelas Sea yang mulai memeperhatikan keadaan, saat sebelumnya hanya diam .
" Mungkinkah,,,, ?" Azoya mulai berpikir.
" hmm baiklah "
Azoya meletakkan Liontin Permata itu di atas Telur Emas tersebut.
Seperti dugaannya, Telur Emas itu pun merespon.
Kilauan Cahaya Emas bersinar terang,
Telur tersebut berputar,
Azoya menatap tak percaya, begitupun dengan ketiga orang yang saat ini menutup mata mereka karena pancaran sinar terlalu menyilaukan.
**Kreakkk.. kreakkkk
Suara retakan pun terdengar**.
" Telur Emas nya menetas Nona ?" ujar Yuri terkejut
Terlihat retakan retakan di sekeliling Telur Emas itu,
Kreakk,,,,
Salah satu kaki mungil keluar dari dalam cangkang, dan Kaki satunya lagipun muncul.
Tampak sebuah Kaki hewan yang sangat lucu, Azoya yang penasaran jenis Hewan apa itu, membantu untuk melepas cangkangnya.
CIITTTT... CITTT
Suara khas pun terdengarr,
Cangkangnya kini berhasil terlepas keseluruhan.
Menampilkan sosok bayi burung, ber sayap Emas, dengan mata yang tajam, paruh yang besar, dan cengkraman kaki yang kuat.
Hewan itu menatap kedua manik mata Azoya sambil memiringkan kepala.
Azoya yang seolah mengerti dengan tatapan mata itu, mengelus puncak kepalanya.
" Wahh,,, Burungnya cantik sekali, !" ujar Yuri terpesona
" Burung Garuda Emas !"
Azoya pernah melihat sejenis burung Garuda di sebuah buku mitologi kuno.
__ADS_1
Entah mengapa , bayi Burung Garuda yang satu ini memiliki tubuh yang berbeda.
Sun mendekat, dan menatap burung tersebut.
" Burung Garuda Emas termasuk burung pusaka yang sangat langka di zaman ini. Burung ini telah tersegel cukup lama , Azoya, dalam dirmu bukanlah orang biasa, ada sebuah rahasia besar yang tersembunyi. Segel Es terhubung dengan Lionti Permata itu. Dan sama seperti kami, terhubung dengan mu, jadi Garuda ini telah menemukan Tuannya, Kau lah Tuannya." jelas Sun
Azoya memakai kembali Lionti Permatanya.
Dan di liriknya puncak kepala Garuda itu, yang juga memiliki simbol permata yang sama dari liontin miliknya.
" Aku akan membawanya ke dalam Kalung dimensi, tubuhnya sangat lemah karena tersegel cukup lama di dalam cangkang "
Azoyapun menyerap burung garuda itu, dan memasukannya ke dalam Kalung dimensi...
Sun yang mengerti , menemani Bayi Burung Garuda emas itu masuk ke dalam Kalung Dimensi .
Sementara itu, Azoya bergegas keluar dari dalam Goa tersebut, karena di yakini olehnya, bahwa sebentar lagi Goa itu akan runtuh .
Getaran getaran kecilpun mulai terasa di pijakan kaki mereka
Setelah beberapa saat, Azoya menghentikan langkahnya.
" Ada apa Nona ?" tanya Yuri saat perjelanan mereka terhenti.
" Ada yang sedang mengawasi "
Matanya kini mengitari hutan tersebut.
*whewww
Suara angin menghebus ke arahnya*.
Langkah kaki perlahan muncul mengarah ke hadapannya.
Sosok laki laki tampan, dengan tubuh yang tinggi, dan berkulit sangat putih menggunakan pakaian yang sangat indah dan mempesona.
" Siapa kau ?" ujar Azoya menatap intens ke arah laki laki tersebut.
Laki laki itupun melemparkan senyuman nya.
" Saya Pangeran Xian Zhen utusan Dewa Langit, dan juga ibu Dewi, Dewi xia "
Xian zhen menyapa Azoya seraya menganggukan kepalanya pelan, tanda Hormat, dengan sebelah tangan di lipat ke arah perut, dan tertutup sebuah jubah panjang.
#
JANGAN LUPA LIKE, COMEN,DAN VOTENYA YA !
BUAT KALIAN PARA READER, TERIMAKASIH BANYAK KARENA SUDAH SELALU SUPPORT NOVEL TPYJ INI,
THANKS , BAGI YANG SELALU SETIA VOTE NOVEL TUAN PUTRI YANG JELEK INI, DAN JUGA YANG SELALU MEMBERI LIKE, SERTA BERKOMENTAR .
AUTHOR SELALU BACA KOMENTAR KALIAN, MAAF JIKA GAK BISA DI BALAS SATU PERSATU.
KADANG, KOMENTAR KALIAN SELALU MENJADI PENYEMANGAT UNTUK AUTHOR. SUPORT KALIAN SELALU BERATI.
I LOVE U ALL.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏