TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
BIDADARI


__ADS_3

BEBERAPA HARI TELAH BERLALU..


1 hari lagi keluarga kerajaan akan berangkat ke kerajaan timur...


sementara itu azoya, sedang mengurung diri karena sedang rutin merawat diri.nya


sedangkan Kaisar arlong gelisah , akan putri azoya yang tidak keluar keluar dari ruangannya.


" Apa informasi yang kau dapatkan !" tanya kaisar arlong terhadap pengawal.nya


" Tuan putri azoya masih belum keluar dari kediaman.nya yang mulia !" jawab pengawal kerajaan


" apa yang azoya lakukan di sana ? kenapa ia mengurung diri ?" tanya kaisar arlong kembali


" seperti.nya tuan putri azoya sedang melakukan sesuatu yang rahasia yang mulia !" jawab pengawal itu lagi


"kenapa kaisar ini, mana saya tau tuan putri sedang apa di sana, sedangkan pintunya saja tertutup !" batin pengawal nelangsa... karena sudah beberapa hari ini ia memantau kegiatan putri azoya.


kaisar arlong pun mondar mandir kesana kemari... ia sedangkan memikirkan keadaan putri.nya


selama bertahun tahun ini, kaisar arlong terus memantau ke adaan putri.nya itu, secara diam diam.


hanya pengawal kepercayaan.nya saja yang mengetahui, ulah sang kaisar arlong tersebut.


dan , baru beberapa hari ini, ia tidak dapat memantau keadaan putri.nya itu, rasanya ia sudah sangat gelisah


"terus awasi jangan sampai putri saya itu kenapa kenapa !"


"Baik yang mulia kaisar.." pengawal itupun undur diri meninggal kan kaisar arlong


" Apa !! ayah kaisar sedang mimikirkan keadaan azoya !!" teriak edura terhadap pelayannya


"i.iya tuan putri.. hamba mendengar.nya sendiri saat hamba melewati ruangan yang mulia kaisar !" jawab lili pelayan setia edura


PRANKKK.....


Edura membanting cangkir yang saat ini ia genggam ke lantai....


" Dasar wanita tidak tau diri, kau sudah berani mengusirku di kediaman phonik, sekarang mau merebut perhatian ayah kaisar, aku tidak akan tinggal diam. tunggu saja ! tidak akan aku biarkan kau bahagia !" dengan amarah yang memuncak edura pun menuju kediaman azoya dan di ikuti pelayan setia.nya lili


Saat ini, azoya sudah menempati kediamam phonik kembali, dan edurapun dengan sangat terpaksa kembali ke kediaman melati .


DI KEDIAMAN PHONIK


azoya sedang merendam diri.nya dengan ramuan2 wewangian .


dengan wajah yang di masker, seperti di zaman modern.

__ADS_1


ia sangat menikmati suasana damai tersebut.


Setelah 30 menit berlalu...


azoya melangkahkan kaki.nya keluar dari pemandian tersebut.


dan mulai mengeringkan diri.nya, lalu menuju pakaian pakaian yang akan ia kenakan hari ini.


ia terfokus kepada pakaian berwana kuning emas, yang terlihat sangat simple dan elegant, dan ada motif bunga bunga di bagian pingganngya...


lalu setelah itu, ia menuju cermin, untuk merias diri.nya. dan sedikit polesan dan pewarna bibir.


rambut yang di biarkan tegerai indah, dan sedikit di bentuk. melengkapi kecantikannya, dan ada sedikit hiasan hiasan pita bunga di rambutnya.


yang semakin menambahkan kesan manis pada diri.nya.


saat ini, kecantikannya melebihi kencantikan para dewi , yang sangat memancarkan aura yang luar biasa.


wajaah yang begitu putih bersih berseri, sangat lembut. seperti telah terlahir kembali.


yang membuat siapapun melihat.nya akan sangat terpesona dan iri karena kesempurnaanya tiada tara.


sementara itu, di luar ruangan.


edura menerobos masuk ke dalam kediaman phonik.


" Berani sekali kau seorang putri rendahan dan aib bagi kerajaan mengambil segala.nya dari ku...!" bentak edura dengan sangat kasar terhadap azoya yang saat itu masih memblakangi.nya


" kau pikir bisa menyaingiku..!" edura melangkahkan kaki.nya hendak menarik rambut azoya , akan tetapi tangan.nya langsung di pegang erat oleh azoya yang saat itu murka mendengar perkataan yang di lontarkan edura terhadap diri.nya


" Apakah seperti itu, seorang tuan putri kerajaan berbicara !" ujar azoya sambil meremas tangan edura dengan sangat kencang


" kau mau apa dengan tanganmu ini ? Jaaawabb !" bentak azoya yang mulai memancarkan aura mengintimidasi.nya. yang membuat siapa saja tidak berani menatap nya


seketika itu juga, edura dengan sangat terkejut atas perlawanan azoya saat ini, sontak saja tidak bisa apa apa.


" kau pikir kau siapa ! berani melawanku !" ujar azoya terus memajukan langkah kaki.nya. sehingga kini edura yang masih berada dalam genggamannya memundurkan juga kaki.nya ke belakang.


.


" Ke kenapa azoya menjadi berani seperti ini !" gumam edura dalam hati, ia merasa sangat ketakutan melihat hawa seperti ingin membunuh dalam tatapan mata azoya.


" Lepaskan tanganku !!" bentak edura yang mencoba untuk melawan, meski diri.nya sangat takut . tapi ia menghilangkan rasa takut.nya itu


" jangan coba coba mendekatiku, dasar azoya buruk rupa !" maki edura


" Lepaskan tangan tuan putri...!" teriak pelayan lili yang saat itu sedang membela edura.

__ADS_1


" seorang pelayan sepertimu , tidak berhak menghentikanku !" azoya tetap memancarkan aura menakutkannya. ketegasan bicara.nya membuat siapa saja menciut.


lili pun memundurkan langkah kaki.nya tidak berani menatap.


" dau kau !!! siapa yang kau bilang buruk rupa ? bercerminlah.. lihat baik2 hatimu. siapa dan siapa yang memiliki sifat dan watak yang buruk rupa ? lebih baik buruk fisik dari pada buruk hati.!" tegas azoya, seketika membungkam ucapan edura.


" PERGI SEKARANG !! ATAU .....!" teriak azoya membuat edura dan lili pun meninggalkan kediaman phonik. dengan hati yang kesal


" nona.. maaf .yuri tidak mengetahui kalau mereka memasuki ruangan nona . hukumlah hamba nona !" ujar yuri yang merasa takut kalo tuan putri azoya.nya itu akan marah, atas keteledorannya, ia pun bersujud menundukan kepalanya ke lantai


" Aku tidak akan menghukumu. berdirilah !" ucap azoya sambil membuka cadar.nya, yang saat itu terpasang.


" Te ... terimakasih no...na !" saat hendak mengabgkat kepala.nya, tanpa sengaja ucapannya terputus putus, saat melihat wajah azoya yang begitu sangat cantik luar biasa.


yuri pun ternganga dan sangat terkejut.


" BI..BIDA DARI....!" gumam.nya


" hek..hem....!" sontak saja yuri langsung tersadar atas lamunannya, saat melihat ke indahan sosok manusia yang ada di depannya ini.


" maafkan hamba nona, hamba terhipnotis ! " jawab yuri dengan polos.nya.


"mak...maksud hamba... nona azoya benar benar cantik sekali seperti dewi !!"


" nona, yuri benar benar takjub. selama beberapa hari ini, yuri tidak menyangka , nona ternyata berhasil menyembuhkan diri nona dari penyakit yang di derita selama ini..!" ujar yuri panjang lebar, dan tak terasa meneteskan air mata terharu.nya.


"Terimakasih yuri...!" jawab azoya yang melemparkan senyuman manis.nya. dan membuat siapa saja akan terpesona melihat.nya


" kenapa nona memakai cadar tadi !"


" karena aku tidak ingin semua orang tau, atas kesembuhanku ini !" ucap.nya dengan santai


" yuri aku bosan berdiam diri di istana. aku mau keluar !" dan berdiri sambil memakai cadar.nya lagi


" kita mau ke mana nona !" kata yuri mebgikuti langka kaki azoya


"kemana pun, asal tidak di istana !" jawab azoya dengan seringai licik.nya.


" ma..maksud nona, kita akan keluar istana ?" yuri begitu terkejut


azoya pun menganggukan kepala .nya.


hallo semua.nya.. semoga hari kalian bahagia.


#jangan lupa like, dan coment nya ya.


dan tidak lupa beri vote atas novel ini ya , jika kalian menyukai ceritanya !

__ADS_1


see you


__ADS_2