
" Ti-tidak.. Itu tidak benar " ujar Gween memundurkan langkah kakinya.
Dewi Zoya sangat terkejut, hatinya sakit. Iya tau apa yang telah Gween rasakan..
Tapi, Zoya pandai menyembunyikan kesedihannya.
Dengan yakin dan pasti, Azoya kembali melangkahkan kakinya.
Gween terduduk.. Ia sangat Syok.
Sebuah tangan halus nan lembut terulur di hadapannya.
" Berdirilah.. " Suara yang begitu merdu terdengar, Gween mendongakkan kepalanya. Matanya yang memerah kini menatap wajah sang Dewi .
Memang benar, wajah yang di hadapannya saat ini, sangat lah cantik dan bersinar, Gween tak memungkiri jika kulit tubuhnya memiliki kesamaan dengan Dewi Zoya, suara yang begitu halus, lembut dan merdu terngiang di telingannya.
Gween masih mencoba menetralkan perasaanya, yang begitu rapuh.
Dengan kehati-hatian, Gween menerima uluran tangan tersebut.
Dewi Zoya, memegang tangan Gween...
Dewi Zoya menelisik sudut mata terdalam Gween. Sorot mata itu penuh dengan kepiluan.
Zoya perlahan menghapus tiap tetes air mata yang jatuh.
" Gweenievere Zee Satia Z, , kau tau nama itu? " tanya Zoya lembut
Gween pun mengagguk.
" Nama itu kuberikan kepadamu, bentuk kasih sayang dariku... Karena kau adalah Putriku, Kepergiannmu adalah kehilangan terberat dan terbesar dalam kehidupan Bunda.. Putriku.. Gweenievere " Azoya mengelus lembut wajah sedih Gween, ingin sekali rasanya ia memeluk anaknya ini.
" Aku akan menunjukanmu sesuatu, tataplah mata Bunda sayang" Gween pun berusaha melirik dan menatap manik mata Azoya.
Dengan tangan yang masih tergenggam.
Perlahan Azoya membawa Gween mamasuki dunia batin miliknya.
Gween terkejut, matanya spontan mengeluarkan sinar dan membalas tatapan Mata dari Dewi Zoya.
Putaran Tiap Putaran berligat di hadapannya, seperti gasing yang berusaha menembus kesuatu tempat.
__ADS_1
Akhirnya, Gween berhasil melihat sebuah cahaya dalam ingatan Dewi Zoya.
Banyak orang di ruangan tersebut, dan ada beberapa Dayang yang membantu seseorang bersalin.
Gween menatap orang tersebut dengan sangat dekat.
Itu adalah Dewi Zoya .
Tapi..
Mengapa Gween bisa melihat semuanya?
Gween memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi.
Ingatan demi ingatan, berputar di kepalanya. .
Alangkah terkejutnya Gween saat mengetahui kebenarannya.
Air matanya terus mengalir, saat di rasa segalanya telah ia ketahui, Gween terisak.. Gween juga sudah mengetahui, jika dirinya juga memiliki Tiga Saudara Kembar, tapi hanya sosok bayi mungil kecil yang terlintas di ingatannya!
.Azoya dengan perlahan melepas mata batinnya.
" Sekarang.. kau sudah mengetahuinya " Suara lembut itu menyentuh relung sanubarinya,
Akhirnya Gween mengetahui segalanya.
Tapi Gween sangat marah, mengapa selama ini Azoya tak mengeceknya terlebih dahulu, Gween terluka, melihat sosok kecil berupa gumpalan daging, di biarkan hanyut begitu saja.
Dewi Zoya pun dengan perlahan menjelaskan . Semua adalah ketidak sengajaan, saat itu Zoya tak kalah bersedihnya, saat kehilangan satu orang anak.
Kehadiran Gween untuk pertama kalinya datang Ke Nirwana, itu adalah titik dimana dirinya mulai merasakan yang sebenarnya.
Sebuah foto yang berhasil ia terima , foto tersebut membuat Azoya gelisah. Tentu jika Gween tak memijakan kaki ke Nirwana. selamanya ia tak akan pernah tau, jika Putrinya ini masih hiduop.
Azoya adalah Dewi yang sangat peka, dan bisa mengetahui sesuatu dari pancaran aura mata, wajah dan tubuh seseorang.
Hanya satu orang yang tak dapat ia tembus, iya adalah suaminya sendiri, Dewa Arthur.
Saat itu, dengan Segera ia pun menyuruh Leonard untuk menyelidiki siapa sebenarnya orang yang datang bersama Pangeran Avery.
Setelah Leonard mengetahui sebuah nama, Leonard memberi tahu Azoya jika nama perempuan tersebut adalah Gween.
__ADS_1
Azoya membelalakan matanya, ia tak percaya, bagaimana mungkin! Dengan keteguhan hatinya, Azoya akhirnya menyuruh Leonard untuk terus mengawasinya.
Apakah benar ia adalah Gween... Gweenievere Zee Satia Z Putrinya?
dan hari demi hari telah berlalu.
Inisiatif Gween yang mencari jati diri dan kekuatan yang ia miliki, detik demi detik saat itulah yang membuat Azoya meyakininya, bahwa sudah tidak di ragukan lagi, jika Gweenievere Putrinya memang masih hidup.
Iya.. .Selama ini, Dewi Zoya lah yang menyuruh Leonard untuk terus mengawasi kehidupan Gween yang ada di bumi.
🍂🍂
Setelah mendengarkan semua penjelasan dari Sang Dewi, Gween menundukan kepalanya masih merasakan kesedihan, tapi Zoya langsung merangkul tubuh rapuh itu dengan penuh kasih sayang.
Kerinduan yang sangat besar...
Membuat Azoya merasa lega, karena semuanya telah di pertemukan kembali. Dari arah belakang, Arthur melangkah. Iya memperhatikan segalanya.
Sama halnya dengan Zoya, Arthur ikut andil dalam pertemuan ini.
Apa yang Arthur tidak ketahui, semua telah ia ketahui, Azoya menceritakan segalanya, tentang Putri Gween yang masih hidup. Akhirnya Arthur bisa melihat dengan jelas wajah dari Putrinya itu yang sebenarnya.
Zoya melepaskan pelukannya, ia mengarahkan Gween untuk menghadap sang Ayah.
" Gween Putriku... Dia adalaah Ayahmu Dewa Arthur " Gween menatap Arthur, ia dia merasakan sebuah ikatan, seperti halnya saat melihat Dewi Zoya. Ikatan yang sangat besar, bagi seorang anak untuk kedua orang tua kandungnya.
Arthur pun mendekat, dan memeluknya.
Mereka bertiga, akhirnya saling berpelukan. Gween akhirnya bisa menerima kenyataan yang sebenarnya.
__
Setelah pertemuan itu, Gween memberi tahu Pangeran Avery, sebuah kebenaran.
Kebenaran akan sesuatu yang berhasil membuatnya terkejut.
Dan membeku.
Gween bahagia, ternyata ia memiliki seorang kakak, yang selama ini ada dalam membantunya .
Gween cukup terharu, Pangeran yang selama ini bersama dengannya, yang sellau menjaga dirinya ternyata selama ini mereka bersaudara,
__ADS_1
# Like, comen, vote.... 😊🍒