
Kantor pusat Pt.Admaja.Giant
Mobil Bugatti Divo itu kini tiba tepat di halaman kantor pusat Pt.Admaja.Giant.
Beberapa staff yang berjaga menjemput kedatangannya.
Sosoknya yang tampan kini turun dari dalam mobil mewah tersebut.
Tuan Muda cucu Tuan besar Admaja pun kini merapikan setelan jasnya, ia pun melangkah dengan pesona pemikat yang luar biasa.
Ketampanan dan penampilannya begitu memukau semua orang.
Seluruh staff karyawan berbondong-bondong berbaris untuk melihat seperti apa rupa dari Tuan muda tersebut.
Mereka semua sudah sangat rela mengantri dan menyambut kedatangannya, hanya untuk mengetahui sosoknya yang baru di publis untuk muncul di muka umum.
Sebuah Jepretan kamera dari berbagai sumber berusaha mengabadikan moment tersebut.
" Oh Tidak, dia tampan sekali "
" Iya, itu penampilan yang sempurna"
__ADS_1
" Ah... Rasanya hari ini hariku lebih berwarna"
Semua orang terpukau dan terkagum akan sosoknya yang luar biasa
Ia memmasuki Gedung besar Pt.Admaja.giant dengan percaya diri.
Banyak berbagai petinggi-petinggi penting berada di dalam sana.
Hari ini adalah hari Konferensi pers besar bagi perusahaan Nomor 1 Pt. Admaja.Giant. Semua kolega bisnis terbesar di seluruh dunia hadir dalam konpersensi Pers tersebut, bahkan berbagai media meliput semua moment besar pada hari ini.
Mereka semua tak ingin ketinggalan berbagai informasi dari Perusahaan besar tersebut.
Perusahaan yang merambat di berbagai dunia.
Sehingga di juluki Sebagai " The king of all the world's biggest companies"
Tak hanya itu, sebutan Corporate Raider bagi Tuan Admaja begitu sangat cocok melekat di dalam dirinya.
Meski sudah berumur, kegigihannya dalam mempertahankan dan melindungi perusaahaan ini sangatlah besar, semenjak dirinya kehilangam sosok pemimpin yang sangat berharga, tak lain adalah Putrinya sendiri. Banyak yang berusaha untuk merebut posisi kekuasaannya ini, terutama keluarga sedarah Admaja yang begitu serakah dan haus akan kekuasaan, maka dari itu Tuan Admaja begitu sangat berhati-hati dalam memilih seorang yang akan dipercaya.
Sosok yang kini di nanti olehny kini telah tiba di hadapnnya. Selama 1 tahun belakangan ini, Tuan Admaja telah mengamati perkembangannya. Dan menilai seperti apa sosoknya selama ini, terutama sesuatu yang terjadi di sebuah rumah sakit satu tahun yang lalu, semakin memperkuat keinginannya untuk menjadikannya sebagai bagian dari keluarga Admaja. Terlebih lagi, berbagai komentar publik yang akan ia hadapinnya nanti, Tuan Admaja akan sebisa mungkin menghadapinya.
__ADS_1
Sosok Laki-laki dengan gagahnya datang menghampirinya.
Seketika Tuan Admaja agak tersentak saat melihat bayangan Putrinya sendiri berada pada aura anak muda ini.
" I-ini..."
Sontak saja, Tuan Admaja mengerjabkan matanya sedikit untuk menyadarkan penglihatannya. Ia pun berpikir mungkin karena ia terlalu merindukan Zoya.
Tuan Admaja pun memberikan seutas senyum untuk menyambut kedatangannya.
" Selamat datang nak"
Berbagai media berbondong-bondong mengabadikan keharmonisan di antara Tuan Admaja dan Sosok pria yang masih di rahasiakan siapa namanya ini.
Setelah beberapa saat, Konferensi pers segera di gelar.
" Silahkan Tuan " Hans mengarahkan Tuan Admaja dan Tuan muda untuk naik ke atas podium, di dalam sebuah ruangan yang sangat besar. Khusus untuk mengadakan acara seperti pertemuan penting dan acara-acara penting di perusahaan.
Mereka pun duduk mengarah di hadapan para tamu undangan.
.
__ADS_1
# Jangan lupa like, komen, dan vote