TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Menghindar


__ADS_3

Malam harinya, Helios merengut memasang wajah masamnya.


Ia tak menyangka, seharian ini Gween seperti melupakan dirinya.


Dengan rasa kesal yang menyelimuti, Helios langsung merendamkan diri ke dalam air pemandian tanpa menghiraukan Gween sama sekali yang pada saat ini masih sibuk di luar sana.


Matanya terpejam menikmati rendaman air yang semakin menyejukan tubuhya.


Sejujurnya, seharian ini Helios sungguh sangat lelah.


Setelah ini, iya tak peduli lagi akan apapun.


Tujuannya hanya untuk beristirahat.


Setelah beberapa saat merendamkan diri, Helios beranjak mengambil jubah pengeringnya.


Langkahnya memasuki ruangan kamar pengantin yang begitu sangat luas, matanya menyapu ruangan tersebut... Tapi dirinya belum menemukan keberadaan sang istri disana.


" Cih, bahkan di saat malam pengantin seperti ini, hanya ada diriku saja"gerutu Helios, sembari melangkah dengan hati yang di selimuti rasa kekesalan, sudah di pastikan ia begitu sangat geram dan marah..


Dengan cepat, Helios mengenakan pakaiannya kembali, dan langsung keluar dari sana, untuk menjemput sang istri.


" Apa dia lupa sudah punya suami" kesalnya dalam hati.


Ingin rasanya iya mengumpat keberadaan Gween, bisa-bisanga istrinya itu melupakan dirinya.


Di sisi lain, Gween sangat gelisah.


Ia sedang memikirkan keeadaan Helios.

__ADS_1


" Nak, ada apa ? Sepertinya kau sedang tidak tenang " sapa Zoya lembut kepada sang Putri.


" A-aku hanya kepikiran suamiku bunda " Jawab Gween menunduk karena malu.


Azoya tersenyum,


" Lantas, kenapa putriku masih disini ?" tanya Zoya tak mengerti. Sontak saja Gween langsung mendongakkan kepalanya....


" Tapi bunda, a-aku gugub " lirih Gween merasa jantungnya tak bisa di kondisikan.


Ingin rasanya Azoya menertawai anaknnya itu


Sejujurnya Gween ingat malam pertama Helios hampir menidurinya dulu, entah mengapa kembali mengingatnya membuat tubuhnya merinding


Tatapan, dan kelihaian Helios membuat Gween menelan ludahnya sendiri,


Selesai acara permikahan, dan sesi berfoto bersama, beberapa Dewi mengingatkannya tentang malam pertama, dan itu berhasil membuat jantung Gween berdegub sangat kencang.


Dan disinilah ia berada, di kamar sang bunda.


Sembari meringkuk memeluk bundany .


Sehingga membuat Dewa Arthur terpaksa mengalah, dan tidak bisa berduaan dengan Dewi Zoya, tanpa semua orang ketahui, sebenarnya Arthur tak bisa lepas dan jauh dari sang istri.


Tapi, apalah daya jika sang anak berada di sana. Arthur pun perlahan melangkah gontai dan lesu.


Tanpa sengaja, Arthur berpapasan dengan suami sang anak, Helios.


Dirinya yang terlihat tak bersemangat, langsung memasang wajah dingin dan coolnya.

__ADS_1


Arthur, berdehem dengan sangat kencang.


"Apa yang kau lakukan disini ?"


Helios terkejut, akan tetapi raut wajahnya tak bisa di tebak.


Ia pun menyapa dan memberi hormat, ayah mertuanya itu.


" Salam Ayahanda, Aku hanya ingin menjemput istriku kembali "


Arthur yang mendengar Helios ingin menemui Gween, langsung berbinar senang dalam hati, pasalnya ia tidak akan tidur di luar.


Dengan cepat dan tegas, Arthur pun mengizinkan Helios masuk ke dalam.


" Silahkan jemput istrimu, tapi jangan terlalu lama di dalam " tatapnya tajam.


" Baikz ayah. Terimakasih atas izinnya " Helios pun segera bergegas menemui snag istri.


Di dalam kamar, Gween terkejut melihat Helios menjemput dirinya.


Azoya pun mengedipkan kedua matanya, bertanda bahwa dirinya harus menurut, dan tak boleh menghindar.


Gween pun akhirnya pasrah dan menatap Helios yang kini sedang memberikan tatapan tajam kepadanya.


Jantung Gween berdegub sangat kencang.


_______


# jangan lupa Like, komen, dan votenya.

__ADS_1


Maaf author baru up, author lgi sibuk kmrin.


__ADS_2