TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : Episode 38 " Mansion "


__ADS_3

Garrendra dan sang kakek beserta rombongan mereka kini telah meninggalkan istana.


" Kek, aku hanya ingin membicarakan sesuatu. Tapi mengapa kita harus meninggalkan istana ?" jujur saja Garendra mengerutkan keningnya karena bingung.


" Nak, di istana sangat berbahaya untuk membicarakan hal penting. Bahkan tembok di sanapun bisa mendengarnya" Kakek Admaja menjelaskan dengan sangat hati-hati.


" Kakek tau, kau pasti bisa memahami ini"


Garendra terdiam , dirinya hanya mendengarkan seolah mengerti.


" Sudahlah, Kakek akan mengajakmu ke sebuah tempat, dan kau tau hanya tempat tersebut yang paling aman" jelas Tuan Admaja sembari menepuk punggung sang cucu.


Garendra pun mengangguk.


____


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat rahasia, dimana tepat di hadapan mobil yang mereka tumpangi, terdapat sebuah Mansion dan gerbang tinggi yang sangat besar dan begitu tertutup.


Tuan Admaja terlihat begitu santai, sementara Garendra hanya mengamati tempat tersebut.


Beberapa pengawal bergerak gesit, salah satu di antaranya sedang memanggil seseorang, setelah beberapa saat, pintu besar tersebut segera terbuka.


Mobil pun memasuki gerbang,

__ADS_1


Pengawal yang berjaga serentak menundukan kepala.


Keduanya pun turun.


" Selamat datang Tuan besar" sapa mereka semua serentak.


Sebelumnya Admaja telah mengkonfirmasi prihal kedatangan mereka kemari


" Karena kalian semua telah berkumpul disini, Saya akan memperkenalkan sosok yang ada di samping saya saat ini, "


" Dia adalah Garendra, yang tidak lain adalah cucu saya sendiri, dan mulai saat ini kalian harus patuh dan menghormatinya sama seperti kalian menghormatiku" sontak saja hal tersebut mengejutkan semua penghuni yang ada di dalam Mansion Besar tersebut.


Dan, dengan serentak mereka memberi salam kepada Tuan baru mereka.


" Salam Tuan Muda, Selamat datang di Mansion " tunduk mereka serentak,


Tuan Admaja pun membawa Garrendra masuk ke dalam.


🏯🏯


Saat tiba di dalam Mansion, Garendra sedikit tertegun. Berbagai seni dan potret modren yang ia lihat seakan tak asing.


" Art Beauty ?" Garendra mengeja sebuah kata di dalam potret gambar besar berbingkai yang terletak di sebuah ruang tamu, tulisan tersebut terletak di bawah foto yang tampak abstrak dan tidak begitu jelas . Tapi Garendra merasa gambar sosok abstark tersebut begitu menawan.

__ADS_1


Tuan Admaja pun menoleh, dan mengikuti arah pandang sang cucu


Admaja pun sedikit tersenyum dan menjelaskan.


" Mansion ini sebenarnya milik Putriku, Oh iya Garendra kemarilah, " Tuan Admaja mengajak Garendra mendekati bingkai gambar tersebut.


" Gambar ini adalah sebuah penghargaan untuknya sebagai Ratu Kecantikan dunia, kau tau Putriku itu begitu luar biasa, ini adalah simbol dari wajahnya sendiri" Tuan Admaja menatapi potret gambar abstrak tersebut begitu sangat dalam. Terselip kerinduan yang begitu besar.


" Hem. Kek. Boleh aku tau, seperti apa sosok Putri Kakek tersebut ? dan dimana ia sekarang ? " tanya Garendra tiba-tiba, jujur saja Admaja tak pernah menceritakan apapun prihal Putri tersebut kepadanya, dan tak pernah melihatnya.


Tuan Admaja yang mendengar itu langsung tersadar, ia sedikit merasa bersalah tidak Menceritakan bahkan memberi tahu Garendra tentang Zoya.


Sebenarnya, Admaja sangat berat sekali mengungkitnya, ada rasa sedih sendiri yang ia rasakan. Ada kala ia ingin sekali menceritakan hal tersebut kepada Garendra.


" Mungkin ini saatnya" Gumam Tuan Admaja dalam hati.


Sembari menghela nafas akhirnya Tuan Admaja berusaha bersikap santai mengendalikan diri .


Ia menoleh menatap sang cucu sembari tersenyum, sudah saatnya ja memperkenalkan siapa sosok Putrinya yang sebenarnya kepada Garendra.


Dan di Mansion inilah, semua tentang Putrinya berada .


.

__ADS_1


To be Continue.


# Jangan lupa like, komen dan vote ya....


__ADS_2