
Di taman Kerajaan, Azoya duduk di tepi kolam teratai. Banyak ikan warna warni yang menghiasi isi kolam tersebut.
Suasana taman yang sangat sejuk, membuat pernafasannya menjadi segar.
Udara di sekitar kerajaan membuat Azoya sangat betah berlama-lama.
Dari arah yang sedikit jauh, Sepasang mata hitam sedang mengintai dirinya.
" Aku tidak akan kehilangan kesempatan lagi untuk kali ini " gumam seseorang, sembari mengepalkan tangannya.
Tap tap tap
Langkah kaki menghampiri Azoya,
" Suasananya menyejukan, bolehkah Putri ini bergabung..?" ujar Anastasya
Azoya hanya diam, matanya mengamati.
" Ada angin apa Putri ingin menemaniku duduk disini? " tanya Azoya dengan mata menatap kolam teratai.
" Tidak ada, hanya saja aku tertarik sepertinya ini cukup menyenangkan untuk berdiam diri disini. Apa Permaisuri selalu melakukannya? " Anastasya menatap Azoya seraya tersenyum ramah.
" Terkadang. Saat ingin saja... Bagaimana dengan Akademimu? Kudengar ada hal yang menarik di sana, boleh aku tau? " tanya Azoya , dirinya sempat mengingat apa yang Pangeran Arthur bicarakan dulu saat kejadian di dalam Kediaman. Arthur membahas soal tarian yang di kagumi Anastasya.
" Apa! i itu... Akademi ya. !" Anastasyah sedikit kebingungan ingin menjawab apa. " Akademi sedikit membosankan, Aku lebih suka di dalam istana. Di akademi hanya mempelajari hal hal yang tak terlalu menarik. Sebagai seorang Putri, Aku lebih tertarik dengan gelar Permaisuri. Ma maksudku,,, Menyiapkan diri untuk menjadi Seorang Permaisuri kelak " ujar Anastasyah sedikit gugub.
" hmm.. Sepertinya kau terobsesi menjadi Permaisuri. Boleh aku tau apa Putri sekarang sedang menyukai seseorang? " selidik Azoya
" i.. itu.... " Ucapan Anastasya terputus.
" Ah sudahlah, Aku hanya bercanda! Sepertinya tubuhku sudah cukup mendapatkan asupan udara pagi ini. Sebaiknya aku kembali ke dalam istana, nikmati harimu! " Azoya tersenyum simpul, Dan hendak pergi dari sana.
" Tunggu! " Anastasyah menghentikan langkah Azoya.
" Putri ini ingin memberikan sebuah hadiah. Putri harap Permaisuri menyukai hadiah dariku, selamat atas kehamilanmu Permaisuri. Maaf aku tidak memiliki kesempatan mengucapkan selamat kepadamu kemarin. " Anastasya menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna biru.
Sekilas Azoya menatap kotak Biru itu dengan seksama.
Ada sedikit keraguan dirinya ingin menerimanya.
" hm.. Terimakasih! " Azoya mengambil kotak biru tersebut, dan berbalik meninggalkan Anastasya sendirian.
__ADS_1
" Buka lah... Aku akan sangat senang jika kau membukanya dengan segera. Permaisuri! " Tersirat sebuah senyum kelicikan di wajahnya,
Segel perangkap telah di aktifkan.
Sosok tersebut berubah menjadi sosok lain.
" Ha ha ha.. Nikamati hari terakhirmu disini Azoya " Ujar Agarres, " dan Putri bodoh ini... " Sembari menatap tubuh yang ia tempati, tubuh Anastasya "akan dalam genggamanku..." sambungnya dengan wajah menyeramkan.
" Putri bodoh dengan pemikiran bodohnya, kau hampir saja membuatku kehilangan kata dengan isi otakmu. Sialan.. Ternyata tubuh ini menyukai Saudaranya sendiri. Ck apa bagusnya mencintai ! " Agares pergi dari Kerajaan Timur, dan menghilang seketika.
Sementara itu, Anastasya dengan tubuh lemahnya terbaring di tanah. Dirinya sedikit medapatkan kesadarannya kembali.
" Akh.. ke kepalaku sakit sekali! " Anastasya mencoba menopang tubuhnya dan berdiri. Matanya mengedar di seluruh taman " Apa.. Apa yang aku lakukan disini? " gumamnya kebingungan. Dan tertatih meninggalkan taman tersebut.
_____
Di Kediaman Pangeran.
Azoya meletakan kota biru tersebut di sudut meja cerminnya.
Pagi itu, matanya tiba tiba sangat mengantuk
" Hoammmz... " Azoya menutup mulutnya dengan tangan, dan sedikit dari sudut matanya berair " Aku benar-benar sangat mengantuk.. !" Azoya berbaring di atas ranjang, mencoba membuat matanya terpejam. Setelah beberapa saat dirinya tenggelam dan tertidur mulai memasuki dunia mimpi.
Pintu Kediaman terbuka, seseorang berjalan menghampiri Azoya yang sedang tertidur lelap. Seutas senyum sedikit menghiasi wajahnya, saat memperhatikan Azoya yang sedang tertidur.
" Sangat manis. . ! " gumamnya perlahan. Sorot matanya beralih menatap perut rata yang berbalut kain. " Apa aku akan menjadi orang tua secepat ini? " di usapnya perlahan perut rata tersebut, ada gelenjar kebahagiaan di dalam hatinya. " Kalian adalah harta berhargaku " Di kecupnya perlahan perut rata tersebut, dan beralih mengecup perlahan puncak kepala Azoya.
Tiba-tiba saja matanya menyapu keseluruh ruangan, dan tanpa sengaja Arthur menatap Kotak Biru yang terletak di sudut meja cermin Permaisurinya .
Arthur sedikit mengernyitkan keningnya,
" Aku tidak pernah memberikah hadiah semacam itu kepadanya !" Pangeran Arthur menatap Azoya dengan perasaan yang sedikit bertanya tanya.
Kini, kotak biru tersebut berada dalam genggamannya.
Arthur merasakan Energi lain saat menggenggam kotak biru tersebut.
" Ini..." Arthur mengepalkan tangannya, matanya berubah merah, Dengan kekuatan Dewa Agung, Arthur menelisik tajam Kotak biru tersebut.
Kotak Biru terbuka, sebuah cahaya tiba tiba muncul dari dalam sana, seperti lingkaran lorong dimensi.
__ADS_1
Dengan kecepatan penyerapnya, Kotak Biru tersebut menelan langsung tubuh Pangeran Arthur. Dan dalam sekejab menghilang dari sana.
____
" Sayang, aku merindukan putri kita " ujar Dewi xia, bermanja di lengan Dewa langit.
Raja Zhen menatap Dewinya itu,
" Benar juga, sudah sangat lama Zoya belum mengambil keputusan. Ah.. apakah putri kita itu sangat betah di dunia bawah? " ucap Raja Zhen sangat murung, dengan wajah tak kalah sedihnya dengan Dewi Xia.
Saat ini, Kedua Dewa dan Dewi kerajaan langit terlihat sangat merana, wajah mereka sangat sendu, dan tidak terliht bahagia.
Sementara itu, Kedua Pangeran Kerajaan langit, sedang izin melakukan tugasnya di Daerah kekuasaan masing-masing.
" Anak anak kita semuanya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing." ujar Raja Zhen.
" ehm... Dewiku, Sebaiknya kita melakuan aktivitas juga , Se seperti.....! " Raja Zhen membisikan sesuatu di telinga Dewi Xia.
Dan berhasil membuat wajah, pipinya merona.
Dewi Xia pun mengangguk, Raja Zhen tersenyum bahagia.
Dan menuntunnya ke tempat yang begitu romantis..
Begitu sangat manis sekali, begitulah Kehidupan Dewa dan Dewi langit, mereka saling mengisi dan melengkapi, rasa penuh kasih, selalu mewarnai suasana kehidupan mereka.
_________
Di sisi lain.
Tempat yang begitu jauh dan menyeramkan.
Istana Kegelapan 2.
" Ha ha ha.. Segel Perangkapku telah terbuka! Azoya... bersialplah untuk menghadapi kenyataan yang seharusnya! " Teriaknya menggelegar
.
# Pliss,,, Suportnya dong!!!!
LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA IYA jangan lupa. .!
__ADS_1
Terimakasih