TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : Episode 1 " Prolog"


__ADS_3

Di Pertengahan kota tahun 2030


Sebuah mobil mewah melesat cepat melintasi jalan raya.


Menuju Rumah Sakit ternama di sebuah pusat kota terbesar.


Di sisi lain,


Di dalam sebuah ruangan, berbagai alat medis canggih memenuhi ruangan tersebut.


Seorang pria sedang terbaring lemah dengan jarum infus yang terpasang di pergelangan tangannya, yang pada saat ini hidupnya sangat bergantung dengan alat bantu selang pernafasan oksigen yang sedang menutup mulutnya


Tik...Tik...Tik ..


(Suara detik skala jantung yang berbunyi secara teratur memenuhi ruangan tersebut)


Sementara itu,


Sebuah Mobil mewah terparkir tepat di depan sebuah Rumah Sakit ternama di pusat kota, dan berjejer dengan di ikuti beberapa mobil lain d belakangnya.


Seorang pria paruh baya turun dengan ciri khas seorang pemimpin yang sangat di hormati oleh semua orang, setelan jas abu dan beberapa merek akccesories ternama melekat mewah di tubuhnya, aura yang terpancar di wajahnya menunjukan ketegasan yang alami, meskipun sudah berumur kesan kegagahannya tak pernah pudar.


Matanya yang sangat tajam, membuat siapa saja tak berani memandangnya.


Sontak saja semua pihak Rumah Sakit menunduk dengan sangat cepat menyambut kedatangannya.


Ia, dia adalah Tuan Admaja, Konglomerat ternama di dunia, seorang Pemimpin perusahan terbesar Pt.Admaja Giant.

__ADS_1


Yang pada saat ini tepat berusia 59 tahun.


Semua staff yang berjaga dengan gesit mengarahkan akan kemana arah kakinya melangkah.


Beberapa Bodyguard berjaga mengawal keberadaannya. Setelah beberapa saat, mereka tiba di ruangan VViP Icu di rumah sakit tersebut.


" Bagaimana keadaannya ?" Tuan Admaja menatap sebuah ruangan yang pada saat ini sedang dalam pengawasannya.


" Sampai saat ini belum ada perkembangan dari tingkat kesadarannya Tuan" jelas Kepala Dokter yang mengawasi langsung keberadaan seorang Pria yang kini sedang terbaring lemah tak berdaya.


" Bagaimana mungkin ? Sudah hampir 1 bulan bocah ini belum sadarkan juga, apa yang kalian usahakan di rumah sakit ini hah ?" bentak Tuan Admaja begitu marah, pasalnya ia sangat trauma berada di dalam rumah sakit, ia pernah kehilangan seorang Putri yang sangat berharga , ia juga takut akan melihat seorang yang tak sadarkan diri dan tak berdaya seperti ini,


Cukup Sudah, Tuan Admaja begitu sangat emosi, akhir-akhir ini iya bwgitu peduli dengan bocah tersebut.


Entah apa yang ia rasakan.


" Ma-maafkan kami Tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin" Tunduk takut kepala Rumah sakit tersebut, meskipun di dalam hati ini tidaklah mungkin, semua bergantung kepada yang di atas dalam membolak balikan nyawa seseorang"


Tapi apalah daya, Sosok seperti Tuan Admaja begitu sangat di patuhi, bahkan tak ada yang berani melawannya. Sahamnya sangatlah tinggi tertanam di Rumah sakit tersebut.


Entah bagaimana nasib mereka semua jika tidak bisa menyelamatkan seseorang yang sangat berharga bagi Tuan Admaja ini.


Flashback on :


1 bulan yang lalu


Tanpa sadar, mobil yang di kendarai oleh Tuan Admaja, tiba-tiba saja sedang menabrak sesuatu yang melesat begitu cepat ke arah mobilnya.

__ADS_1


Sopir yang menguasai mobil pun sangat terkejut, pasalnya dirinya tak melihat suatu benda apapun yang melintas, bahkan jalur mobil yang di bawahnya sungguh benar.


Ia telah mengawasi kanan-kiri tiap jalur jalan raya tersebut.


Tapi seketika, saat 1 kedipan mata karena perih membuatnya telah menabrak seseorang,


Tuan Admaja , yang pada saat itu berada di belakang pengemudi, menyuruh berhenti dan memastikannya.


Saat turun, matanya terbelalak saat mengetahui jika mobilnya telah menyebabkan orang lain terluka, Tuan Admaja sangat panik dan tak ingin terjadi sesuatu.


Dengan cepat, para bawahannya pun membawa anak laki-laki tersebut menuju Rumah Sakit.


Dan untuk kedua kalinya ia berada dan kembali ke dalam Rumah sakit ini lagi.


Bayangan pilu menghantui perasaannya, tapi saat melihat sosok anak laki-laki yang terbaring dengan wajah yang telah di bersihkann, membuatnya sangat tersentuh.


Dirinya merasa sangat nyaman dan tenang, seolah ketakutan dan emosi perasaannya lenyap sudah.


Flashback off "


_______


Seorang perawat tiba-tiba saja keluar dengan tergesa dari dalam ruangan.


" Maaf Dokter, pasien memberi respon melalui sensor gerak " ujar Perawat tersebut menjelaskan.


" Apa ! Baik, segera lakukan tindakan dan periksa kembali " ujar Kepala Dokter tersebut, Dokter ilham. Semua petugas medis masuk ke dalam ruangan VVIP ICU,

__ADS_1


Sementara itu, Dokter ilham meminta izin untuk meninggalkan Tuan Admaja agar segera menangani kesehatan pasien yang sangat diharapkan kesadaran olehnya itu


__ADS_2