
❤❤
Setelah beberapa menit .
Selepas dari rapat tersebut, Garendra menghadap Tuan Admaja secara langsung di dalam ruangannya.
" Ku dengar kau mampu menyelesaikan semua buku yang ku berikan untukmu dalam 10 menit. Apa benar ?" ucap Tuan Admaja menatap Garendra penuh pertanyaan.
" Haruskah anak itu memberi tahu kakek...." gumam Garendra dalam hati mengumpat keberadaan Harry.
Harry yang merasakan atmosfer lain, menciut di sudut ruangan. Ia tak berani menatap mata Tuan Mudanya itu.
Apa yang harus ia lakukan, tugasnya adalah mematuhi kedua orang besar di hadapannya saat ini.
Dan selalu memberi informasi penting kepada Tuan Besar tentang kemajuan dari Tuan mudanya ini.
" Maafkan aku tuan muda, ini salah satu tugas yang harus ku laksanakan sebagai mana perintah Tuan besar, aku merasa serba salah" guamam Harry dalam hati.
Dan tentu saja, berhasil di dengar jelas oleh Garendra.
" Haishh... Anak ini" Garendra mengehela nafas, ia pun menatap sang kakek.
" Iya, aku sudah menyelesaikannya kek"
__ADS_1
" Hm, benarkah. Seberapa banyak buku yang sudah kau selesaikan" Tatap Tuan Admaja santai
" Semuanya, dan beberapa buku di kediaman aku sudah membacanya" Tuan Admaja yang mendengarkan penuturan Garendra kembali fokus mendengarkan,
" Apakah benar seperti itu ?" gumam Tuan Admaja seakan tak percaya.
Tuan Admaja pun kembali ke topik pembahasan.
" Hekhem..." Tuan Admaja menetralkan suaranya, yang tadinya ia bersikap santai. Saat ini ia mulai memposisikan tubuhnya untuk serius.
" Baik, kakek akan menguji kemampuan mu "
Tuan Admaja meraih salah satu buku yang cukup tebal.
" Kali ini lihatlah anak muda, apa kau bisa menjawabnya dengan tepat" Seketika Tuan Admaja tersenyum licik, ia hendak mengetes kemampuan sang cucu di luar buku yang ia berikan.
" Tidak banyak. hanya beberapa kata, jika kau menghapal pasti kau tau, buku yang wajib dan harus di baca jika ingin membangun bisnis atau mendirikan perusahaan startup yang menjajikan , kau tau berjudul apa ?" Tanya Tuan Admaja menatap Garendra
" Lihatlah, apa kau bisa menjawabnya" Tuan Admaja tertawa di dalam hati, ia sengaja mengerjai cucunya tersebut.
Dengan percaya diri, Garendra menjawab pertanyaan sang kakek.
" The 4-Hour Workwekk : Escape 9-5, Live anywhere and join the new rick. Atas nama penulis Timothy Ferriss. Apa itu benar kek ?" Dengan sangat kaget, Tuan Admaja yang pada saat ini sedang meminum minumannya sedikit tersedak.
__ADS_1
" Uhukkk....uhukkk...." ia pun langsung terbatuk-batuk saat mendengar jawaban yang di sampaikan oleh Garendra.
" Tuan kau tidak apa-apa" Hans dengan sigab membantu Tuan Admaja, dan menyodorkan sebuah Tisyyu kepadanya.
" Ka-kau bagaimana mungkin bisa..." Tuan Admaja sangat bingung, pasalnya itu di luar jalur buku yang ia berikan.
Garendra melempar senyumnya.
" Kan aku sudah menghapal semua. Bukankah begitu kek " ucap Garendra balik mengerjai sang kakek.
" I-iya iya kau benar " Tuan Admaja tak mau berdebat dengan cucunya lagi.
Sudah dapat di pastikan olehnya, jika Garendra memiliki kemampuan yang sangat lebih.
" Dan aku juga tau, pertanyaan yang kakek berikan di luar buku yang telah ku pelajarai"
Hans dan juga Harry saat mendengar penuturan tersebut ikut membulatkan mata.
Hans sedikit menertawai Tuan besarnya itu.
" Hans.. aku tau apa yang kau pikirkan" Tuan Admaja melirik ekspresi mengejek yang Hans berikan untuknya.
" Ma-maafkan saya Tuan, saya tidak berani"
__ADS_1
" Apakah, Tuan Muda Garendra sepintar itu ? Aku beruntung telah mengikuti orang yang tepat, sungguh Tuan Besar telah m1emilih pemimpin yang hebat untuk perusahaan ini " Gumam Harry dalam hati merasa senang.
#Jangan lupa, Likez komen, dan votenya